Startup

Bisnismu Tidak Lancar? Jangan-Jangan Kamu Belum Benahi 3 Hal Ini

Written by Adang Nur

Perkenalkan saya founder dari Go UKM, sebut saja Kang Adang. Kali ini kita akan mencoba membahas mengenai topik yang menarik, yakni tentang usaha kecil menengah atau UKM.

Seperti kita ketahui bahwa UKM di Indonesia masih sedikit atau belum banyak yang terjun ke dunia maya (internet). Masih banyak kendala dan hal – hal lainnya yang menjadi penghalang bagi para pelaku usaha UKM ini.

Kamu bisa dengarkan wawancara tim Techfor.id dengan Adang Nur, Founder dari GO UKM dengan klik tombol play di bawah ini.

Go UKM disini bisa menjadi solusi untuk itu.

Apa fungsi Go UKM dan apa saja yang bisa menjadi masukan untuk para pelaku UKM?

Menurut saya bahwa sebagian besar UKM di Indonesia lebih condong ke mikro jika dibandingkan dengan pelaku usaha menengah.

Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi, hampir 99% berada di level mikro, sementara sisanya, 1%, berada di tingkat kecil dan menengah. Perbedaan yang sangat mencolok. Baca juga artikel Ini Dia Yang Dinamakan Bisnis Startup. Apakah Bisnis Anda Termasuk?

Dan ini menjadi tantangan bagi Go UKM untuk menemukan caranya agar para pelaku usaha mikro ini naik level ke menengah atau bahkan lebih maju lagi.

Go UKM akan berusaha mengenalkan teknologi sehingga para pelaku usaha mikro ini tak hanya mampu tampil menonjol di dunia nyata tapi juga di dunia digital.

Tapi ini bukan hal yang mudah karena ada beberapa faktor yang harus dibenahi terlebih dahulu.

Sudah disebutkan di atas bahwa pengenalan teknologi adalah salah satu hal yang masih kurang diketahui oleh para pelaku UKM. Tapi sebelum itu, produk yang dihasilkan oleh pelaku UKM itu mesti dibenahi terlebih dahulu.

1. Kualitas Produk

Ini harus dipikirkan oleh para pelaku UKM, bagaimana membuat produk yang tak hanya sesuai standar yang berlaku tapi juga bagaimana membuat produk mereka unik dan berbeda dengan yang lain.

Kualitas produk yang dibuat harus menjadi standar dalam usaha mereka, tak bisa hanya dibuat sekadar jadi. Berkaitan dengan kualitas produk maka materi produk pun setidaknya harus juga sesuai standar.

Misalnya, seseorang membuka usaha roti. Di Go UKM, mereka akan dilatih bagaimana membuat roti dengan baik dan benar dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas. Tak hanya itu, mereka juga diberikan saran tentang apa yang sedang tren saat ini berkaitan dengan produk mereka.

Dengan demikian, produk mereka akan lebih menonjol dan membedakan dengan para pesaing.

Selain produk, hal lainnya adalah pemasaran.

2. Pemasaran

Hal ini sudah menjadi hal umum. Setelah produk selesai dibuat maka produk itu perlu dipasarkan karena bila tidak maka tak ada yang tahu. Di era globalisasi ini, bidang pemasaran pun merambah ke dunia digital. Kita sering mendengar kata pemasaran online.

Tapi sebelum melakukan itu, para pelaku UKM perlu tahu cara-cara memasarkan produk mereka dengan “lebih menjual”. Bisa saja mereka memasukkan unsur-unsur kedaerahan pada produk mereka.

Di Go UKM, mereka juga dilatih bagaimana mencari lokasi atau tempat yang bisa membantu memasarkan produk mereka. Setelah itu terlaksana, mereka bisa mencoba merambah ke unsur teknologi.

Go UKM akan membantu para pelaku UKM cara – cara dan hal – hal apa yang perlu mereka persiapkan sebelum go online.

Tapi ada hal penting lainnya selain kualitas produk dan pemasaran yang harus diperhatikan oleh para pelaku UKM.

Apa itu?

Tempat Kursus Komputer Terbaik | Digital Marketing, Programming, SEO, Dll.

3. Kemasan

Kemasan ibarat baju dari produk. Hal ini harus diperhatikan betul oleh para produsen UKM.

Bayangkan, jika kamu melihat sebuah produk berkualitas tinggi dengan pemasaran luar biasa tapi dikemas dengan asal-asalan, apa kamu akan membeli produk itu? Belum tentu.

Ini menjadi faktor krusial dari pembuatan produk. Misalnya, seorang pelaku UKM memproduksi makanan pisang goreng yang unik tapi dikemas hanya dengan plastik yang biasa kita temui di pasar-pasar tradisional, tanpa ada informasi mengenai produk pada plastik itu.

Tentunya ini akan menurunkan “derajat” produk pisang goreng itu meski pisang goreng itu dibuat dengan standar tinggi. Orang akan berpikir bahwa pisang goreng itu tak berbeda dengan pisang goreng yang dijual di tempat-tempat kuliner biasa.

bisnis startup

Di Go UKM, para pelaku UKM akan diberikan pelatihan bagaimana caranya membuat kemasan yang menarik. Kemasan menarik biasanya akan berbanding lurus dengan besarnya biaya yang akan dikeluarkan.

Oleh karena itu, Go UKM akan menjembatani para pelaku UKM dengan para vendor produsen kemasan agar mereka bisa membuat kemasan menarik tanpa harus mengeluarkan biaya sangat besar. Ada sekitar 10-15 vendor yang siap bekerja sama.

Ketiga hal itu menjadi faktor penting yang mesti diperhatikan oleh para pelaku UKM.

Namun dalam membuka usaha tak jarang kita akan menemui kegagalan. Tapi itu jangan dianggap sebagai tembok penghalang untuk melakukan apa yang disukai.

Membuka perusahaan startup tak boleh mengidamkan keuntungan cepat atau instan.

Dengan modal tekad dan ketekunan, usaha yang dijalankan bisa meraih kesuksesan di masa depan, entah 5 atau 10 tahun kemudian. Dan tak tertutup kemungkinan perusahaan startup itu bisa berkembang lebih besar lagi.

Perusahaan startup itu tak harus melulu bergerak di bidang teknologi. Pemikiran seperti itu harus dihindari dalam kehidupan sehari-hari kita.

Sebuah perusahaan startup bisa memulai dari bisnis offline terlebih dahulu dan setelah dirasakan cukup matang maka bisa merambah ke dunia online.

Sebelum mendirikan perusahaan startup, ada 3 hal yang perlu kamu perhatikan.

  • Sumber Daya Manusia

Dalam menjalankan perusahaan yang baru lahir, tak perlu diisi dengan jumlah orang yang sangat banyak. Buat tim dengan anggota secukupnya namun mampu menjalankan fungsi masing-masing dengan baik.

Andaikan 1 tim diisi oleh puluhan orang maka ada kemungkinan tak akan berjalan efektif malah sebaliknya, akan menghancurkan organisasi.

  • Riset

Lakukan riset atau penelitian terlebih dahulu mengenai bidang usaha yang akan dijalani. Jangan sampai kamu menjalankan bidang usaha dengan nol pengetahuan, apalagi kamu menjalani bidang usaha yang masih asing bagimu.

  • Jangan Rakus

Dalam menjalani perusahaan startup, kamu tak perlu membakar uang jika memang tak perlu. Kamu bisa menjalankannya dengan kesederhanaan. Tak perlu mengikuti perusahaan startup unicorn karena bidang usaha yang kamu jalani mungkin berbeda dengan mereka.

Nah, itulah ketiga hal yang wajib kamu cermati sebelum memulai usaha startup.

Jika kamu ingin memulai usaha startup UKM namun kamu masih minim pengetahuan tentang bidang usaha yang kamu jalani maka kamu bisa berdiskusi lebih lanjut dengan Go UKM dan bila kamu ingin belajar digital marketing lebih lanjut maka kamu bisa mengikuti kursus di Babastudio.

About the author

Adang Nur

Managing Director at GOUKM Training Center - Layanan Inhouse Training Kewirausahaan

2 Comments

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu