Bahasa Pemrograman & Framework Yang Mana Yang Harus Dipelajari?

8


Sejak teknologi dan internet yang terus berkembang, semakin banyak aplikasi-aplikasi yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Aplikasi tersebut diciptakan dengan berbagai platform, seperti desktop, mobile dan web.

Baca Artikel Terkait : Menciptakan Framework Sendiri Tanpa Latar Belakang IT. Memang Bisa?

Apakah aplikasi-aplikasi tersebut tercipta dengan sendirinya? Tentu saja tidak, aplikasi tersebut di ciptakan atau dibuat oleh seorang atau sekelompok programmer.

Programmer adalah sebuah pekerjaan membangun suatu aplikasi atau produk yang saat ini kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menggunakan bahasa pemograman dan juga menganalisis masalah saat menciptakan atau membangun aplikasi tersebut.

Programmer juga bukan pekerjaan yang mudah karena mereka juga mengalami beberapa masalah saat membangun suatu aplikasi.

Selain itu, mereka juga harus terus menggali pengetahuan pemograman mereka untuk mengikuti perkembangan teknologi. Dan seorang programmer juga harus berinovasi agar menjadi seorang programmer yang handal.

Oleh karena itu, TechforID akan berbagi informasi lebih dalam tentang gambaran bagaimana menjadi programmer bersama Iskandar Soesman yang merupakan Founder Panada Framework dan juga bersama Peter Jack Kambey sebagai President PHP Indonesia.

Saya seorang mahasiswa IT, saat ini saya mendapat problem yang mana aplikasi C++ tidak bisa dibaca oleh aplikasi design programmingnya. Jadi bagaimana agar aplikasi tersebut responsive dan tidak terjadinya error program ?

Semua bisa dipelajari dengan mudah, teknik merancang database yang baik adalah mempelajari dahulu apa yang akan dikerjakan.

Kalau di sekolah dan di kampus pastinya ada dipelajari mengenai aplikasi C++, jadi baca dan dikaji saja dulu dan nanti juga akan dapat idenya, makanya kenapa dari awal saya bilangnya tadi itu perbanyak membaca.

Makin banyak kita membaca, maka makin banyak ide yang akan kita dapatkan. Dan Begitu mendapatkan satu  ide yang lebih bagus, kita akan mengembangkan ide tersebut. Maka dari itu belajar teknologi itu tidak akan ada habisnya, jadi banyaklah membaca dan mencoba.

Nanti kita akan mengerti sendiri dengan apa yang akan kalian lakukan terhadap database itu. Selain dengan membaca permasalahan tersebut juga bisa kita selesaikan dengan bertanya dengan suatu forum atau komuniTas.

Karena komunitas adalah salah satu tempat kita berbagi ilmu dan jika kita mengalami permasalahan seperti hal tersebut, disana kita bisa bertanya apapun. Namun sebelumnya pastikan kita sudah mencoba mencarinya terlebih dahulu dengan cara debug.

Tempat Kursus Komputer Terbaik | Digital Marketing, Programming, SEO, Dll.

Bahasa pemograman apa yang akan sangat berguna untuk jangka waktu kedepan ? dan apakah bahasa pemograman C++ masih worth it digunakaan untuk saat ini ?

Pertama, mau apapun bahasa programmingnya PHP, C++, Node JS, Go, Python dan seterusnya itu hanya tools. Dibalik semuanya itu yang terpenting adalah algoritma, terus pemahaman terhadap konsep, alur aplikasi dan seterusnya dan itu yang sama.

Saran saya justru itulah yang perlu dipahami, dan belajar dan melatih beberapa hal yang saya sebutkan tadi. Konsepnya dan alogaritma itu semuanya sama, karena mau bahasa apapun ketika konsep dasar dari programming sudah kamu kuasai.

Maka dengan mudah kita bisa mempelajari C++, PHP dan seterusnya tidak akan menjadi masalah. Paling yang dibutuhkan itu adalah memahami karakter dari masing-masing programming itu sendiri.

Secara keseluruhan ketika kita sudah memahami beberapa hal penting yang saya sebutkan tadi, maka penggunaan bahasa apapun akan mudah dipelajari. Tetapi kita juga harus ada waktu untuk mempelajari bahasa programming.

Misalnya dari kuliah kita mempelajari Javascript dan C++, dan ketika kita diperintahkan untuk menggunakan Pyton atau Go tetap ada learning cruel tetapi itu tidak akan membutuhkan waktu yang banyak.

Ketika kita sudah mempunyai konsep dasar tadi, dan saran saya ketika kamu membutuhkan sesuatu dan yang kamu tahunya bahasa pemograman C++ atau PHP, namun saat itu kamu sedang ada project yang dibutuhkan maka gunakanlah dulu bahasa pemograman yang kamu kuasai.

Misalnya project membuat suatu Blog, maka gunakanlah bahasa apapun yang kamu kuasai, bisa pakai PHP, Python dan seterusnya. Tetapi dari situ kamu akan banyak belajar, selain itu kamu juga akan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tools bahasa pemograman yang kamu kuasai itu.

Karena kalau kita membatasi apa yang harusnya kita fokuskan, maka akan mengurangi kesempatan kita untuk dapat tempat yang bagus dalam pekerjaan. Contoh lainnya saat saya bikin tim di Kumparan, saya tidak melihat bahasa pemograman apa yang dikuasai karena hal tersebut bisa dipelajari.

Tetapi yang saya lihat adalah ketika membangun sebuah tim, disitu  saya melihat kemampuan orang-orang ini dalam memahami konsep dan skill komunikasi.  

Karena menurut saya yang namanya hard skill, kemampuan algoritma dan seterusnya itu bisa dipelajari tapi kemampuan komunikasi, kemampuan untuk interaksi dengan tim itu yang paling utama.

Mau sejago apapun orangnya kalau dia memiliki komunikasi yang buruk dia tidak akan bisa berkembang, dan sebaliknya walaupun skillnya rata-rata tetapi dia punya komunikasi yang bagus dan bisa mengekspresikan masalah yang dihadapi, bisa bertanya dengan baik, kemudian respectfull.

Maka cepat atau lambat skillnya akan terus meningkat dengan kemampunan dari komunikasi yang ia miliki. Karena teman-teman sekitarnya itu mendukung apa yang ia kerjakan.

Bayangkan dalam suatu tim yang terdiri dari programmer yang hebat, pada tim tersebut kita diterima dan bisa bertukar pendapat dengan baik, bertanya dan diberikan solusi yang kita butuhkan. Maka cepat atau lambat akan mendorong kita juga untuk naik level, dan sebaliknya.

Jika saya boleh tahu, apa tujuan bapak membuat sebuah framework dan apa keunggulannya ? sedangkan di Indonesia sendiri sudah ada CI, Laravel yang jika dilihat secara konsep mungkin PHPnya sama.

Pertama buat saya pribadi itu adalah ladang saya untuk belajar, bayangkan ke dalam dua kondisi. Yang pertama, ketika kita mengerjakan suatu project dengan tools yang sudah ada dan kita tinggal pakai saja, project kita selesai.

Namun kita hanya mendapat satu poin, yaitu pekerjaannya selesai. Kondisi yang kedua adalah saya akan menyelesaikan satu kerjaan tetapi saya juga akan melihat tidak hanya dari tools yang saya kerjakan tetapi juga ingin mengetahui tools yang digunakan tersebut bisa bekerja.

Dan itulah awal mula framework yang saya kerjakan, karena juga saya tidak puas dengan framework lain yang sudah ada.

Saya ingin tahu bagaimana caranya  framework ini bekerja, pada awalnya tidak ada niatan serius untuk membuat framework dan hanya coba untuk membongkar framework yang saat itu saya gunakan, dari situlah banyak ilmu yang saya dapatkan.

Misalnya kita membuat sebuah website maka menyediakan routing, controller. Tapi ketika membuat  framework, kita juga harus berfikir membuat tools yang dipakai dan inilah tantangannya.

Ketika framework  ini memiliki fitur yang bisa solving maka akan menjadi nilai lebihnya,  framework ini saya ingin dia mampu bekerja dengan cepat, slim dan tidak banyak process.

Dan itu merupakan masalah teknis tapi yang highlight bagaimana projectnya, seperti saat  kita bisa membuat Blog sendiri. Pernahkah kita berfikir untuk membuat Blog sendiri tanpa harus berpangku pada install WordPress.

Kita ketahui bahwa WordPress bagus dan semua yang diperlukan untuk membuat Blog terdapat pada WordPress.

Tetapi pernahkah kita berfikir secara menantang, karena dampaknya akan berbeda ketika kita hanya tahu bagaimana mensetup WordPress dan deploynya menjadi Blog.

Dibanding dengan yang kita kerjakan dari nol, dimulai dari crafting sampai jadi suatu Blog yang bagus itu hasilnya akan beda dari sisi programmer dan skill akan terlihat beda.

Selain itu juga dari sisi developer ini adalah sebuah finding the new wheel dan sebagainya. Tetapi coba kita lihat dari perspektif lain, sebenarnya itu sebagai salah satu provement, karena kita buktikan kalau kita itu mampu.

Seperti contohnya soal produk, banyak orang IT beranggapan bahwa produk itu harus startup dan membuatnya seperti itu, tetapi sebenarnya tidak melainkan produk yang dikembangkan oleh orang IT itu seperti framework atau tools, dan library yang dipakai oleh orang lain.

Efeknya muncul setelahnya adalah kita akan dikaitkan dengan orang-orang yang menggunakan produk kita seperti Panada. Image orang sudah pasti ke sana “Kak Andar pernah membuat Panada Framework” dan orang tahu bahwa dia bukanlah programmer biasa.

Bayangkan kita akan dikaitkan dengan produk yang kita ciptakan sendiri, kita membuat suatu produk yang digunakan oleh orang banyak, dari hal itu orang akan menilai bahwa kita bukan seorang programmer palsu.

Meskipun tadi sempat disebut sebagai just another framework, tetapi kita terhadap produk tersebut akan terus dikaitkan dan orang tidak akan lupa “Panada siapa, ya Kak Andar. Kak Andar siapa? Ya Panada.”

Dan tidak ada yang mengatakan bahwa “Kak Andar programmer abal-abal, tidak ada yang berani karena beliau berani bikin provement atau beliau bukan programmer kemarin sore.”

Share.

About Author

Iskandar Soesman

Senior Software Engineer at Kerb Australia Project Lead - Founder Panada PHP Framework