5 Kisah Inspiratif Seorang Ayah yang Rela Berjuang Untuk Anaknya!

0

Selain Ibu, Ayah adalah sosok lainnya yang rela berkorban demi melihat anaknya bahagia dan mencapai kesuksesan.

Untuk menjamin keberlangsungan hidup para anggota keluarganya, seorang ayah akan melakukan segala cara.

Bicara Hari Ayah, kurang lengkap rasanya jika tak membahas sosok-sosok ayah hebat yang rela berjuang demi membahagiakan keluarganya.

Walau tidak terkait dengan harta, berikut adalah 5 sosok ayah dengan pengorbanan yang luar biasa hebat.

1. Kuli Panggul yang Berhasil Kuliahkan Anaknya Hingga Sarjana

Kisah sosok ayah hebat selanjutnya datang dari Filipina. Cerita bermula ketika seorang wanita bernama Mailyn Esquelito Akoy membagikan kisahnya di medial sosial. Dalam unggahannya tersebut,

Akoy menceritakan bahwa ayahnya yang seorang kuli panggul sukses menguliahkannya hingga sarjana.

Akoy juga mengaku, perjuangan ayahnya tak hanya sekadar membiayai kuliahnya. Kata Akoy, rumahnya pernah terbakar dan kakak laki-lakinya meninggal setelah jatuh sakit. Keluarganya tak punya biaya untuk membawa sang kakak ke rumah sakit.

Terlepas dari semua itu, sang ayah tetap berpikir positif dan bekerja keras untuk memastikan Akoy menyelesaikan studinya. Kini, Akoy telah meraih gelar sarjana dan menjadi seorang wanita sukses di negerinya.

2. Menggendong Anaknya Setiap Hari untuk Sekolah

Sosok ayah hebat lainnya datang dari China yang bernama Yu Xukang. Karena putranya mengalami kelumpuhan sejak lahir, Yu Xukang setiap hari harus menggendong anaknya sejauh 28 kilometer untuk bersekolah.

Selain itu, setiap pagi dirinya selalu bangun pukul 5 dan menyiapkan bekal untuk makan siang putranya.
 
Sebenarnya Yu sudah mendaftarkan anaknya di sekolah yang ada di desanya, tapi sekolah itu menolak karena putranya dianggap tidak mampu secara fisik dan mental.

Yu tidak mau menyerah, akhirnya ada sekolah yang mau menerima kondisi anaknya. Meskipun lokasinya sangat jauh, Yu tetap bertekad untuk menyekolahkan anaknya agar memiliki masa depan yang lebih baik.

3. Membangun rumah demi Keluarga walau tangannya sudah diamputasi

Dilansir dari World of Buzz, seorang pria asal Gansu, China bernama Loh membangun rumah untuk keluarganya.

Sekilas memang tidak ada yang aneh dari hal tersebut, akan tetapi disini Loh melakukan hal tersebut meski kedua tangannya sudah diamputasi karena kecelakan di masa lalunya.

Lewat keterbatasan fisik yang ada, Loh bekerja seperti pegawai lainnya. Ia menolak untuk diperlakukan secara berbeda dari rekan kerjanya. Semua orang dibuat kagum dengan ketekunan yang ia tunjukkan.

Tak heran jika sampai saat ini, Loh dijuluki sebagai pria sejati. Usaha keras yang Loh lakukan tidak sia-sia, kini rumah impian dengan dua lantai itu sudah bisa ia tinggali bersama istri dan anak-anaknya.

4. Seorang Penarik becak yang anaknya kuliah di Inggris

Mugiyono, pria paruh baya asal Kendal tak pernah menyangka jika putri tercintanya, Raeni,  bisa mengenyam pendidikan di luar negeri.

Padahal, ia hanya penarik becak yang penghasilannya tak seberapa. Ketika Raeni lulus SMA, Mugiyono mungkin bisa sedikit lega karena putrinya tersebut menerima beasiswa di Universitas Negeri Semarang.

Namun, masalah muncul saat Raeni butuh laptop untuk menunjang kuliahnya. Tak ingin anaknya kecewa, Mugiyono pun berutang pada kerabatnya.

Untuk melunasi utang dan biaya hidup Raeni di Semarang, Mugiyono menggunakan uang pesangon yang ia dapat setelah memutuskan berhenti kerja sebagai petugas jaga di PT Kayu Lapis Kaliwungu.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mugiyono pun menjadi penarik becak saat siang dan menjaga sekolah pada malam hari.

Perjuangan dan pengorbanan Mugiyono ternyata tidak sia-sia. Raeni berhasil lulus dengan predikat cumlaude di universitas tersebut.

Yang lebih membanggakan, Raeni juga mendapatkan beasiswa S2 di University of Birmingham, Inggris, dan telah lulus pada Desember 2016 lalu. Kabar terbaru, ia akan menempuh pendidikan S3 di universitas yang sama.

5.  Rela Makan Mie Instan & Roti selama 7 Tahun

Ayah hebat selanjutnya bernama Hou Yanwei. Demi mewujudkan mimpi putrinya, dirinya rela makan mie instan dan roti kukus selama tujuh tahun agar putri tercintanya menjadi seorang pesenam.
 
Putri Hou jatuh cinta dengan senam sejak usia empat tahun. Melihat hal ini, Hou berusaha semaksimal mungkin untuk memasukkan anaknya ke Institut Pendidikan Jasmani Wuhan. Karena biaya sekolah di sana sangat mahal, Hou pun harus memangkas pengeluaran makannya setiap hari.
 
Pria yang hanya berprofesi sebagai tukang sapu ini percaya jika pengorbanan yang dilakukannya akan memberikan putrinya kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply