Hal yang Menyebabkan Zoom Laris Manis!

0

Meski Sudah Ada Skype, Google Hangout dan Masalah Security

Pada masa dimana milyaran orang dipaksa untuk tetap dirumah guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Ketika banyak perusahaan mulai beralih ke platform Video Conferencing (Konferensi Video), dan Saat banyak orang mencari cara untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman mereka, 1 perusaahan memuncaki itu semua saat ini yaitu Zoom.

Sama seperti platform atau tools konferensi video lainnya, membuat banyak orang terhubung secara virtual. Walau awalnya Zoom untuk hiburan dan kegiatan universitas, Tapi selama pandemik melanda ia telah melebar ke sektor lain.

Selama masa lockdown, Saham perusahan zoom mengalami lonjakan sebesar 67% mulai dari awal bulan februari hingga akhir maret 2020. Disamping itu juga, jumlah unduhan aplikasi Zoom mengalami peningkatan pesat hingga 3 juta unduhan dan membuatnya dinominasi sebagai Top Free App di Iphone Store khususnya diwilayah Amerika.

Bagaimana mereka bisa mencapai semua ini ? Padahal jika kita lihat sebelumnya sudah ada platform yang sama seperti Skype, Google Hangout, dan yang lainnya. Untuk menjawabnya kita harus lihat kembali beberapa tahun kebelakang.

Sejarah Awal Zoom

Keberhasilan Zoom saat ini berkat hasil kerja keras CEO mereka yaitu Eric Yuan. Pada akhir tahun 80an, Ia berimigrasi dari Cina ke Amerika untuk bekerja disuatu perusahaan teknologi. Eric memiliki Visi bahwa suatu hari nanti teknologi panggilan video (Video Call) menjadi praktis dan mudah digunakan. Inilah yang menjadi obsesi ia menciptakan Zoom.

Eric memiliki Visi bahwa suatu hari nanti teknologi panggilan video (Video Call) menjadi praktis dan mudah digunakan. Inilah yang menjadi obsesi ia menciptakan Zoom.

Sebagai Seorang Engineer, Eric Yuan bekerja disuatu perusahaan yang disebut WebEx Communication. Sejak awal bergabung, ia memang sudah jadi kunci dari pengembangan software konferensi video perusahaan itu. Membuatnya menjadi pelopor platform video call dipasar teknologi.

Ditahun 2007, Cisco membeli perusahaan WebEx senilai $3.2 Milliar Dollar US. Setelah itu Eric Yuan bekerja keras untuk terus mengembangkan software tersebut dan disaat yang sama ia berhasil menduduki jabatan VP of Engineering.

Dibawah bimbingannya, WebEx berhasil menghasilkan 750 teknisi dan memiliki profit hingga $800 Juta Dollar US.

Bukan hanya menjadi pelopor platform konferensi video pertama, WebEx juga menjadi satu-satunya yang berhasil menyempurnakan platform tersebut. Membuat menjadi tools konferensi video paling hits pada masanya.

Akan tetapi bukan berarti semuanya berjalan mulus. Seiring berjalannya platform tersebut banyak ditemukan beberapa masalah seperti konektivitas yang tidak stabil, terjadi lag pada video maupun audionya, dan proses installasinya dinilai cukup sulit bagi departemen IT.

Eric sadar akan masalah tersebut dan melakukan beberapa perbaikan. Namun karena para petinggi WebEx tidak satu pikiran dengannya, membuat Eric hengkang dari WebEx Communication, dan mulai bercita-cita membangung software versinya sendiri.

Dilansir dari interview Eric dengan majalah Forbes, Uniknya saat proses hengkangnya dari WebEx ada sekitar 40an teknisi lainnya yang mengikuti jejaknya. Dan tidak tanggung-tanggung hal yang sama terjadi untuk para Investor.

Alhasil pada tahun 2011 ia berhasil menggalang dana hingga $3 Milliar dollar US dan mulai merealisasikan idenya. Dalam 2 tahun berikutnya ia berhasil menciptakan Zoom.

Berbeda dengan dengan Skype yang lebih mengutamakan Audio lalu ke Video, Strategi Zoom malah sebaliknya. Tapi jangan salah, strategi ini justru mendapat respon positif pada masa Beta testing software Zoom. Setelah sedikit penyempurnaan, dan beberapa optimasi, Zoom akhirnya resmi dirilis kepasar pada bulan januari 2013.

Pada tahun 2014, Zoom berhasil menarik 10 juta pengguna aktif diplatformnya dan mengundang lebih banyak investor. Lalu apa rahasia dibalik suksesnya saat masa pandemik ? Berikut ini resep yang mereka gunakan.

Strategi Dibalik Suksesnya Zoom

Alasan dibalik suksesnya Zoom yaitu terletak pada paket 3 in 1 yang mereka tawarkan :

  • HD Video Conferencing
  • Mobility
  • Web Meeting

Dan ketiganya bisa didapatkan hanya dengan harga $14.99 Dollar saja. Kalau kita bandingkan dengan platform lain jelas paket yang Zoom tawarkan memang murah. Platform lain hanya memberikan 1 atau 2 jenis saja diatas untuk harga yang sama.

Kalau kamu kunjungi website mereka Zoom.us, disana juga terdapat paket gratisnya juga. Paket gratis tersebut memberikan setidaknya durasi 40 menit untuk Group Meeting dan mampu menampung hingga 100 orang.

Fitur ini jelas sesuai dengan mereka yang masih sekolah atau kuliah. Keduanya bisa mengadakan kelas online tanpa harus mengeluakan biaya sedikitpun. Sangat cocok digunakan untuk mereka belum memiliki penghasilan sendiri.

Terlebih lagi Zoom dinilai kompatibel dengan berbagai macam browser yang digunakan. Misalnya saja seperti Firefox, Google Chrome, dan Safari. Karena Data yang digunakan pun cenderung rendah, membuat performa Zoom tetap lancar meskipun koneksi internet sedang tidak stabil.

Mengingat latar belakang Eric Yuan yang dulunya mantan karyawan Cisco, jelas ia memahami cara kerja internet pada level teknisi hardware. Membuat software yang tetap lancar di koneksi rendah sekalipun pasti mudah ia lakukan.

Di twitterpun, Eric Yuan bahkan mau secara personal membalas tweet keluhan para pelanggannya. Kalau dilihat memang siapapun jelas akan senang jika tweet keluhan produk mereka dibalas langsung oleh CEO-nya.

Tindakan inipun bahkan bisa sampai membuat pelanggan yang dulunya berlangganan WebEx malah beralih ke Zoom yang diciptakan oleh Eric karena pelayanan Customer Service-nya dinilai lebih memuaskan.

Masalah Bocornya Keamanan Dan Privasi Pengguna Zoom

Naiknya popularitas Zoom selama pandemik bukan berarti mereka bebas dari masalah. Pasalnya aplikasi ini terkena beberapa masalah keamanan, privasi pengguna, hingga membuat FBI menginvestigasi keamanan mereka.

Fenomena Zoombombing

Setiap konferensi video yang terjadi didalam Zoom dilindungi dengan 9-11 digit ID yang secara acak dihasilkan. ID tersebut digunakan layaknya akses untuk bisa bergabung dalam suatu konferensi.

Sebuah riset menemukan bahwa ID tersebut sangat mudah untuk ditebak bahkan diretas paksa, yang mana orang asing sekalipun bisa dengan mudah masuk.

Yang jadi masalah tindakan yang dilakukan penyusup tersebut, yang banyak terjadi mereka biasanya menampilkan gambar yang bersifat kekerasan, offensif, hingga sampai menuju unsur pornografi. Konyolnya bahkan menampilkan video siperetas sedang menari ditengah-tengah rapat konferensi.

Sebagai solusinya, Zoom menyarankan penggunanya agar turut mengatur password untuk suatu meeting agar terhindar dari peretas.

Isu Lag Pengguna Mac OS

Fenomena Zombombing hanya awal dari masalah yang lainnya. Baru-baru ini Zoom dipaksa untuk melakukan update untuk versi iOS setelah banyak pengguna MAC iOS mengeluh komputer mereka menjadi lambat bahkan setelah aplikasi Zoom di Uninstall.

Alhasil Zoom harus bekerja sama dengan Apple dan membuat Patch baru untuk pengguna MAC-OS.

Bocornya Data Privasi Pengguna

Masalah lain yaitu privasi pengguna. Karena memiliki ratusan juta pengguna, terdapat kabar bahwa data pengguna Zoom dijual secara ilegal kepada pihak ketiga. Umumnya data-data tersebut dijadikan sasaran iklan. Walau tidak begitu berbahaya, jelas ini menjadi pelanggaran privasi pengguna.

Perkembangan Pesat Zoom Selama Pandemik

Kalau kamu perhatikan, Zoom sebelum pandemik melanda memang sudah mengalami keberhasilan yang tinggi. Bisa dilihat pasca rilisnya saja ia berhasil menarik lebih banyak investor. Namun tetap saja masih terlihat aneh padahal sebelumnya memang sudah ada platform serupa. Penasaran ? Berikut alasan utamanya.

Masih ingat dengan paket yang mereka tawarkan ? paket 3 in 1 yang bisa didapatkan hanya dengan sekali bayar atau bahkan gratis. Kalau pelanggan yang membeli berada dilevel perusahaan memang harga yang ada disana bukanlah apa-apa bagi mereka.

Lalu bagaimana untuk mereka yang masih sekolah atau kuliah ? jelas akan mengalami kesulitan untuk mengadakan kelas online.

Inilah yang menjadi alasan Zoom mengalami masa keemasan mereka saat masa pandemik. Disaat platform lain hanya menyediakan 1 atau 2 fitur saja setiap paket yang ditawarkan dan tidak terdapat paket gratis. Zoom malah memberikan paket 3 in 1 hanya dengan sekali bayar atau gratis.

Meskipun waktu yang diberikan terbatas, namun banyak orang menilai waktu tersebut sudah cukup untuk mereka agar tetap bisa berkomunikasi satu sama lain.

Rata-rata pengguna aktfi Zoom pun mampu mencapai 200 juta pada bulan maret 2020. Sebuah jumlah yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan desember tahun lalu saat pandemik belum melanda.

Kini juga Zoom lebih mudah disetting. Karena berbasis Cloud tanpa adanya hardware lain yang dibutuhkan. Ia menggunakan Model Cloud ber jenis Hybrid yang mampu berjalan di mesin virtual apapun.

Potensi Pasar Zoom di Masa Setelah Pandemik

Zoom mengalami masa keemasan dikarenakan fitur yang diberikan lebih banyak dan bahkan disajikan gratis. Bahkan sebelum pandemik melanda ia mendapatkan popularitas yang sangat besar, apalagi setelah pandemik melanda dan memaksa orang untuk tinggal dirumah ? Jelas akan meningkat berkali-kali lipat.

Namun bagaimana nasib mereka setelah pandemik berakhir ?

Jelas tidak ada yang tahu jawabannya. Zoom sendiri bahkan tidak memprediksi akan datangnya pandemik yang membuat mereka berada dipuncaknya saat ini.

Penghasilan yang mereka dapat umumnya berasal dari Subscription paket yang mereka tawarkan dari konferensi video. Namun kebanyakan yang mendaftar disana memilih paket gratis yang ditawarkan.

Ini jelas jadi tantangan yang sulit bagi Zoom maupun Eric Yuan sebab mereka harus mencari cara agar bisa mengubah semua pengguna gratis tersebut menjadi mau berlangganan berbayar.

Apapun yang terjadi dimasa depan zoom diprediksi akan tetap eksis dipasar teknologi. Hal ini tidak mengherankan karena perusahaan ini memiliki latar belakang yang kuat, CEO dan tim yang hebat, dan mampu memecahkan masalah yang ada dan mengutamakan konsumen mereka.

Sumber tambahan : theaugust.com

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply