Startup

Tips Menjadi Product Manager Yang Efektif

Avatar photo
Written by Bayu Adi Persada

Tanggung jawab seorang product manager untuk mengatur inti sebuah perencanaan, seperti mengatur strategi, tujuan yang ingin dicapai, pengembangan dari sebuah produk.

Dalam hal ini produk yang dimaksud ada dua macam yaitu produk fisik dan digital. Adapaun product manager  mempunyai tanggung jawab dalam hal pemasaran dan persoalan keuntungan dan kerugian.

Baca Artikel Terkait : Mengenal Bagaimana Peran CTO sebagai Benteng Perusahaan

Ada beberapa yang menjadi tugas dasar seorang product manager seperti harus bisa memahami bagaimana perilaku konsumen, dapat menjual produk sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen, baik itu produk fisik maupun produk digital, serta mengevaluasinya.

Dalam menikmati arus kemajuan global, istilah product manager sudah banyak dikenali dan diminati oleh banyak orang, dimana perusahaan juga harus memilih orang yang deliver, dengan kata lain product manager harus memberikan produk yang relevan untuk pengguna.

Salah seorang yang bekerja sebagai product manager menarik perhatian tim kami untuk diwawancarai, oleh karena itu, tim berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan

Bayu Adi Persada – senior Product Manager Bukalapak

Berikut hasil wawancara kami :

Boleh disebutkaan peran saat ini dan  kegiatan kerja bapak?

Saya Bayu, saya Product Manager di BukaLapak dalam hal marketing. Marketing disini lebih kepada konsep marketing jadi kita ada beberapa inisiatif terkait di konten dan terkait di divisi partnership dengan pihak-pihak lain dengan goverment dengan pihak swasta lain juga masih saya. Tapi mostly saya bertanggungjawab di pengembangan.

Bagaimana menurut bapak menjadi Product manager untuk sekarang dan kedepan?

Sebenarnya menang kita lagi asik gap antara supply dan demand. Terkait demand kalau di kita di product, anak-anak product atau orang-orang product sebenarnya cukup besar. Karena kan semakin banyak startup, beberapa perusahaan sudah merubah mindset dari project ke product juga. Jadi memang demand nya untuk orang product cukup besar tetapi di client supply nya terbatas. Jadi orang-orang yang qualified, orang-orang yang memang capable untuk menjadi (product create) tidak begitu banyak jadi ada gap. Ini yang mesti kita PR-PR juga ni. Bagaimana industri, pendidikan, pemerintah juga mungkin bekerja, ikut terlibat. Karena kedepan kalau kita berbicara ekonomi digital ya memang mindset-nya di product. Product itu kan fokusnya adalah never-ending developer. Jadi kita mencari pengembangan-pengembangan baru nah ini yang perlu ditanamkan.

Tantangan apa yang dihadapi sebagai Product Manager?

Tantangannya kita benar-benar harus mencari inovasi-inovasi baru terhadap konten kita.  Kalau di product itu kita tidak bisa disuruh atau diminta oleh client atau diminta oleh atasan. Emang inisiatifnya, kemudian aspirasinya, visinya itu memang harus dari diri sendiri. Ini product mau diapain, ini fitur mau dikembangin seperti apa. Jadi benar-benar kita punya object apa dan kita mesti melakukan apapun untuk mencapai object itu.

Dalam bekerja, ada tools atau aplikasi yang bisa membantu dalam manajemen product ini?

Tools itu hanya membantu tapi memang mindset itu harus datang dari orangnya sendiri. Saya bisa sebut Jira atau Trello misalnya. Itu khusus buat kita manage product, bagaimana caranya me-manage bagaimana mengembangkan story, eksekusinya seperti apa, development kita bagaimana nah itu kita pakai Jira atau Trello

Tempat Kursus Komputer Terbaik | Digital Marketing, Programming, SEO, Dll.

Bagaimana sih gambaran kerja sehari-hari sebagai Product Manager?

Karena lingkup product manager itu besar, besar sekali mulai dari data, research, design, development, teknis, bussines oprational, jadi kita megang hampir semua hal terkait product kita. Jadi kalau ditanya sehari-hari overall gimana saya tidak bisa bilang ini jadi pakem ya. Cuma kalau bagi saya pertama ketika ada data aplikator pasti saya nge-check matriks, gimana datanya gimana sih yang kemarin, product kita gimana sih yang mungkin framework seperti apa, ada eror apa tidak. Kemudian kedua kita juga nge-check development progress kita, engineer sudah sampai mana progressnya, apa yang bisa dibantu, jalan apa. Kalau kita ada stakeholder meeting, product kita tidak mungkin sendiri-sendiri pasti ada stakeholdernya mungkin dari bisnis mungkin dari atasan nah kita harus bisa menjembatani setiap kedua hal itu. Kemudian misalnya branding lagi untuk ke depan kemudian ada research kita hari ini misal ada rapat sama user, jadi tidak boleh hanya duduk di kursi depan laptop sepanjang hari, kita harus mobile. Mesti ketemu stakeholder, rapat.

Industri apa saja yang membutuhkan product manager?

Banyak, sekarang banyak sekali. Bahkan Astra mencari shifting juga. Telekomunikasi seperti XL, Telkom sudah mulai mencari shifting, Kalau ditanya industri apa saja ya banyak banget. Sekarang startup mencari product, hampir semua startup mencari product itu. Jadi perusahaan-perusahaan yang sudah besar seperti industri telekomunikasi, industri digital. Ya, memang mencari orang-orang product yang bisa dikembangkan menjadi manager product yang memang kompeten.

Rata-rata atau range gaji seorang product manager itu berapa?

Nah ini bisa macam-macam, kalau dibilang 40-50 juta juga ada. Jadi tergantung dari sisi kompetensinya, sisi levelnya, sisi pengalamannya itu yang jadi pertimbangan bagi employeer untuk memberi kompensasi.

Level berdasarkan pengalaman kerja?

Iya, dari kompetensi, scope nya besar atau tidak dari cara dia handle product itu juga termasuk, impact nya apa waktu dia kembangin itu kan jadi point penilaian juga.

Perlu kuliah di bidang IT tidak untuk menjadi seorang product manager?

Tidak, banyak juga anak-anak ekonomi, bisnis, bahkan ada teman saya dari sastra. Yang paling penting punya mindset soal bisnis dan teknologi. Bagaimana kita punya cara running menjalankan semua inisiatif bisnis yang pasti bisa positivable tapi kita juga bisa mengerti bagaimana achiveing the bussines school denggan bantuan teknologi. Itu yang sering kali menjadi challenge juga tidak semua orang punya kompetensi tersebut. Antara kompetensi bisnisnya bagaimana, kemudian teknologinya bagaimana. Teknologi ini secara umum, tidak mesti bisa ngoding, database atau segala macam.

Berdasarkan pengalaman, bagian tersulit saat menjalankan managing product

Banyak. Misal kita mencoba bagaimana cara menarik lebih banyak user ke platform kita. Solusinya bisa jadi solusi teknis atau solusi bisnis. Contoh solusi teknis itu seperti platform dipercantik, dipercepat, secara e-commerce lebih cepat, secara visual jadi lebih elegan, lebih punya kelas dan segala macam dan itu eventually secara bertahap user pasti akan tertarik masuk ke platform kita. Dan yang kedua bisa jadi dengan bisnis dari situ inisiatif baru. Makanya tadi saya cerita saya juga nge-lead konten marketing, kemarin eksperimen konten marketing kita juga berhasil menambah sekian puluh ribu users akhirnya masuk ke platform kita setiap hari. Dan ini tentu tidak bisa sekali buat berhasil, kita coba interaksi beberapa kali untuk mempertajam inisiatif ini sampai akhirnya benar-benar berhasil dan akhirnya sekarang tinggal kita kembangin terus. Jadi kebayang ya, solusinya bisa di teknis atau di bisnis.

Ada saran untuk para manager product yang mentok pada saat menjalankan project nya?

Mentok itu biasa, hanya jangan kita tenggelam dalam mentoknya itu justru jadi frustasi. Take a break, bisa. Misal kalau saya lagi nge-stuck, saya makan siang di luar, di cafe, menyendiri. Kalau di kantor kita sangat fleksibel bisa kerja di cafe, bisa kerja remote misalnya untuk bisa dapat inspirasi. Kemudian itu bisa jadi satu opsi kemudian ngobrol dengan orang lain juga bisa jadi opsi agar bisa dapat ide. Jadi kita tidak mencoba menyelesaikan masalah itu sendiri, kita kan punya team, punya stakeholder, punya partner dan segala macam yang bisa kita manfaatkan untuk berkomunikasi agar mendapatkan solusi yang lebih baik. Kemudian yang ketiga bisa jadi benar-benar belajar independen seperti misalnya lihat saja ke kompetitor atau ke platform-platform lain yang serupa. Menurut saya semua pengetahuan ada di internet, jadi kalau mentok dan tidak tahu mau ngapain itu tidak mungkin karena pasti orang lain sudah pernah melakukan hal serupa diluar sana, kita mau tidak mencari. Harusnya kita lebih kreatif untuk bisa mencari jalan keluar.

Sebagai manager product bagaimana sistem kerjanya? Apakah bias kerja remote?

Kalau kita di BukaLapak dan startup pada umumnya lumayan fleksibel as long as kerjaan selesai, kita bisa kerja dimana saja. Itu enaknya kerja di startup di BukaLapak.

Pelajaran yang diharapkan ada di kampus yang dapat membantu pekerjaan manager product?

Ya pelajaran product management, karena kita sekarang ada management project tapi management product itu tidak ada. Padahal project management bisa dalam lingkup productnya juga. Nah kita mesti punya mindset yang tidak terbatas oleh waktu, kalau project kan ada waktunya. Project kapan selesainya nah kalau product kenapa kita melakukan itu. Dan pertanyaannya lebih holistik dan apa yang dilakukan juga lebih besar. Ini yang harus dikembangkan di kampus-kampus supaya pemahaman soal product management ini makin kental.

Menurut Bapak keahlian apa yang masih kurang untuk Bapak miliki sebagai manager product?

Saya masih harus belajar soal operation, saya selama ini belum banyak menyentuh operation. Jadi mostly technology operationnya belum banyak tersentuh, nah itu saya mesti banyak belajar soal operation. Misal eksekusi lapangan orang seperti itu yang selama ini belum terekspos dibidang itu.

Jika bisa memilih, Sebutkan 3 keahlian yang diharapkan dan di kuasai dari partner kerja?

Saya senang partner yang kritis, jadi bisa saling bertukar pendapat, tidak pasif. Jadi kalau saya bilang A dia akan bertanya kenapa tidak B. Kritis itu penting. Kalau saya punya partner yang iya-iya saja jadi susah. Yang kedua, partner yang komunikatif. Komunikatif artinya bisa menjelaskan solusi dengan baik. Komunikatif itu cara komunikasi dia udah bagus, udah enak, udah bisa diajak bicara dengan baik. Dan ketiga, saya senang dengan orang-orang yang punya inisiatif. Itu benar-benar tidak hanya bergerak di satu scope melainkan melakukan suatu hal baru, bereksperimen.

Kalau bisa kembali ke masa kuliah, belajar, training, atau kursus kira-kira keahlian apa yang diharapkan lebih dikuasai di bidang management product? Dan alasannya.

Research. Kita di ITB dulu tidak terlalu kental soal researchnya. Research itu saat S2 baru intens. Harapannya di Indonesia kan minim research, di semua level jadi orang itu butuh ngerti soal research bagaimana menjalankan research, bagaimana caranya mengevaluasi, menganalisis, kemudian mengambil insight dari situ. Ini permasalahan fundamental di hampir semua universitas termasuk yang bagus-bagus

Apa ada sisi lain pak Bayu dari seorang manager product

Kalau travelling saya suka, saya juga penulis release juga di majalah kalau buat travel. Jadi saya juga nulis, kirim ke majalah, koran. Itu kesenangan pribadi saja. Saya juga senang ngajar.

About the author

Avatar photo

Bayu Adi Persada

Senior Product Manager at Bukalapak.
Lecturer at Universitas Indraprasta PGRI (2015 - 2018).
Teacher Gerakan Indonesia Mengajar (2011 - 2014)

1 Comment

  • Saya mau nanya nih dari menjadi seorang product manager, keinginan apa yang belum tercapai oleh bapak

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu