Cara Menjadi Pengembang Website di Tahun 2021

0

Kalau ditahun 2021 kamu mulai tertarik mempelajari ilmu pengembangan situs web atau lebih dikenal website, maka mulailah dari dasarnya terlebih dahulu. Dalam ilmu pengembangan situs web, HTML, CSS, dan Javascript merupakan trio bahasa program yang wajib kamu kenali dahulu

Bahasa Program HTML adalah tata letak struktur situs web. Misalnya heading, paragraf, sidebar, dan lain-lain.

CSS digunakan untuk mengatur gaya konten HTML situs web. CSS menambahkan gaya ke konten seperti warna, margin, padding, tipografi, dan masih banyak lagi.

Sedangkan JavaScript digunakan untuk menambah / merender konten dinamis ke situs web tanpa menyegarkan halaman.

Misalnya, buka dan tutup item menu dan konten, atau menampilkan pesan pop-up. Kita dapat menggunakan JavaScript untuk memuat konten berdasarkan tindakan tertentu, misalnya klik tombol lalu muat konten berdasarkan rute tertentu, dan yang lainnya.

HTML, CSS, dan JavaScript adalah bagian depan situs web yang dapat dipahami browser. Kita dapat memanipulasi dan mengubah properti / logika HTML, CSS, dan JavaScript di browser menggunakan tools inspeksi.

Terhubung Dengan Backend & Database

Backend merupakan program yang berjalan didalam server dan bukan dibrowser. Bahasa program yang sangat identik dengan Backend diantaranya PHP, atau Node JS. Server ini hanya bisa diakses oleh sang Admin yang mana didalamnya ia bisa memvalidasi atau melakukan operasi logika didalam server.

Di Backend, kamu dapat melakukan operasi logis untuk CRUD (Create, Remove, Update dan Delete) ke dalam database. Ada 2 Jenis database yang berbeda yaitu database SQL dan non-SQL.

Database SQL adalah data berbasis tabel sedangkan Non-SQL berupa berbasis dokumentasi (key-value).

Contoh dari Database SQL diantaranya :

  • MySQL
  • Postgre SQL

Sedangkan untuk Non-SQL :

  • Mongo DB
  • Firebase

Database digunakan seorang pengembang untuk menyimpan, mengambil, dan memanipulasi data pada server.

Berkontribusi Terhadap Proyek Berbasis Open Source

Mengambil kursus onlinedapat membantu mempelajari konsep dasar dalam pengembangan situs web. Setelah itu, kamu bisa mencoba menguji diri sendiri dengan menindak-lanjuti proyek berbasis open source yang tersebar di Internet.

Melakukan hal ini bisa membantu kamu mempelajari teknik untuk memecahkan masalah dengan cara yang lebih nyaman, selain itu biasanya di proyek berbasis Open Source atau sumber terbuka terdapat komunitas besar yang saling membantu satu sama lain.

Kamu bisa mencari proyek Open Source di GitHub dan mulailah berkontribusi. Kelola proyek kamu dengan kontrol versi menggunakan Git. Git membantu kamu untuk berkolaborasi dengan tim, melacak perubahan riwayat kamu pada file kontrol versi.

Mempelajari Framework

Framework atau kerangka kerja memudahkan pengembang untuk mulai membuat situs web karena digabungkan dengan pengaturan konfigurasi awal.

Pengaturan konfigurasi dapat mencakup perutean, otomatisasi kode, arsitektur, dll. Kamu dapat lebih fokus pada hal-hal pemrograman, daripada hal-hal otomatisasi / konfigurasi.

Contoh beberapa framework React modern adalah NextJs, Gatsby, dll.

Mengatur Dokumen di CMS

CMS (Content Management System) memungkinkan kamu untuk mengelola atau posting file di server. CMS terutama digunakan untuk keperluan administrasi.

Dengan CMS, kamu dapat membuat, mengelola, memperbarui konten di situs web, menetapkan peran yang berbeda kepada pengguna, dan mengunggah file.

Contoh CMS adalah strapi, WordPress, dll.

Hosting Proyek di Server Publik

Agar situs web kamu bisa Online, kamu harus menggunakan hosting dari penyedia layanan hosting yang ada. Untuk di Indonesia itu sendiri terdapat banyak sekali penyedia layanan hosting seperti :

  • Niagahoster
  • Domainesia
  • Cloudhosting

Dan masih banyak lagi yang lain. Umumnya disetiap penyedia layanan hosting akan memandu kamu tata cara bagaimana supaya website kamu bisa online dengan mudah.

Sumber : https://dev.to/taimoorsattar7/how-to-become-web-developer-in-2021-eaa

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply