Digital Marketing

Kondisi Penambangan Bitcoin Saat ini!

Written by Techfor Id

Apa yang terjadi di Pasar Bitcoin ?

Gambar di atas adalah lokasi penambangan Bitcoin di kawasan Sichuan, China yang tersembunyi di antara pegunungan milik perusahaan Babel Finance.

Amerika VS China Nih?

Berada di belahan bumi lain sekaligus rival dalam industri yang sama. Hanya saja ia milik Core Scientific berada di kubu Amerika, tepatnya di Marble Carolina Utara.

Kedua Perusahaan penambangan ini mencari uang dengan cara memberikan tenaga yang diperlukan untuk penambangan Mata uang kripto Bitcoin.

Baca Juga : Mengenal Sejarah Bitcoin Dan Nilainya Dari Masa Ke Masa

Mereka juga berperan sebagai daya komputer yang besar yang dibutuhkan untuk memproses serta merekam data bervolume tinggi untuk transaksi mata uang kripto.

Pada Coindesk, bisnis Bitcoin memang sedang mengalami peningkatan pesat di awal Januari tahun 2021. Di mana 70% daya pemrosesan dan jaringan bitcoin-nya secara global dipegang oleh China.

Artinya mayoritas transaksi mata uang kripto diproses melalui komputer-komputer yang ada di China dan direkam oleh penambang (Miner) disana.

Akibatnya membuat banyak penambang di Amerika yang menggalang dana hingga jutaan dollar guna memenangkan perang supremasi pemrosesan penambangan Bitcoin.

Babel Finance, Industri Penambangan Bitcoin Terkemuka China

Babel Finance adalah lembaga keuangan cryptocurrency global terkemuka asal china  Yulong Liu selaku CEO mulai menjalin usaha penambangan bitcoin sejak 2017.

Salah satu tempat tambang yang ia kelola sudah menambang sekitar 8.000 Bitcoin selama 3 tahun terakhir. Dari angka tersebut, ia sudah menghasilkan profit sekitar USD$ 28 juta dollar.

Meski menambang Bitcoin bersifat Legal, namun ia dinilai banyak pemerintah di berbagai Negara sebagai perusak sistem finansial dan seringkali perdagangan mata uang kripto di banned (larang) di Negara tersebut

Baca Artikel Menarik Lainnya :

Inipun berlaku bagi perusahaan Babel di China juga membuat mereka harus menyembunyikan lokasi penambangan bitcoin mereka.

Bahkan dilansir dari Bitcoin Industry Insider mengatakan bahwa Beijing mengakusisi beberapa penambang China dengan tuduhan pencucian uang serta membekukan kartu kredit mereka.

Akibatnya membuat banyak para penambang kesulitan membayar biaya operasi.

Guna membantu para penambang, Yulong Liu menawarkan pinjaman kepada penambang supaya bisa berkembang dan tidak perlu menarik / transfer melalui bank china.

Saat ini, ia sudah meminjamkan uang kepada lebih dari 300 penambang melalui Babel Finance.

Core Scientific, Rival Babel Industri Asal Amerika

Demi menekan perkembangan massif perusahaan china akan perdagangan mata uang kripto,

Mantan eksekutif dari Microsoft dan Myspace, Kevin Turner membangun perusahaan dengan beberapa tim didalamnya bernama Core Scientific.

Rencana Core Scientific pun membuahkan hasil, pasalnya selama 2 tahun belakangan, perusahaan ini berhasil menggalang dana sampai USD$95 juta dollar untuk installasi alat penambangan Bitcoin di perusahaan mereka.

Katanya, infrastruktur yang mereka gunakan kompatibel dengan alat penambangan paling canggih sekalipun.

Yang mana bisa menghasilkan sampai 100 jam Mwh (Megawatts) untuk menambang 1 bitcoin.

Energi tersebut setara dengan energi yang dipakai untuk menonton TV secara terus menerus selama 98 tahun.

Pakar industry dan akademis banyak yang mengatakan bahwa langkah ini sangat bagus baik bagi Amerika maupun dunia mata uang kripto.

Sebab tujuan awal Bitcoin memang untuk membuat jenis mata uang yang tidak bisa dikendalikan atau dikuasai satu entitas saja.   

Permasalahan Regulasi Penambangan Bitcoin China Vs. Amerika

Meski awalnya pemerintah tidak tertarik bahkan memblokir beberapa kartu kredit para penambang bitcoin disana, namun akhir-akhir ini mereka menunjukan ketertarikan untuk terjun ke dunia mata uang kripto.

Baca juga : Bukan Cuma Bitcoin, Ada 10 Mata Uang Kripto Terbesar 2021!

Sebab mereka kini mulai bersifat pilih-pilih dalam siapa saja yang bisa melakukan transaksi Bitcoin dan mana yang tidak (diblokir),

metode yang sama yang mereka terapkan untuk beberapa konten di situs pencarian dan media sosial China.

Namun hal yang sama juga sepertinya terjadi untuk para perusahaan maupun penambangan individu di Amerika.

Belum lagi terdapat sejumlah keluhan masyarakat lokal mereka perihal polusi yang diakibatkan dari proses penambangan tersebut.

Karena menambang Bitcoin membutuhkan tenaga listrik yang sangat besar, mengakibatkan sejumlah besar energi hilang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk tujuan bermanfaat yang lain.

Hanya saja beda dengan China, karena perusahaan di Amerika berbasis struktural memudahkan mereka mendapatkan sumber energy yang lebih ramah lingkungan untuk itu.

Tapi Liu selaku CEO Babel Finance yakin dengan menggandakan operasi, China bisa tetap memimpin di pasar mata uang kripto di masa mendatang.

Sumber : Bloomberg

Baca Artikel Berikutnya,

Saham Tambang Bitcoin Turun? Apa Alasannya?

About the author

Techfor Id

Add Comment

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu