Future of farming & medicine

Perkuat Sektor E-Commerce Indonesia, Perusahaan Unicorn Jalin Kemitraan Internasional

Written by Techfor Id

Perkuat Sektor E-Commerce Indonesia, Perusahaan Unicorn di Indonesia Jalin Kemitraan Internasional

Sektor e-commerce Indonesia kian diperkuat ketika salah satu start up-nya meraup investasi sebesar US $ 234 juta atau sekitar Rp 3,4 triliun.

Putaran pendanaan ini dipimpin oleh raksasa teknologi internasional, sovereign wealth fund Singapura, dan konglomerat media yang berbasis di Indonesia.

Unicorn Indonesia mengatakan bahwa kemitraan ini menandai kolaborasi yang mendalam dengan raksasa teknologi internasional tersebut dalam serangkaian proyek teknologi

yang akan mengubah solusi perdagangan berbasis teknologi serta solusi dan operasi di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, perusahaan akan bekerja sama dalam tiga inisiatif:

Pertama, membangun infrastruktur yang kuat, salah satunya untuk cloud computing.

Yang kedua adalah menjembatani kesenjangan digital, dan terakhir, memberikan pelatihan keterampilan digital bagi karyawan dan pedagang.

Start-up tersebut optimistis teknologi tersebut akan mendukung perusahaan yang melayani masing-masing enam juta mitra

dan lapak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) online, serta 100 juta pelanggan di Tanah Air.

Baru-baru ini, unicorn juga bermitra dengan badan keuangan multinasional. Kolaborasi ini di sisi lain akan fokus pada layanan perbankan digital, dengan program solusi layanan perbankan sebagai perbankan.

Start up tersebut mengatakan bahwa kemitraan ini meningkatkan semangat mereka untuk mewujudkan ekonomi yang adil di Indonesia.

Setidaknya ada dua fokus utama kemitraan ini. Pertama, menghadirkan inovasi di bidang jasa keuangan dan e-commerce.

Keduanya akan menawarkan berbagai layanan keuangan inovatif melalui ekosistem perusahaan rintisan. Kedua, mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

UMKM di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional, dimana berdasarkan data Kementerian Koperasi,

diketahui bahwa UMKM merupakan sektor yang menyumbang 60,34% dari PDB nasional dan menyerap 58,18% dari total investasi di Indonesia.

Dalam pandemi COVID-19, Indonesia melaporkan 87,5% UMKM terkena pandemi. Namun, 27,6% UMKM yang menjalankan bisnisnya secara online meningkat selama pandemi.

Foto : Instagram @jokowi

Dilansir dari sebuah laporan situs globaldata,com, Indonesia adalah pasar e-commerce yang menjanjikan di Asia-Pasifik, dengan beberapa pemain lokal dan global bersaing di pasar tersebut.

Meningkatnya penetrasi Internet, meningkatkan digitalisasi, dan menjamurnya situs web telah mendorong pertumbuhan e-commerce.

Pandemi COVID-19 semakin mempercepat penjualan e-commerce di Indonesia, menurut sebuah perusahaan data dan analitik.

Sebuah analisis mengungkapkan bahwa penjualan e-commerce di negara itu diperkirakan tumbuh 37,4% mencapai Rp351,1 triliun (US $ 25,3 miliar)

pada tahun 2020, dibandingkan dengan perkiraan pra-COVID-19 sebesar 22,2% untuk tahun yang sama.

Angka tersebut diperkirakan akan naik pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 19,2% antara tahun 2020 dan 2024, menjadi Rp707,6 triliun (US $ 51,0 miliar) pada tahun 2024.

Menurut pakar keuangan, belanja online secara bertahap menjadi arus utama di Indonesia dengan lebih banyak konsumen memilih karena kemudahan yang ditawarkannya.

Pergeseran ini menjadi lebih umum selama pandemi COVID-19 dengan penguncian yang ketat dan aturan jarak sosial yang diberlakukan.

Selain itu, untuk mendorong belanja konsumen selama pandemi, pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia dan menggelar program bagi sekitar 2.500 UKM,

memberikan pelatihan tentang pemanfaatan platform e-commerce untuk meningkatkan penjualan.

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Open chat