AI & Data Science Future of farming & medicine

Kecanduan Metaverse Membuat Hilangnya Kemampuan Kognitif ? Ini Kata Psikolog Turki

Metaverse Sebabkan Hilangnya Kemampuan Kognitif dan Candu ? Ini Kata Psikolog Turki
Written by Techfor Id

TechforID – Psikolog Turki menghimbau agar Orang-orang di bawah usia 18 tahun tidak boleh menghabiskan lebih dari satu jam di metaverse karena berisiko kecanduan dan hilangnya keterampilan kognitif.

Metaverse tentu saja merupakan pengalaman yang menyenangkan yang akan meningkatkan risiko kecanduan,” kata Veysi eri, seorang ahli psikiatri anak dan remaja

Tidak hanya membuat kecanduan saja, pasalnya Levent Ersan, kepala Pusat Penelitian Keamanan Digital dan Media Sosial (SODİMER) menyoroti adanya risiko serius yang akan ditimbulkan metaverse.

Dipromosikan oleh Facebook, Metaverse memang disebut-sebut sebagai dunia masa depan internet. Dimana didalamnya memungkinkan orang-orang saling bertemu di platform virtual.

Disaat yang sama, Facebook meluncurkan dunia VR yang disebut “Facebook Horizon” pada tahun 2019.

Kemudian mengganti nama perusahaan menjadi Platform Meta, dan menyatakan upaya untuk mengembangkan ekosistem metaverse.

Terbukti secara ilmiah bahwa menghabiskan satu jam online untuk remaja dan dua jam untuk orang dewasa membantu menghilangkan stres,” kata eri

 “Namun, menghabiskan lebih banyak waktu online menyebabkan masalah nyata pada proses perkembangan mental, emosional dan fisik.” Tambahnya.

Baca juga : Baidu Perkenalkan Metaverse Manusia Digital Versinya Sendiri

Yang ditakutkan psikiatri Eri yaitu anak-anak usia dibawah 18 tahun akan sulit membedakan mana dunia nyata dengan dunia maya.

Bahkan dunia itu bisa memutus tali silaturahmi dengan manusia di dunia nyata. Bahkan bisa membuat manusia layaknya mayat di dunia nyata, namun hidup di dunia virtual.

Selain itu, Kecanduan Metaverse bisa membuat seseorang menjadi tidak peka dengan kesehatan dirinya sendiri karena terlalu sering hidup dalam kemasan avatar.

Satu suara dengan kecemasan ini, Kursat Ergun seorang  kepala Asosiasi Hukum Informatika dan Teknologi, berbagi keprihatinan yang sama dengan Eraslan.

Ia menggarisbawahi bahwa undang-undang baru akan diperlukan untuk mengatasi masalah yang terjadi di metaverse.

Undang-undang baru ini juga akan membahas mengenai game atau robot,” katanya

Orang akan memiliki masalah kepemilikan properti di metaverse. Jadi, kita akan melihat undang-undang baru tentang hal ini juga.” Tambahnya.

Baca artikel selanjutnya :

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu