Alasan Spotify Mendominasi Industri Musik Berbasis Streaming

0

Musik merupakan hal yang penting bagi manusia dan Ia sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Namun dalam 2 dekade terakhir musik mengalami perkembangan yang sangat signifikan menjadi streaming musik secara online.

Basis streaming telah membajak penghasilan industri tersebut hingga mencapai 11 Milliar Dollar US yang mana mendominasi pasar musik tahun 2019.

Sumber : CNBC

Dan platform spotify yang uniknya keluar sebagai Juara dalam hal subscriber berbayar secara global, mengalahkan perusahaan raksasa seperti Amazon, dan Apple. Dengan profit dilansir hingga 130 milliar Dollar US.

“Perusahaan yang kami bangun dan bakat-bakat yang kami miliki yang ada di platform spotify akan membantu kami menjadi platform audio terbaik didunia” ujar Dawn Ostroff, Chief Content Officer Spotify.

Selama masa pandemik, telah terjadi pergerakan masif terutama didunia digital. Banyak milliaran orang yang kini beralih kebiasaannya menjadi serba online.

Bagaimana Spotify Mendominasi Streaming Audio

Internet telah mengubah banyak aspek dalam hal konsumsi media, namun hanya sedikit diantaranya yang diterima oleh industri musik.

CD merupakan media populer pada pertengahan 90an sebagai medium untuk mendengarkan musik, atau menonton film.

Namun karena banyaknya komputer dibangun dengan sistem Disk drive built in membuat siapapun bisa mentransfer apapun yang ada di CD tersebut kedalam format Mp3, atau Mp4.

Menghasilkan sistem sharing musik Peer-to-peer­ melalui platform seperti Napster dan LimeWire dimana hasilnya sangat dibenci oleh industri musik karena rentan pembajakan (Piracy).

dengan lahirnya iTunes dan iPod besutan Apple yang telah memberikan dampak sukses dengan cara menjual musik secara digital di tahun 2003.

i-Tunes telah mengubah alur industri musik. Ia bahkan menghancurkan jenis menjual bisnis musik lainnya seperti toko CD.

Walau dulu harga CD masih cenderung murah, namun banyak orang dominan lebih memilih iPad sebagai media mendengarkan musik karena simpel dan bisa dibawa kemanapun.

Seiring beberapa tahun berselang, Spotify mulai masuk kepasar musik. Walau dibangun pada tahun 2006, Spotify baru masuk kepasar U.S di tahun 2011.

Mereka melakukan proses uji coba (Beta test) secara gratis namun hanya melalui undangan (Invite-only). Tapi jangan salah, proses tersebut menghasilkan ulasan yang sangat positif.

Akan tetapi bukan berarti perjalanan Spotify baik-baik saja, puncaknya mereka mengalami kendala hak musik yang mencegahnya masuk ke pasar industri musik U.S.

Spotify dilansir terkena denda sebesar $9.8 milliar dollar US saat peluncurannya di tahun 2018. Walau demikian Spotify tetap menarik banyak brand-brand besar. Dan sekarang ini seolah-olah setiap perusahaan teknologi memiliki platform musiknya mereka sendiri.

Misalnya saja, Apple menghapus i-Tunes dan menciptakan Apple Music :

Amazon menciptakan Amazon Music :

Disusul dengan Google yang membuat Google Play Music :

Dan tidak kalah Youtube pun mengeluarkan platform musik mereka sendiri, yaitu Youtube Music :

Akan tetapi Spotify tetap menjadi yang terdepan. Ini semua karena model Freemium mereka dimana seorang pengguna bisa mendengarkan musik secara gratis tetapi mereka harus melihat iklan terlebih dahulu atau membayar untuk subscription tanpa iklan selama 1 bulan.

“Kami percaya pada pelayanan gratis yang sebenarnya. Kami percaya bahwa pengguna akan terus menggunakan Spotify secara terus menerus setiap bulannya dan memiliki akses untuk mendengarkan musik mereka sendiri” kata Daniel Ek, CEO Spotify.

Hasilnya memang sesuai dugaanCEO Spotify, Daniel Ek. Di akhir tahun 2019, Spotify memiliki jumlah subscription berbayar terbesar mengungguli Apple, Amazon, Youtube, maupun brand asal cina seperti Tencent music.

Hasil tersebut disebabkan oleh fitur freemium Spotify yang dinilai pengguna nyaman tanpa adanya paksaan.

Mereka masih bisa mendengarkan musik diplatform Spotify secara gratis dengan melihat iklan dahulu, atau membayar subscription untuk bebas dari iklan.

Beda dengan metode yang diterapkan oleh Apple. Mereka memang memberikan Free-Trial atau uji coba gratis selama 3 bulan. Akan tetapi pengguna mereka dipaksa untuk membayar subscription seterusnya jika masih ingin menggunakan platform Apple Music.

Semua orang suka dengan hal-hal yang bersifat gratis, makanya Spotify tetap menjadi pilihan pengguna dibelahan dunia manapun. Namun gratis tersebut menjadi dilema bagi para kreator musik.

Walau Spotify merupakan tempat dimana kebanyakan orang berada, keuntungan yang kreator musik ini dapat cenderung kecil dari iklan yang dihasilkan di sana.

Berdasarkan CNBC, bahkan pada tahun 2014 Taylor Swift mengajak kreator musik lain untuk memboikot Spotify dengan alasan bayaran yang diterima tidak cukup disetiap streaming-nya. Alhasil Taylor Swift menarik semua album miliknya dari platform tersebut

Tak kalah Adele pun mengikuti langkah Taylor Swift, ia mengatakan bahwa 25 album baru miliknya takkan dirilis pada platform Spotify maupun Apple Music.

Namun pada akhirnya keduanya tetap merilis album mereka di Spotify tetapi mereka membuka jasa streaming dimana didalamnya juga terdapat sesi tanya jawab terkait berapa bayaran kedua penyanyi tersebut terima setiap Streaming nya.

Walau tidak disampaikan jelasnya baik oleh Apple ataupun Spotify, keuntungan disetiap penayangan musik dilansir mencapai 70% untuk para kreator musik.

Pada awal tahun 2019, Spotify mengubah fokusnya lebih kepada audio secara umum ketimbang musiknya. Tujuannya untuk memperluas penawaran serta jangkauan Global lead mereka dihadapan kompetitor.

Menurut Podcast Joe Rogan, atas kerjasama antara Spotify, Kim Kardashian, dan DC Comics membuat saham Spotify melonjak hingga 8%

“Walau pergerakan fokus audio Spotify cenderung kecil ditahap awal, namun seiring berjalannya waktu kami menjadi nomor 1 diantara 20 kompetitor lainnya. Mungkin memang inilah fokus utama kami seharusnya” Ujar Daniel Ek, CEO Spotify tahun lalu.

Selama Pandemi Covid-19

Selama masa pandemik melanda, banyak orang dipaksa untuk tetap dirumah guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Inilah yang menjadi alasan profit Shopify meningkat tajam.

Faktanya saham mereka meningkat pesat hingga 70% sejak awal januari 2020 hingga akhir juni 2020. Walau demikian mereka tetap harus tetap menghasilkan terobosan-terobosan baru.

Pasalnya baru-baru ini Tencent merilis fitur barunya yaitu Karaoke Highlight pada platform musik mereka. Walau Tencent dikenal lebih fokus pada dunia Gaming, akan tetapi bukan berarti Spotify bisa abai begitu saja dan mulai memperhatikan baik-baik kondisi pasar mereka.

Sumber : CNBC

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply