Ini 6 Alasan Mengapa Bitcoin Memiliki Nilai!

Bitcoin vs Emas, Investasi Mana yang Lebih Untung?

 

Kemajuan teknologi membuat segalanya kian berubah, termasuk dalam hal keuangan. Adapun kini tengah berkembang pesat yakni dalam bidang mata uang digital yang umum terdengar dengan istilah Bitcoin.

Mata uang digital yang tidak bisa disentuh secara langsung ini, sudah dikenal dan digunakan oleh banyak orang terlebih untuk melakukan transaksi melalui internet.

Harga dari Bitcoin tentu saja juga mengalami naik dan turun setiap harinya, bisa meningkat ke harga yang paling tinggi, namun bisa pula menurun tajam ke harga yang paling rendah.

Fluktasi harga ini menjadi hal yang dipantau terus oleh para investor Bitcoin.

Dengan sudah fenomenalnya investasi Bitcoin di seluruh dunia,  kini Bitcoin dianggap memiliki nilai atau value tersendiri layaknya mata uang.  

Mata uang sendiri dapat digunakan jika menyimpan nilai atau jika dapat diandalkan untuk mempertahankan nilai relatifnya dari waktu ke waktu dan tanpa depresiasi.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai nilai dari Bitcoin, akan lebih baik untuk mengetahui terlebih dahulu apa perbedaan antara nilai atau value dengan harga.  

Nilai atau value merupakan istilah yang diberikan untuk mendeskripsikan nilai ekonomi yang ditambahkan pada sebuah produk (dalam hal ini Bitcoin).

Nilai ini menjadi penting untuk mendapatkan keuntungan dari biaya yang harus dibayarkan untuk memproses produk tersebut.

Sedangkan harga adalah sejumlah uang yang dibayarkan untuk membeli produk tersebut.

Baca Juga :

Menggali Mata Uang Kripto hingga ke Akarnya

Selama ini Bitcoin dianggap sebagai alternatif uang dari Fiat,  karena dianggap lebih tahan lama dan tidak rentan terhadap kemunduran atau kehilangan nilai dari waktu ke waktu.

Jika dahulu mata uang konvensional selalu dikaitkan  dengan harga komoditas khususnya emas, maka kini bayak dari negara-negara di dunia yang meninggalkan standar emas untuk menentukan nilai mata uangnya,

dan beralih ke mekanisme penawaran dan permintaan yang disebut sebagai kebijakan nilai tukar mengambang.

Saat ini mata uang kripto seperti Bitcoin digadang-gadang dapat menggantikan mata uang fiat atau yang bias akita gunakan pada saat ini.

Meski masih panjang, namun negara-negara besar sudah menuju ke arah sana.

Yang masih awam dengan hal kripto seperti Bitcoin, mungkin akan bertanya – tanya apakah sebenarnya nilai dari Bitcoin itu? Maka kita masuk ke dalam penjelasannya.

Bitcoin dapat dikatakan memiliki nilai apabila telah memiliki syarat-syarat mata uang. Jika dibandingkan dengan mata uang konvensional, maka nilai Bitcoin dapat dijabarkan menjadi sebagai berikut :

Kelangkaan

Ketika diluncurkan pada tahun 2019 lalu, Bitcoin dianggap hanya memiliki suplay sebanyak 12 juta keping yang akan habis ditambang pada 2140 mendatang.

Sehingga suplay yang mengetat akan membuat sebuah Bitcoin melesat jika memang permintaannya konstan atau meningkat. Hal yang sama juga terjadi di fluktasi harga logam mulia.

Tak hanya itu, hingga saat ini juga belum ada yang bisa memprediksi atau menjawab apa yang akan terjadi dengan harga Bitcoin jika semuanya telah berhasil ditambang dalam waktu satu abad kemudian.

Dapat Dibagi – bagi

Secara umum, Bitcoin dapat dikatakan unik karena hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang akan dibuat.

Namun nyatanya hal ini tidak menjadi batasan karena nilai transaksi bisa dipecah menjadi bagian unit yang lebih kecil dari sebuah Bitcoin, seperti terdapat 1.000.000 bit dalam 1 bitcoin.

Bitcoin dapat dibagi dalam maksimal 8 tempat decimal (0,000 000 01) yang disebut sebagai Satoshi Unit dan bahkan memungkinkan unit yang lebih kecil jika diperlukan di masa mendatang seiring penurunan ukuran rata-rata transaksi.

Satoshi Unit memiliki tingkat keterbagian (divisibility) yang besar dibanding dollar AS. Nilai terkecil dollar AS saat ini dihitung dalam satuan sen, yakni 1/100 dari US$1.

Namun Satoshi Unit memiliki nilai 1/100.000.000 dari 1 keping Bitcoin.

Faktor divisibility ini juga yang menyebabkan banyak orang bisa menggenggam Bitcoin dan memiliki permintaan yang konstan, hingga pada akhirnya Bitcoin akan mengalami kelangkaan di masa depan.

Utilitas

Blockchain merupakan kegunaan teknologi yang menjadi salah satu nilai jual dari Bitcoin.

Blockchain adalah sistem pencatatan transaksi secara otomatis dan transparan, artinya tidak ada pihak yang berpartisipasi dalam pasar Bitcoin yang perlu membangun kepercayaan satu sama lain agar sistem dapat berfungsi dengan baik.

Sistem blockchain Bitcoin ini menggunakan Proof of Work yakni sistem dimana seluruh computer di dalam jaringan Bitcoin harus mencapai kata sepakat sebelum memverifikasi penambangan dan transaksi baru.

Di masa depan nantinya, banyak yang memprediksi bahwa sistem blockchain akan dapat digunakan di luar transaksi asset kripto.

Mudah Dipindahkan

Syarat lainnya yang harus dimiliki oleh mata uang adalah harus mudah ditransfer antar peserta dalam suatu perekonomian agar dapat berguna. Hal ini pula yang dimiliki oleh Bitcoin.

Bitcoin dapat ditransfer antar pihak dalam beberapa menit, terlepas dari ukuran transaksi dengan biaya yang sangat renda.

Proses transfer uang dalam sistem saat ini dapat memakan waktu berhari – hari dan dikenakan biaya.

Daya Tahan

Masalah utama yang kerap kali terjadi pada uang fiat adalah daya tahan dari bentuk fisiknya. Mulai dari mudah lusuh, robek, hingga rentan terbakar.

Hal ini tentu saja tidak akan terjadi pada uang digital seperti Bitcoin. Uang digital tidak rentan terhadap bahaya fisik yang mempengaruhi daya tahannya.

Alasan ini juga menjadi salah satu mengapa Bitcoin memiliki nilai dan berharga. Namun perlu diketahui pula, Bitcoin tetap bisa saja hilang jika pengguna kehilangan kunci kriptografinya.

Walaupun hilang, Bitcoin itu sendiri tidak akan dihancurkan melainkan akan terus ada dalam catatan di blockchain.

Sulit Dipalsukan

Bitcoin menjadi salah satu uang digital yang sangat sulit untuk dipalsukan. Hal ini karena sistem buku besar blockchain yang rumit dan terdesentralisasi bahkan tahan dari serangan peretasan.

Blockchain merupakan sebuah jurnal yang hanya bisa ditulis saja oleh pengaksesnya. Seseorang bisa menambah informasi di dalamnya, tapi segala tambahan informasi itu tidak dapat diubah di kemudian hari.

alhasil, segala transaksi Bitcoin yang sudah dilakukan dipastikan akan tertimbun oleh transaksi – transaksi yang baru dan susah untuk diubah ubah.

Meski demikan, jika memang ada yang ingin membuat Bitcoin palsu, maka ia harus mengeksekusi apa yang dikenal sebagai ‘pembelanjaan ganda’.

Hal ini mengacu pada situasi di mana pengguna “membelanjakan” atau mentransfer Bitcoin yang sama dalam dua atau lebih pengaturan terpisah, secara efektif membuat catatan duplikat.

Hal – hal di atas tersebut merupakan alasan mengapa kripto berupa Bitcoin memiliki nilai, sama halnya dengan mata uang fiat.

Walau memiliki tantangan tetap saja saat ini pengguna mata uang Bitcoin semakin berkembang pesat. Bukan tidak mungkin dalam ke depannya, banyak orang yang memilih bertransaksi menggunakan Bitcoin.

Namun tetap, pengguna harus pula harus mengetahui resiko apa saja yang akan terjadi jika menggunakan mata uang digital Bitcoin.

Baca Artikel Berikutnya,

Keuntungan Kriptografi dalam Investasi Kripto

 
Dis : TechforID bukanlah penasehat keuangan dan artikel ini tidak dapat di jadikan panduan untuk Anda ber investasi. Perlu disadari bahwa investasi crypto memiliki resiko yang tinggi!

Related Posts

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu