cryptocurrency

Tesla Beri Sinyal “Naikan” Harga Bitcoin ke Perusahaan Global, Pertanda Apa Nih ?

foto : forbes
Written by Techfor Id

Perusahaan raksasa pembuat mobil otonom, Tesla, dianggap diam-diam mengirim sinyal Bullish (menaikan harga saham) Bitcoin ke komunitas bisnis global.

Melalui kepala keuangannya, Zachary Kirkhorn, Tesla mengklaim kalau Bitcoin (BTC) bisa jadi memiliki nilai jangka panjang dan bisa dipakai untuk memecahkan masalah likuiditas mata uang tunai.

Dari laporan panggilan pendapatan investor pada kuartal pertama 2021, Tesla juga kiat mengkonfirmasi bahwa bulan Maret lalu mereka telah menjual 10% asset Bitcoin yang mereka beli di awal tahun 2021.

Perusahaan mengklaim langkah ini mereka lakukan guna meningkatkan likuiditas Bitcoin di bursa kripto. Dan berharap dijadikan sinyal untuk perusahaan lain untuk ikut berpartisipasi menaikan harga Bitcoin.

Baca Juga :

Bank Pertama Amerika Serikat yang Tawarkan Investasi Dana Bitcoin

Kirkhorn menyebutkan, Tesla dalam pengembangan Bitcoin untuk mendapatkan hasil atas uang tunai di lingkungan suku bunga rendah.

Sementara Tesla terus menghadapi krisis pasokan global, seperti yang kekurangan semikonduktor atau kapasitas pelabuhan, dia menyatakan, Bitcoin adalah pasar yang likuid dengan masa depan yang optimistis.

Di sisi lain, contohnya media sosial twitter, Elon Musk justru mendapatkan beberapa pendapat skeptis penggiat kripto di belahan dunia.

Banyak dari mereka yang tidak percaya akan langkah Tesla pada penjualan 10% Bitcoin tersebut.

Langkah ini mereka nilai hanya sebatas menguntungkan pihak perusahaan saja dan menaikan harga Bitcoin.

Selepas naik, publik berpendapat bahwa nantinya hal ini akan segera dilupakan.

Tetapi Elon Musk dengan cepat membantah tuduhan ini.

Ia mengklaim bahwa khalayak publik hanya salah memahami situasinya semata dan ia benar adanya ingin meningkatkan likuiditas Bitcoin.

Dampak Penjualan Bitcoin pada Hasil Laporan Kuartal 1 Tesla

Laporan kuartal pertama Perusahaan Tesla | Sumber : https://tesla-cdn.thron.com/static/R3GJMT_TSLA_Q1_2021_Update_5KJWZA.pdf?xseo=&response-content-disposition=inline%3Bfilename%3D%22TSLA-Q1-2021-Update.pdf%22

Menurut hasil keuangan terbaru yang diposting oleh Tesla, perusahaan melihat dampak positif dari penjualan Bitcoin mereka pada hasil Q1 tahun 2021.

Pembuat mobil listrik terbesar di dunia ini berhasil meraup pendapatan bersih US$ 272 juta dari penjualan 10% Asset BTC-nya baru-baru ini.

Pakar kripto menilai hal ini adalah hal yang wajar, dan tesla memang benar ingin mengembalikan likuiditas Bitcoin.

Bitcoin tidak terpengaruh sama sekali dengan berita ini dan masih tetap naik secara perlahan.

Cryptocurrency terbesar di dunia ini kembali di atas kapitalisasi pasar US$ 1 triliun.

Kapitalisasi pasar keseluruhan mata uang digital naik lebih dari US$ 100 miliar dalam 24 jam terakhir.

Baca Artikel Berikutnya,

Badan Hak Cipta Italia Membuat Lebih dari 4Juta NFT !

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Open chat