Bagaiamana Artificial Intelligence (AI) Mentransformasi Peran Desainer UX

0

Bagaimana AI Membantu Desainer UX

Sebuah studi oleh Pfeiffer mengungkapkan bahwa 62% profesional desain percaya kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (Machine Learning) akan sangat penting untuk peran kreatif mereka.

Terlebih lagi, 76% responden survei setuju bahwa kemungkinan kreatif mereka telah meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Dalam banyak hal, AI dan desain pengalaman pengguna (UX) berjalan seiringan. Misalnya, kecerdasan buatan bergantung pada pembelajaran berkelanjutan dengan memanfaatkan data, hal yang sama dapat dikatakan untuk desain UX.

Ini adalah proses pengujian dan pengoptimalan yang berkelanjutan berdasarkan masukan pengguna.

Saat diterapkan pada desain UX, AI dapat mengimplementasikan proses optimasi. Teknologi ini mampu mengumpulkan dan menganalisis data dalam jumlah besar dengan sangat cepat, jauh lebih cepat daripada manusia.

Ia dapat menggunakan informasi tersebut untuk menjalankan pengujian A / B (AB Testing) secara otomatis, memahami hasil pengujian dan memperbarui produk atau desain yang sesuai. Kemudian dapat memulai kembali proses dengan menguji elemen lain dari desain.

Ini mungkin terdengar seperti kecerdasan buatan yang melakukan semua pekerjaan. Namun demikian, masih membutuhkan masukan dari desainer.

Sistem dan perancang AI pada dasarnya akan bekerja berdampingan. Desainer akan menjadi pengambil keputusan dan akan memberikan informasi, aturan, dan ketentuan ke algoritma yang kemudian akan menjalankan tugas tersebut.

Misalnya saja, Ada beberapa cara AI meningkatkan kapabilitas seorang desainer UX, diantaranya :

  • Mengurangi beban kerja yang bersifat repetitif (Berulang) sehingga meningkatkan produktifitas
  • Memberikan wawasan kepada desainer dalam hal menentukan desain yang optimal berdasarkan beberapa poin data
  • Meningkatkan kapabilitas analisis data dan proses optimisasi
  • Membuat sistem desain tampak lebih baik & nyaman dimata pengguna

Sedangkan untuk klien atau end user (Pengguna) :

  • Memfasilitasi pengalaman pengguna (User experience) yang lebih dipersonalisasi
  • Meningkatkan rasio konversi

Tools AI yang dapat membantu Desainer

Kamu mungkin sudah menggunakan kecerdasan buatan untuk pekerjaan desainmu tanpa menyadarinya.

Misalnya, jika kamu menggunakan produk Adobe, Anda kemungkinan besar telah menggunakan Adobe Sensei, sebuah  lapisan kecerdasan yang memberdayakan fitur menggunakan AI dan pembelajaran mesin untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Beberapa fitur Adobe yang didukung AI meliputi:

  • Deep Learning yang dapat membantu penggunanya menemukan asset yang cocok agar proyek desain cepat selesai
  • Machine Learning yang membantu kamu lebih memahami bagaimana tingkah laku pelanggan dan mengantisipasi apa yang mereka butuhkan.

UiZard adalah contoh tools lainnya yang mengintegrasikan AI untuk memuluskan proses desain. Ia secara otomatis mengkonversi desain tulisan tangan atau sketsa menjadi sebuah desain digital.  Dengan file sketsa dan code front-end, menghemat waktu pengerjaan desainer UX.

Mengingat contoh bagaimana kecerdasan buatan digunakan dalam desain, jelas terlihat bahwa hal tersebut akan membantu desainer dan tidak mengambil pekerjaan mereka, bertentangan dengan ketakutan yang tak terelakkan.

Bisnis telah dan akan terus berkembang sebagai hasil dari teknologi inovatif dan canggih dan kita harus beradaptasi dengan dunia di sekitar kita agar tetap kompetitif.

Sumber : https://sidigital.co/blog/how-artificial-intelligence-is-transforming-the-role-of-a-ux-designer

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply