8 Tips Membangun Aplikasi Berkualitas Menggunakan Firebase

0

Sebelum membahas tipsnya, mari kita pelajari dahulu apa saja yang membuat suatu aplikasi dianggap berkualitas.

Kualitas aplikasi adalah pandangan holistik tentang pengalaman pelanggan.

Mulai dari berinteraksi dengan fungsi aplikasi – dapatkah orang melakukan tugas yang seharusnya mereka lakukan dengan cepat dan mudah ?  hingga adanya masalah teknis seperti :

  • Apakah aplikasi berjalan lancer atau macet ?
  • Apakah terdapat kendala pada perfomanya ?
  • Apakah proses memuat lambat ?

Semua hal tersebut membentuk berkualitas atau tidaknya suatu aplikasi baik untuk si pengembang maupun penggunanya.

Tips 1: Uji dan uji lagi

Pengujian adalah salah satu langkah penting yang harus kamu ambil untuk memastikan aplikasi kamu sudah stabil atau belum.

Mulailah dengan dasar-dasarnya seperti menguji kode kamu dengan unit, integrasi, dan pengujian UI. Gunakan tim kamu juga dan orang lain di organisasimu untuk menguji secara internal sebelum kamu meluncurkannya. Pertimbangkan untuk melibatkan komunitas kamu dalam tes tertutup atau terbuka.

Ada beberapa tools untuk mendukung pengujian kode di Android Studio dan Konsol Google Play. Misalnya seperti Firebase yang menyertakan alat untuk mengaktifkan pengujian, seperti Firebase Test Lab.

Tips 2: Gunakan Featured Flag

Konfigurasi jarak jauh Firebase dapat memungkinkan kamu untuk mengintegrasikan Featured Flag  ke dalam alur kerja aplikasi kamu yang membantu meningkatkan kualitas aplikasi. Kegunaan dari Featured Flag antara lain :

  • Saat kamu meluncurkan rilisan aplikasi baru dan menemukan bahwa fitur tidak berfungsi sebagaimana mestinya, Kamu menggunakan Featured Flag untuk menonaktifkan fungsi tersebut, menghindari keharusan untuk memutar kembali seluruh rilis.
  • Saat kamu menggunakan Featured Flag untuk meluncurkan beberapa versi pembaruan dengan mengaktifkan atau menonaktifkan fitur berdasarkan perangkat.  Fitur Ini membantu menjalankan uji peluncuran untuk menentukan kumpulan fitur mana yang bekerja paling baik di berbagai perangkat dan memutuskan fitur mana yang didistribusikan ke semua pengguna.

Tips 3: Siapkan metrik kesiapan rilis

Terkadang sulit untuk mengetahui kapan build aplikasi sudah siap dirilis atau belum. Namun dengan menggunakan tools yang ada didalam Firebase seperti :

  • App Distribution
  • Crashlytics
  • dan Performance Monitoring

Kamu bisa dengan mudah membagikan versi pra-rilis aplikasi kepada tim untuk pengujian internal. Kamu juga nantinya mendapatkan laporan kerusakan dan kinerja mendalam yang memberi rasa kepercayaan diri untuk meluncurkan aplikasi.

Deliveroo beralih dari 99,35% sesi bebas error menjadi> 99,7% dengan menggunakan Crashlytics untuk mengidentifikasi, memperbaiki bug, dan memantau metric kesiapan rilis.

Tips 4 : Otomatiskan Tahap Perilisan

Jangan mengandalkan langkah rilis yang dijalankan secara manual, melainkan masukkan semuanya ke dalam skrip secepat mungkin.

Di Deliveroo, otomatisasi menyertakan pemeriksaan lint sebagai bagian dari Continous Integration (CI) untuk memastikan string yang diterjemahkan berada dalam format yang benar.

Kamu juga menjalankan skrip rilis untuk membuat tag di GitHub, yang memicu rilis build di CI dan mengupload build tersebut ke play store. Beralih ke skrip otomatis selama perilisan aplikasi bisa memangkas waktu dengan signifikan

Tips 5 : Gunakan Stage Rollout

Saat meluncurkan update, gunakan Stage Rollout di Konsol Play. Dengan Stage Rollout, pembaruan kamu dikirimkan ke sebagian pengguna kamu.

Jika fitur tersebut bekerja dengan baik dengan subkumpulan pengguna kamu, maka kamu bisa meningkatkan jumlah pengguna yang menerima pembaruan.

Atau semisal jika fitur tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kamu juga bisa nghentikan peluncuran untuk memperbaiki masalah atau sepenuhnya menunda tahap peluncuran. Pendekatan ini membantu meminimalkan jumlah pengguna yang terpengaruh oleh masalah tak terduga.

Tip 6 : Mengatur pemberitahuan peringatan (Alert Notification)

Manfaatkan pemberitahuan peringatan untuk menyampaikan masalah kepada kamu segera setelah terjadi. Misalnya, peringatan kecepatan Firebase Crashlytics dapat memberi tahu tim kamu jika ada masalah yang menyebabkan masalah mendesak di aplikasi kamu.

Kamu juga dapat menggunakan preferensi notifikasi di Konsol Play untuk menyiapkan peringatan email saat aplikasi kamu mendapatkan rating satu bintang.

Deliveroo mengekspor data ke BigQuery dan mengimpornya ke alat internal untuk menyiapkan peringatan yang diperlukan untuk mengetahui seberapa baik rilis yang terjadi.

Misalnya, selama peluncuran, karena kita dapat mengelompokkan kesalahan, kita dapat menggali data di BigQuery untuk melihat apa yang terjadi dan berapa banyak pengguna yang terpengaruh.

Tips 7 : Gunakan log dan kunci khusus di Crashlytics

Salah satu tantangan peluncuran yang umum adalah fenomena dimana aplikasi tidak berjalan di satu jenis perangkat. Aplikasi kamu dapat diinstal pada ratusan jenis perangkat yang berbeda, dengan banyak konfigurasi berbeda pada setiap jenis perangkat.

Akibatnya, pengembang dapat menghabiskan banyak waktu dengan tidak berhasil mencoba mereproduksi kerusakan karena mereka tidak dapat mengetahui konfigurasi yang menyebabkan kerusakan.

Tetapi Crashlytics membantu merekam konfigurasi perangkat, tindakan pengguna, dan status aplikasi. Saat masalah muncul, penggunaan log dan kunci khusus di Crashlytics akan memudahkan untuk mereproduksi error dan mengetahui peristiwa mana yang menyebabkan error.

Tips 9 : Pantau dan TIndak Lanjut umpan balik pengguna

Pantau peringkat dan ulasan pengguna karena itu adalah cara yang bagus untuk selalu memantau segala hal. Deliveroo memantau bagaimana pesanan dikirimkan dan apakah pelanggan mereka senang.

Meskipun ini di luar proses pengembangan aplikasi, ini memberikan umpan balik kepada tim pengembangan.

Pendekatan lain adalah dengan menggunakan alat analisis untuk memeriksa berapa banyak pengguna yang menggunakan fitur-fitur utama. Jika penggunaan fitur tiba-tiba turun, mungkin ada masalah.

Sumber : medium.com

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply