Artikel

5 Perbedaan Antara B2B Vs B2C Untuk Mulai Mendirikan Bisnis

Copywriting
Written by Techfor Id

Definisi B2B dan B2C

Kalau kamu sudah lama berada didunia Digital Marketing, kamu pasti akrab dengan Istilah B2B (Business To Business) dan B2C (Business To Consumer).

Strategi pemasaran B2B  berfokus pada keputusan pembelian yang didorong oleh proses logis, sementara pemasaran B2C, berfokus pada keputusan pembelian yang digerakkan oleh emosi.

B2B umumnya :

  • Menjual secara Grosiran
  • Berbasis sistem distribusi ke retail besar
  • Menjual produk / jasa ke suatu organisasi (Bisnis, Non Profit)
  • Supplier menjual produk ke reseller
  • Memiliki nilai jual tinggi

Sedangkan B2C :

  • Memiliki nilai jual yang rendah
  • Siklus penjualan yang lebih kecil
  • Menjual langsung kepada pelanggan perorangan / grup
  • 95% penjualan biasanya terjadi di Website / toko fisik
  • Minimnya interaksi penjualan

Perbedaan B2B & B2C

1. Target Audiens

Dalam menargetkan audiens, baik itu B2B memiliki target yang berbeda-beda,

Untuk B2B : Biasanya mengincar sosok pemegang keputusan penting dalam suatu perusahaan atau organisasi. Misalnya saja pemilik perusahaan atau general manager.

Sedangkan B2C : Menargetkan siapa saja yang berpotensi membeli produk. B2C umumnya menawarkan produk secara langsung kepada pelanggan yang ditargetkan.

2. Logic Vs Emotion

Menceritakan suatu kisah (Storytelling) adalah salah satu cara terbaik suatu brand untuk membuat orang peduli. Ini juga cara yang bagus untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan mempengaruhi keputusan pembelian.

Marketing B2B meliputi hal-hal yang berbau logis. Seorang marketer B2B harus bisa menceritakan produk / jasa, fitur, dan manfaatnya untuk organisasi atau perusahaan yang diincar, tanpa adanya unsur emosi sedikitpun didalamnya.

Sedangkan B2C pelanggan akan lebih tertarik jika mengandung unsur emosi didalamnya. Misalnya saja kamu bisa memposting testimoni pelanggan lain di iklanmu dengan bercerita tentang manfaat apa yang didapat setelah menggunakan produkmu.

3. Return Of Investment (Balik Modal)

Target B2B biasanya ingin langsung mengetahui keuntungan yang mereka peroleh dari produk atau jasamu. Dengan demikian, sebagian besar pembelian B2B didorong oleh profit yang didapat dan logika di balik produk / layanan.

Itulah mengapa metode pemasaran berbasis data amat penting bagi marketer B2B. Menurut Combo App, 57% pemasar B2B yang merangkul pemasaran berbasis data “lebih efektif dan produktif dalam memberikan ROI positif melalui pekerjaan mereka”.

Sebaliknya, B2C lebih tertarik pada hiburan, penawaran, dan bagian menarik lainnya dari proses pembelian (Misal Diskon / Sale). Mereka mungkin akan lebih peduli jika bisa mendapatkan diskon daripada tahan lama tidaknya produk yang dijual.

4. Marketing Cost (Biaya Pemasaran)

Proses marketing B2B biasanya melewati proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Ini karena pembuat keputusan dalam suatu perusahaan memang tidak hanya 1, yang mana biaya yang dikeluarkan mungkin akan lebih besar.

Berbeda dengan B2B, pelanggan B2C tipikalnya sangat sederhana dimana hanya ada 1 orang saja yang membuat keputusan (si pelanggan itu sendiri). Sehingga menghemat biaya dan waktu yang dikeluarkan.

5. Buying Cycle (Siklus Pembelian)

Pelanggan B2C mungkin hanya perlu mencari rekomendasi dari keluarga dan teman. Keputusan pembelian biasanya dibuat oleh satu orang dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Sedangkan Proses pembelian B2B lain lagi ceritanya. Pasalnya terdapat kepala departemen lain yang harus memberi lampu hijau sebelum pembelian dilakukan. Karena pemasar B2B tidak berurusan dengan individu, proses keputusan pembelian bisa memakan waktu lebih lama dan menjadi lebih kompleks setiap harinya.

Sebenarnya, baik itu B2B dan B2C sama baiknya. Hanya saja untuk B2B cenderung memakan proses yang panjang akan tetapi keuntungan yang didapat besar, sedangkan B2C berlaku sebalik. Ini semua kembali lagi kepada seperti apa strategi marketing yang kamu terapkan.

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Open chat