Alasan Pentingnya Menghindari Hype Copywriting dan Solusi Alternatifnya!

0

Apa itu Hype Copywriting ?

Hype Copywriting adalah gaya tulisan yang terlalu bersemangat dan cenderung berlebihan yang dapat membangkitkan semangat pembaca.

Umumnya ia diletakan pada bagian headline artikel atau pada teks iklan promosi suatu produk

Walau membuat pesan teks menjadi unik dan beda dengan yang lain, Hype berpotensi menurunkan kredibilitas dimata seseorang karena terkesan lebay / melebih-lebihkan.

Misalnya saja “Beli produk kami, dijamin kulit halus hanya dalam 2 hari. Beli sekarang !!” atau “Cara cepat menghilangkan jerawat dalam waktu 5 menit”.

Walau terlihat menjanjikan dan cukup menggiurkan, pesan berlebihan seperti ini justru mengundang kecurigaan seperti Apakah benar kulit bisa halus dalam 2 hari ? apakah bahan yang digunakan aman ?

Jenis-Jenis Teknik Penulisan No-Hype

Guna menghindari bahaya dari Hype Copywriting, berikut ini ada 5 tehnik yang bisa kamu terapkan dan tidak kalah efektifnya dengan Hype Copywriting.

1. Buat penulisan layaknya rapot untuk pembaca

Cari cara untuk memasuki alam pikiran pembaca idealmu dan ekspresikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Lalu tuangkan hal tersebut kedalam tulisan kamu.

Misalnya :

“Sulit menghilangkan jerawat diwajah ? sudah coba-coba krim kecantikan tapi masih tidak hilang juga ? Coba deh krim ABC dan jerawat kamu akan hilang dalam waktu 15 menit”.

2. Menggunakan Kata-kata emosional

Emosional disini bukan berarti kamu harus membuat sipembaca atau target audiens marah, melainkan kata-kata yang bersifat persuasif yang mampu melambangkan keluhan dan situasi pelanggan.

Misalnya saja :

Sebelum: Kampus perkuliahan kami menawarkan program beasiswa gratis bagi mahasiswa berprestasi.

Sesudah: Dengan Mendaftar di kampus kami, Mahasiswa tidak perlu takut putus kuliah karena alasan biaya karena kami menyediakan program beasiswa gratis untuk mereka yang berprestasi.

3. Storytelling

Storytelling atau bisa disebut bercerita. kamu perlu memahami bahwa memberikan cerita menarik kepada calon pembeli akan lebih mudah diterima daripada dengan berjualan secara langsung.

Dengan menggunakan cerita seseorang akan lebih mudah mengingat dan bisa membuat pembaca secara emosional terhubung dengan produk yang kamu tawarkan.

Hasil dari teknik storytelling terbukti lebih efektif dan calon pembeli akan merasa lebih nyaman sehingga lebih mudah untuk difollow up dan melakukan call to action pembelian produk.

4. Pasangkan Masalah dengan Solusi

Pada headline umumnya pembaca lebih suka jika ditulis dalam bentuk daftar atau Listicle.

Mengemas headline dengan angka ditambahkan dengan solusi atas masalah yang dibahas bisa menjadi daya tarik yang bagus tanpa perlu melebih-lebihkan kata.

Misalnya :

  • 10 Hal yang wajib diajarkan kepada anak agar mudah bergaul
  • 7 tips jitu meningkatkan penjualan digital agar bisnis online maju
  • 5 Hal yang wajib dihindari ketika menggunakan kendaraan

5. Lead

Lead merupakan kalimat atau paragraph pertama Anda. Bisa diibaratkan seperti penumpang yang data memimpin penumpang lainnya agar mengikuti.

Untuk alasan ini, Anda akan menemukan tips yang saling melengkapi dengan headline. Anda memiliki banyak pilihan untuk menggunakan lebih banyak kata lagi.

  • Membuka dengan empati. Ajak pembaca kamu ke dalam cerita. Tunjukkan kepada pembaca bahwa kamu bersama mereka dari awal mereka masuk. Buat pembaca menganggukkan kepala dan biarkan mesin dalam kepala mereka berpikir, “Ya, ini adalah tantangan yang sebenarnya dalam hidup saya. Saya bersama kamu.”
  • Ciptakan rasa penasaran. Kamu bisa menciptakan rasa penasaran dengan pertanyaan atau cerita singkat.
  • Gunakan quotes. Kamu bisa menambahkan Quotes dari tokoh terkenal pada bidang yang dibahas untuk meningkatkan kepercayaan pembaca
  • Beri kejutan kepada pembaca. Tulis sesuatu yang berani, kontroversial, atau mengejutkan.

Sumber : aboutpublicrelations.net

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply