Future of farming & medicine

Ilmuan Inggris Temukan Gen Mencegah Parahnya Virus COVID-19

Written by Techfor Id

Kabar gembira untuk dunia medis karena lahir bukti ilmiah pertama dari hubungan genetic yang menjelaskan mengapa ada beberapa orang tertular COVID tapi tidak sakit atau tanpa gejala.

Sebuah tim ilmiah dan medis yang dipimpin oleh Universitas Newcastle, Inggris, telah menunjukkan bahwa gen, HLA-DRB1 * 04:01, ditemukan tiga kali lebih sering pada orang yang terinfeksi virus tanpa gejala.

Penelitian ini menggunakan sampel dari 49 pasien dengan COVID berat yang dirawat di rumah sakit karena gagal pernapasan, sampel dari kelompok tanpa gejala yang terdiri dari 69 pekerja rumah sakit.

Semuanya sudah dites positif melalui tes antibodi darah rutin dan kelompok kontrol dari penelitian tentang hubungan antara genotipe HLA dan hasil dari operasi penggantian sendi.

Dari penelitian ini bisa disimpulkan kalau Gen HLA-DRB1 tersebut menunjukan tingkat perlindungan yang sangat efektif dari serangan COVID yang parah.


. Foto : medicalxpress

Hubungan antara garis lintang dan frekuensi alel HLA-DRB1*01:01 pada 151 populasi dari seluruh dunia. Korelasi rank spearman r = .609, P .001.

Diketahui bahwa gen antigen leukosit manusia yang diidentifikasi sebagai HLA-DRB1 * 04:01, berkorelasi langsung dengan garis lintang dan garis bujur.

Hal Ini berarti lebih banyak orang di Eropa Utara dan Barat cenderung memiliki gen ini.

Tetapi bukan berarti mereka immune juga terhadap penularannya, Gen tersebut hanya memberi perlindungan lebih dari gejala tambahan setelah terkena infeksi virus namun tidak sepenuhnya melindungi manusia dari virus itu sendiri.

Studi yang didanai oleh badan inovasi di Inggris, Innovate UK membandingkan orang tanpa gejala dengan pasien dari komunitas yang sama yang mengembangkan COVID parah tetapi tidak memiliki penyakit yang mendasarinya,

dan diterbitkan hari ini di jurnal HLA. (Link : https://www.nature.com/articles/gene20132)

Para peneliti meyakini kalau gen ini adalah bukti ilmiah yang jelas dari resistensi genetik terhadap virus COVID.

Mereka membandingkan orang yang terkena dampak parah dengan kelompok COVID tanpa gejala dan menggunakan pengurutan generasi berikutnya untuk fokus secara detail dan pada skala pada gen HLA yang dikemas bersama pada kromosom 6.

Penelitian lainnya seputar hal ini sudah memindai seluruh genom, tetapi pendekatan tersebut kurang efektif dalam jaringan pengetikan kompleks.

Carlos Echevarria dari Translational and Clinical Research Institute, Universitas Newcastle yang juga bekerja sebagai Konsultan Pernafasan di Newcastle Hospitals NHS Foundation Trust dan merupakan rekan penulis makalah mengatakan:

Ini adalah temuan penting karena dapat menjelaskan mengapa beberapa orang tertular COVID tetapi tidak sakit”.

“ GenItu bisa membawa kita ke tes genetik yang mungkin menunjukkan siapa yang perlu kita prioritaskan untuk vaksinasi di masa depan.”

“Pada tingkat populasi, ini penting untuk kita ketahui karena ketika kita memiliki banyak orang yang resisten,

sehingga mereka tertular COVID tetapi tidak menunjukkan gejala, maka mereka berisiko menyebarkan virus saat tidak menunjukkan gejala.”

Baca Artikel Berikutnya,

Berkembangnya Teknologi Blockchain, Permainan Poker Online Justru Laris?

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu