AI & Data Science

Lebih Dari 50% Warga Eropa Ingin Anggota Parlemennya Diganti Dengan AI

Written by Techfor Id

Riset Tunjukan Lebih Dari 50% Warga Eropa Ingin Anggota Parlemennya Diganti Dengan AI

Beberapa tahun belakangan, kita seringkali mendengar bahwa suatu saat robot akan menggantikan pekerjaan manusia.

Dan sepertinya hal ini sudah mulai terbukti bakal terjadi.

Para peneliti di Pusat Pemerintahan Perubahan di Universitas IE di Spanyol menemukan bahwa,

dari 2.769 orang yang disurvei dari 11 negara, 51 % responden warga Eropa mendukung penggantian pembuat undang-undang dengan AI.

Dibelahan benua lainnya yaitu Amerika juga mengalami hal serupa, tetapi hanya 40% saja yang merespon demikian.

Yang parahnya justru di China, sebab lebih dari 75% warganya setuju kalau anggota parlemennya diganti dengan AI.

Baca Artikel Lainnya :

Padahal nyatanya teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini masih belum sempurna dan perlu banyak perbaikan. AI hanya berurusan dengan angka dan algoritma saja.

Tetapi kalau kita bandingkan dengan korupsi, kolusi, dan kurangnya transparansi,

mengganti manusia dengan mesin buatan ini mungkin bisa jadi ide yang didambakan masyarakat selama ini.

Apalagi untuk masyarakat yang kian diterpa Hiper politisasi, polarisasi, dan misinformasi.

Mengutip percakapan CNBC dengan Oscar Jonsson, direktur akademik IE berkata :

Persepsi semua orang adalah bahwa politik semakin buruk dan jelas politisi disalahkan, jadi saya pikir (laporan tersebut) menangkap zeitgeist umum,”

Dari hasil survei, mayoritas responden yang lebih memilih AI cenderung mengarah ke Generasi Z dan Milenial yang sepertinya bersikap terbuka terhadap algoritma.

Beda dengan generasi sebelumnya yang berkata sebaliknya.

Pendapat yang muncul juga bervariasi secara dramatis dari generasi ke generasi,  

Lebih dari 60% orang Eropa yang berusia 25-34 tahun dan 56% dari mereka yang berusia 34-44 mendukung gagasan tersebut,

sedangkan mayoritas responden yang berusia di atas 55 tahun tidak menganggapnya sebagai gagasan yang baik.

Oscar Jonsson menunjukkan bahwa selain dari penurunan kepercayaan selama puluhan tahun pada demokrasi,

Fakta bahwa kebanyakan orang tidak memiliki hubungan dengan anggota parlemen mereka berkontribusi pada banyak orang yang mendukung AI.

Tidak semua negara menyukai gagasan menyerahkan kendali hokum di negaranya ke mesin, yang dapat diretas atau bertindak dengan cara yang tidak diinginkan manusia.

Sebagai contohnya di Inggris, 69% orang disana lebih memilih menentang gagasan tersebut. Diikuti dengan Belanda (56%) dan Jerman (54%).

Baca Artikel Berikutnya,

Cek Kondisi Kulit Secara Online, Pakai Tools AI?

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Open chat
Tanya Sekarang Aja 🤩
Hi ini Windy, dari Techforid🤩

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techforid
Seperti :

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor di atas atau beritahukan Windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu [Klik Open Chat]