Ini Aplikasi yang Digunakan untuk Lihat Performa WFH Tiap Orang!

0

Pandemik COVID-19 memaksa banyak orang untuk bekerja dirumah guna mencegah penyebaran virus tersebut. Dan menurut sebuah survei, 77% pekerja lebih memilih untuk tetap bekerja dari rumah bahkan setelah masa pandemik berakhir.

Selama krises memang terjadi beberapa perkembangan terutama dibidang teknologi. Bukan hanya karyawan saja yang dipaksa bekerja dirumah, banyak jenis bisnispun dipaksa untuk beralih ke versi digitalnya.

Namun karena bekerja dari rumah artinya minim pengawasan, banyak pengusaha yang khawatir perihal produktifitas karyawan mereka. Ini memang hal yang wajar, sebab bisa jadi karyawan mereka malah sibuk menonton film atau bermain game dan menurunkan produktifitas.

Ini juga yang menjadi penyebab tenarnya tools-tools atau software monitoring selama baru-baru ini. Banyak perusahaan yang mulai menggunakan tools ini guna memantau produktifitas karyawan mereka selama bekerja dirumah.

Apakah Hal ini Baru ?

Dipantau saat bekerja memang bukan hal yang baru. Siapapun pasti pernah merasakannya ketika mereka bekerja dikantor. Misalnya saja atasan yang diam-diam melakukan inspeksi, atau bahkan diawasi melalui CCTV yang umumnya dipasang di sudut-sudut ruangan.

Tetapi salah satunya yang sedang populer yaitu clocking data yang digunakan untuk melacak aplikasi, browser web, serta perangkat lainnya yang biasa digunakan disuatu perusahaan / ligkungan kerja.

Dulu hal-hal tersebut hanya akan terjadi selama kamu berada dilingkungan kantor. Tetapi selama masa pandemik, ada potensi bahwa kamupun akan tetap diawasi dengan software-software tersebut walau bekerja dirumah.

Bagaimana Cara Kerjanya ?

Berbagai perusahaan memiliki cara mereka sendiri memantau kinerja karyawan mereka selama bekerja dirumah. Dan tidak sedikit perusahaan teknologi yang sudah mengembangkan software untuk mencapai tujuan tersebut.

Misalnya saja software :

  • Proto Score
  • Hub Staff
  • InterGuard
  • Time Doctor
  • Era Mind

Dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk Proto Score saja mereka mengklaim mengalami peningkatakan pelanggan hingga 600% selama masa pandemik.

Cara kerja Proto Score itu sendiri yaitu dengan mereka menggunakan poin data terhadap tools CRM yang seseorang gunakan. Misalnya saja Email dalam G-Suite, Microsoft 365. Proto Score mengambil data poin dari komponen tersebut dan mengirimnya ke Dashboard pengguna mereka dan disajikan dengan data grafis besera score-nya.

Semua aktiftias yang kamu lakukan saat menyalakan komputer, hingga telepon yang kamu gunakan bisa dipantau oleh bosmu melalui tools ini.

Namun bukan berarti hal ini buruk untuk karyawan suatu perusahaan. Misalnya saja perusahaan Vonage yang menggunakan tools yang sama mengatakan bahwa dengan bantui AI tools tersebut mereka mengalami peningkatakan produktifitas pada penjualan mereka.

Bagi karyawan memang seperti privasi mereka diganggu, namun untuk sisi pengusaha mereka amat terbantu karena tidak perlu lagi khawatir produktifitas karyawan mereka turun selama masa pandemik berkat tools monitoring ini.

Apakah Cara ini Benar-Benar Efektif ?

Disisi seorang pengusaha atau bos yang selalu ingin memantau kinerja karyawan mereka memang cara ini bisa jadi solusi yang pas. Akan tetapi disisi karyawan tidak sedikit dari mereka yang merasa stress hingga depresi karena kini mereka tetap dimonitor selama bekerja dirumah, dan ada Goals tambahan dalam tools tersebut yang harus mereka capai pula.

Saat seorang karyawan diberikan tujuan dan alat untuk mencapainya memang meningkatkan produktiftas, tetapi jika harus dimonitoring juga saat bekerja dirumah bisa meningkatkan tekanan secara psikologis.

Haruskah Hal ini Dilakukan ?

Untuk mengetahui seberapa produktif seorang karyawan atau tidaknya, menggunakan tools ini memang sangat dianjurkan.

Karena tanpanya pengusaha tidak akan tahu mana yang benar-benar bekerja serius dirumah, dan mana yang tidak karena mereka tidak dimonitoring secara langsung. Dan karena alasan ini, menggunakan tools monitoring karyawan selama dirumah dijadikan pembenaran oleh sebagian orang.

Walau tools monitoring seperti Proto Score atau Hub Staff mempromosikan ide keterbukaan dan membuat pegawai perusahaan tetap up-to-date atas apa yang terjadi, tetapi suatu perusahaan secara legal atau resmi wajib melakukannya.

Hasil yang ditimbulkan bisa bervariasi dan bahkan malah memperburuk produktifitas karyawan selama bekerja dirumah karena harus dipantau terus menerus dalam prosesnya.

Lalu apa Alternatifnya ?

Untuk kamu yang pengusaha atau seorang manager yang dilema akan tepat tidaknya menginstall tools monitoring, sebenarnya ada solusi alternatifnya. Yaitu dengan bantuan Tools GitLab.

GitLab sama sekali tidak menggunakan software monitoring namun lebih fokus pada metrik-metrik dokumentasi, Pembinaan tujuan perusahaan, menjalin komunikasi terbuka, dan lebih mengutamakan hasil, bukan prosesnya.

Kuncinya disini, jangan hanya lihat seseorang hanya dari seberapa sering mereka berada didepan keyboard atau meja kerja mereka. Itu semua bukan cara yang bagus untuk mengukur produktifitas karyawan-karyawan kamu baik itu dirumah maupun di kantor sekalipun.

Secara fundamental yang seharusnya diukur yaitu hasilnya, bukan total waktu yang dihabiskan. Dan hal ini sudah terbukti efektif dibanyak industri manajemen.

Dan ingat, kamu tidak bisa menjalankan suatu roda perusahaan atau tim secara terpisah melalui micromanagement (tools monitoring) serta ketakutan. Ini hanya akan menyebabkan karyawan-karyawanmu mengundurkan diri dan melamar ditempat lain yang lebih nyaman.

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply