Renewable Energy

Indonesia Rencana Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Sendiri

Written by Techfor Id

Mentri Investasi Indonesia dikabarkan melalui Indonesia Battery Corp dan Konsorsium yang dipimpin perusahaan Korea Selatan bekerja sama membangun pabrik baterai kendaraan listrik Senilai USD$ 2 Milliar.

Fasilitas ini nantinya bakal dibangun dikawasan kota Deltamas di Bekasi. Lokasinya tersebut berdekatan dengan pabrik lainnya milik perusahaan Korea Selatan yang hampir selesai.

Foto : Reuter

Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia ingin memanfaatkan bahan dasar komponen baterai kendaraan listrik sebagai instrument untuk membantu pendapatan domestic.

Pemerintah mengharapkan Indonesia kelak di tahun 2030 bisa menghasilkan kapasitas baterai 10 Gigawatt dan mengincar posisi teratas dalam mengembangkan kendaraan listrik.

Setelah melalui proses yang panjang, BKPM bersyukur bisa segera melakukan groundbreaking fasilitas tersebut, kata Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Kemitraan tersebut, selain menciptakan lapangan kerja, diproyeksikan dapat membantu meningkatkan Indonesia dari produsen dan pengekspor komoditas mentah menjadi pemain penting dalam rantai pasokan global untuk industri baterai kendaraan listrik.

Sayangnya untuk konstruksinya belum ditentukan kapan akan dimulai. Tetapi baik pihak kementrian dan mitranya dari Korea Selatan tersebut sudah menandatangani perjanjian pada 29 April alalu.

Ada bocoran kalau fasilitas yang akan dibangun seluas 33 hektar dan bisa membuka 1.000 lapangan pekerjaan. Dengan total investasi sebesar 9 Milliar dollar AS.

Tidak hanya pabrik baterai saja, Indonesia juga berencana untuk meluncurkan peraturan baru yang menawarkan keringanan pajak untuk EV hybrid, dalam upaya terbaru untuk mempromosikan pengembangan kendaraan listrik.

Dalam pertemuan dengan DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan investor yang membangun mobil listrik di Indonesia merasa kerangka yang ada saat ini tidak adil karena tidak ada perbedaan tarif pajak antara mobil hybrid dan mobil full listrik.

Sementara EV bertenaga baterai terus dibebaskan dari pajak barang mewah, EV hibrida plug-in akan mengalami peningkatan menjadi 5% dari 0%.

Jenis hibrida penuh dan ringan akan dikenakan pajak sebesar 6% hingga 12%, dari kisaran sebelumnya 2% hingga 12%.

Selain itu, pemerintah akan memberikan insentif tax holiday hingga 10 tahun jika produsen EV melakukan investasi setidaknya USD $ 346,2 juta di Indonesia.

Perusahaan teknologi juga telah menyatakan komitmen mereka terhadap inisiatif tersebut.

Raksasa ride-hailing internasional menempatkan lebih dari 5.000 mobil listrik, sepeda motor, sepeda, dan skuter di seluruh Indonesia.

Sementara itu, unicorn teknologi lainnya berencana menguji sepeda motor listrik tahun ini dan bekerja sama dengan perusahaan gas dan minyak milik negara untuk pilot komersial di kawasan Jabodetabek.

Baca Artikel Berikutnya,

China Luncurkan 13 Satelit Untuk Uji Coba Jaringan 6G Pertama

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Open chat
Tanya Sekarang Aja 🤩
Hi ini Windy, dari Techforid🤩

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techforid
Seperti :

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor di atas atau beritahukan Windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu [Klik Open Chat]