cryptocurrency

JPMorgan Siap Tawarkan Dana Bitcoin Untuk Nasabahnya yang Kaya

Written by Techfor Id

Perusahaan investasi perbankan raksasa JPMorgan Chase & CO sedang bersiap untuk menawarkan dana Bitcoin untuk keliatan, tapi penawaran ini hanya untuk kliennya yang kaya saja.

Dilansir dari Coindesk Senin lalu, Dana ini akan secara aktif dikelola dan tersedia setelah musim panas tahun ini berakhir.

Sayangnya tanggal pastinya belum ditentukan, tapi ada kabar bahwa  NYDIG akan menjadi penyedia hak asuh dana tersebut.

Baik Juru bicara JPMorgan dan NYDIG pun menolak berkomentar saat ditanyai lebih lanjut tentang hal ini.

Baca Juga :

10 Jenis Sensor Canggih Bertenaga IoT!

Mengacu data dari Coindesk juga, harga Bitcoin menembus level US$ 53.000, persisnya US $53.532,04 pada Senin pukul 20.10 WIB atau naik 7,08% dibanding posisi 24 jam sebelumnya.

Bitcoin seringkali dibanding-bandingkan dengan emas karena persediannya yang terbatas.

Produksi atau penambangan bitcoin mentok di 21 juta unit, sedangkan saat ini yang sudah ditambang sekitar 18,5 juta unit.

Bank-bank di Wall Street saat ini memang sedang bergulat satu sama lain.

Mereka semua saling mempertimbangkan akan menawarkan mata uang kripto atau tidak, karena popularitasnya yang setiap bulannya kian naik.

JPMorgan sebagai pemain besar, mengambil langkah besar pertamanya tahun lalu. Saat mereka menambahkan pertukaran Bitcoin, Coinbase, dan Gemini Trust untuk kliennya.

Kabarnya juga perusahaan ini sudah meluncurkan kripto versinya sendiri di tahun 2019 yaitu JPM Coin.

Daniel Pinto selaku Co-President JPMorgan mengatakan minggu lalu kalau perusahaan akan menemani kliennya dalam hal Bitcoin.

Ada beberapa Bank besar AS juga yang bergabung dengan Morgan Stanley dalam perencanaan menawarkan akses ke dana Bitcoin.

JPMorgan memperkirakan kalau bitcoin bisa menembus angka US $ 146.000 dalam beberapa tahun ke depan.

Bitcoin bersaing dengan emas sebagai instrumen investasi lindung nilai terhadap inflasi.

Ekonom-ekonom terkenal masih skeptis akan bitcoin. Nouriel Roubini mengatakan bitcoin dan cryptocurrency sejenis tidak memiliki nilai intrinsik.

Survei Deutsche Bank juga menemukan bahwa bitcoin adalah membual investasi yang sangat rawan.

Analis JPMOrgan kenaikan harga bitcoin akhir-akhir ini tidak berlaku, kecuali bitcoin menjadi tidak terlalu volatil.

Cryptocurrency juga memiliki manfaat diversifikasi yang meragukan dan sebagai instrumen lindung nilai yang buruk terhadap koreksi pasar modal.

Baca Artikel Berikutnya,

Pandemi COVID Percepat Perkembangan Proyek IOT di Singapura!

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Open chat