Dampak Pandemik COVID-19 Terhadap Rantai Supplai Tambang Emas

0

Selain kehidupan sehari-hari, Pandemik Covid-19 juga mempengaruhi rantai supplier khususnya dalam industri tambang emas. Baik itu pada tahap produksi hingga sampai ke tangan konsumen (End-User).

Emas tidak serta merta diproduksi begitu saja setelah proses penambangan. Terdapat alur kerja mulai dari tahap penambangan hingga sampai emas jadi dan dikirim ke beberapa sektor industri.

Berikut rinciannya :

Tahapan awal, emas mentah ditambang melalui tambang emas yang ada dibeberapa negara.

Dari situ emas akan diproses hingga menjadi Dore Bar. Dore bar merupakan sebutan untuk emas setengah murni yang butuh dimurnikan lebih lanjut agar memenuhi standar pasar juga standar dunia investasi.

Dore Bar dikirim melalui jalur penerbangan menuju pabrik pemurnian tingkat lanjut (refinery). Umumnya proses pemurnian ini akan menghasilkan 2 jenis emas yang akan dikirim ke sektor yang berbeda.

Pertama, Emas Batangan London (London Good Bars) yang dikirim menuju Bank Dunia (Central Bank) dan Gudang Emas milik London Bullion Market Association (LBMA).

Kedua, Emas batangan dengan berat kurang dari 1 Kg yang dikirim ke sektor Perbankan. Dari Sektor Perbankan umumnya akan dilanjutkan kepada retail-retail mereka yang bereda dibawahnya.

Dari retail tersebut biasanya dijual kepada pedagang emas (Gold Trader) dan dijual kepada konsumen.

Untuk kamu yang biasa ikut ibumu kepasar, biasanya mereka suka menukarkan emas mereka di toko emas yang ada disana. Selain untuk proses daur ulang emas yang cacat.

Emas-emas yang ditukar tersebut nantinya akan didaur ulang kembali agar kemurniannya bisa ditingkatkan lagi seperti semula.

Dampak COVID-19 Terhadap Suplai Emas

Tingginya permintaan pasar terhadap emas dan banyaknya investor dibidang tersebut membuat harga emas melonjak tinggi di pasar dunia. Belum lagi emas harus terlebih dahulu diproses sebelum akhirnya siap dikirim ke pasar.

Berikut ini adalah detail dari dampak yang ditimbulkan pandemik ini terhadap bisnis emas menurut Sprott Physical Bullion Trust.

  • Tahap Produksi : Seiring tingginya tingkat penyebaran virus COVID-19, dan menurunnya produksi emas. Dibanyak negara terpaksa menghentikan proses penambangan bahan mentah mineral tersebut
  • Tahap Pengiriman : Ketatnya regulasi dan terbatasnya rute pengiriman membuat pengiriman emas menjadi terhambat menuju proses pemurnian lebih lanjut (Refinery).
  • Tahap Pemurnian : Tahap pemurnian emas bergantung pada input material mentah yang masuk. Karena sedikitnya input emas mentah yang masuk dan berkurangnya jumlah pekerja, sektor refinery pun ikut terkena dampaknya.
  • Tahap Pedagang : Para pedagang juga kerap merasakan hal serupa. Mereka mengalami lonjakan biaya kirim yang mana memaksa mereka menaikan harga jual emas kepada konsumen.
  • Tahap Pembeli (End-User) : Permintaan yang tinggi, stok terbatas, dan meningkatnya biaya pengiriman menghasilkan harga tinggi untuk para pembeli emas.

Ketatnya regulasi penerbangan, penutupan perbatasan negara, dan berkurangnya jumlah pesawat yang mengudara memberi dampak terhadap harga emas.

Namun karena tidak semua negara memiliki tambang emas, kenaikan yang terjadi bisa ditekan di angka yang sewajarnya.

Disamping itu, pandemik ini juga mempengaruhi pasar investor. Diantaranya terdapat 4 pasar finansial yang ikut terkena imbas COVID-19 :

4 pasar finansial yang ikut terkena imbas COVID-19

  • Future Contract : Perusahaan yang bergerak dalam bidang Future Contract seperti COMEX meramalkan bahwaharga emas akan melambung hingga US$70 diatas harga rata-rata
  • Exchange-Trade Funds (ETFs) : Meningkatknya secara masif stok emas pada ETF dari 83 Miliar oz menjadi 103 Milliar oz sejak awal tahun 2020 sampai bulan Juni.
  • Transfer Emas Fisik untuk Industri Komersial & Finansial : The London Bullion Market Assosiation (LBMA) merekam data transfer emas sebesar 6.573 kali senilai 29.2 Milliar oz (Setara $46.4 Milliar US Dollar) sepanjang bulan Maret 2020. Merupakan jumlah transfer terbesar sejak 1996
  • Koin dan Emas batangan : COINGEAG Index mengklaim bahwa harga koin emas dan emas batangan juga mengalami lonjakan harga sejak awal pandemik

Pandemik COVID-19 benar-benar layaknya badai besar khususnya untuk emas dengan mengganggu rantai suplai mineral tersebut secara mendunia. Sementara disisi yang lain permintaan investor terhadap mineral emas naik pesat di seluruh dunia.

Hong Kong, Singapura, dan Dubai menjadi Importir dan eksportir emas terbesar walaupun mereka tidak memiliki tambang emas sama sekali.

Walau Covid-19 layaknya badai besar yang menggangu alur rantai supplai emas saat permintaan pasar tinggi, akan tetapi pasar emas hingga kini masih mampu untuk tetap beroperasi.

Sumber : Visualcapitalist.com

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply