AI & Data Science

Israel Buat Robot Perang Bernama ROOK

Written by Techfor Id

TechforID – Perusahaan teknologi militer asal Israel, Roboteam bersama dengan Elbit Systems, mengumumkan debut generasi terbaru robot perang yang disebut ROOK.

ROOK merupakan kendaraan militer multi-muatan 6×6 Unmanned Ground Vehicle (UGV) tanpa awak yang bergerak dengan pikiran sendiri. Solusi bagi negara-negara yang tak ingin mengirim tentara pada perang masa depan.

“Jika Anda ingin mengirim robot di mana Anda tidak ingin mengirim tentara, Anda memerlukan solusi untuk itu,” ucap CEO dan Pendiri Roboteam, Elad Levy, Selasa, 16 November 2021.

Menurut Levy, desain inovatif UGV dan rangkaian otonomi bawaan menawarkan peningkatan kapasitas, kemampuan manuver dan kelincahan dari model sebelumnya,

“Ini adalah mesin manusia yang benar-benar bagian dari tim,” ujar Direktur Senior Elbit C4I dan Cyber, Yoav Poizner.

Poizner mengatakan, ROOK dirancang sebagai platform UGV robotik, sesuai dengan standar militer yang berlaku.

Baca juga: Robot Mungil Amazon Bernama Astro, Penjaga Rumah yang Unik

ROOK memiliki struktur kotak modular yang memungkinkan komponen diganti oleh pengguna di lapangan tanpa dukungan pabrikan. Fitur lainnya yakni, pusat gravitasi rendah untuk membawa muatan berat di medan yang kasar.

Israel Buat Robot Perang Bernama ROOK. Foto: robo-team

ROOK memiliki berat 1.200 kg (2.646 lbs), dapat membawa muatan setara dengan berat tubuhnya sendiri. Berdiri 24cm di atas tanah dan bergerak dengan kecepatan hingga 30 kilometer per jam (19 mph).

Robot buatan Israel ini sepenuhnya mematuhi Profil Interoperabilitas UGV (IOP) untuk integrasi muatan plug-and-play. Mesinnya menavigasi gurun, salju atau medan kasar lainnya pada siang atau di malam hari.

Sensor canggih ROOK dapat mengenali tentara dan mengikuti mereka di lapangan, memungkinkannya melaju di luar jalan raya tanpa jatuh.

Selain itu, dapat membedakan antara rumput, batu, dan jalur lain agar tetap di jalurnya dan menghindari kecelakaan, seolah manusia yang mengendarainya.

Roboteam mengatakan ROOK akan digunakan untuk memberikan pasokan, berfungsi sebagai medevac untuk korban tarik dari lapangan, mengambil bagian dalam misi pengumpulan intelijen dan berfungsi sebagai sistem senjata jarak jauh.

“Anda dapat mengirim ROOK ke tempat-tempat kamu tidak mau pergi,” kata Levy.

Roboteam didirikan pada tahun 2009. Saat ini, memiliki 40 karyawan yang bekerja di kantor pusatnya di Amerika Serikat dan Israel.

Baca artikel selanjutnya:

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu