Harapan Djauhari Oratmangun terhadap anak muda Indonesia

0

Seseorang dikatakan berhasil jika ia sudah bisa menguasai dan mengikuti perkembangan teknologi dan mempraktekannya dengan menggunakan teknologi di kehidupan sehari – hari, dan jika sesorang tidak tau akan teknologi ia bisa dikatakan tidak berhasil atau gagal dalam mengikuti perkembangan zaman dan teknologi saat ini.

Dengan berkembangnya teknologi saat ini semakin memudahkan proses komunikasi tanpa memikirkan jarak, ruang dan waktu, lebih mudah dalam memperoleh informasi dengan memperolehnya lebih cepat.

Teknologi juga berperan penting dalam proses membantu seseorang dalam melakukan pekerjaanya dalam mengolah data, berbisnis, berbagi informasi tanpa di batasi oleh ruang, dan waktu tergantung oleh penggunanya yang mengoperasikan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Akan tetapi kurangnya pengetahuan dan cara menggunakannya dengan baik perkembangan TIK tersebut tidak di manfaatkan dengan baik terutama di kalangan remaja. Akibat pesatnya perkembangan teknologi tersebut membuat para remaja sangat bergantung dengan namanya teknologi, terutama internet.

Usia remaja merupakan usia yang paling aktif dalam menggunakan media sosial biasanya mereka menggunakan media sosial hanya untuk sekedar menanyakan informasi ataupun hanya untuk sekedar sebagai media hiburan saja, apalagi saat ini banyak bermunculan aplikasi di smartphone seperti facebook, twitter, whatapps dan aplikasi aplikasi lainnya.

Tidak hanya aplikasi saat ini perkembangan teknologi juga memunculkan beberapa jenis game baru yang cara kerjanya menggunakan bantuan internet. 

Berikut pandangan Djauhari Oratmangun duta besar republik Indonesia yang untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia berkedudukan di Beijing, tentang millennials yang berada di Indonesia.

Digital talent anak-anak millennials dimata bapak Djauhari Oratmangun.

“Wah, digital talent kita luar biasa. Kita sekarang punya 63 juta atau 64 juta millennials. Kita akan dapat bonus demografi, dan rata-rata millennials kita itu dekat dengan teknologi sangat dekat dengan teknologi. You can witness everyday everywhere, bagitukan not only in Jakarta kalau ke daerah-daerah lain pun di Indonesia kan, akan-akan terlihat kasat mata itu terlihat.”

“saya, kita punya digital talent ya kita punya digital talent yang luar biasa, sekarang bagaimana digital-digital talent itu disalurkan untuk industri-industri yang tepat sehingga mereka bisa berprestasi. Kita kan akan menuju 4.0 juga.” Tambahnya.

Harapan Djauhari Oratmangun terhadap millennials yang berada di Indonesia.

“Harapan saya. Satu mereka harus benar-benar cinta Indonesia, nosiaonalisme kalau mereka cinta Indonesia mereka akan menghasilkan teknologi-teknologi yang bermanfaat untuk kemajuan Indonesia. Disitu harus dari rasa sayang, dan ras cinta kepada negara karena itu yang berkembang di negara-negara lainnya, rata-rata negara besar munculnya dari situ.

Kalau dia cinta kepada negara, dia mau mengabdi kepada negara. Mengabdi bukan berarti jadi pegawai negeri, mengabdi kepada negara kan bisa di berbagai sektor. Termasuk-termasuk yang di lakukan kalian kan, jadi ini cara melakukan pengabdian kepada negara.

Nah, mereka yang kaum millennials kita yang sangat dekat dengan teknologi bisa mengembangkan teknologi itu, kemajuan untuk negara. the end of the day akan membawa manfaat ekonomi buat mereka juga.

Itu sudah terjadi juga, di belahan negara lain itu sudah terjadi di Amerika, Eropa, Cina itu sudah terjadi. Now it’s about time for us, karena kita sudah lihat 5 tahun terakhir ini lihat saja apa yang terjadi, muncul kemudian bibit-bibit baru yang menghasilkan teknologi-teknologi yang sekarang kita manfaatkan manfaatnya.”

Menurut bapak Djauhari Oratmangun yang dibutuhkan, mungkin dibutuhkan perusahaan-perusahaan digital, skill yang dibutuhkan?

“Pertanyaanya susah juga untuk dijawab. Begini, setiap zaman itu punya generasi yang akan adaptif dengan zamannya masing-masing, dan saya percaya juga zaman sekarang akan menghasilkan anak-anak muda yang adaptif juga dengan kebutuhan zamannya dengan kebutuhan saat ini.

Nah, mereka harus mempersiapkan diri bahwa sekarang sudah era yang completely beda dengan era dengan era yang lalu, jadi harus mereka siapkan diri mereka harus faham benar teknologi, harus bekerja dengan tekun dan keras. Karena persaingan akan luar biasa, orang melakukan pekerjaan sekarang, tidak lagi secara tradisional di kantor-kantor dan lain-lain.

Sekarang kan polanyakan, sudah berubah semua bisa melakukan pekerjaan dari tempat dimana yang tidak terfikirkan saat ini, tentunya dengan melalui konektivitas melalui gadget bisa, melalui konektivitas dari pada informasi teknologi.

Apa lagi, kalau nanti kita mempunyai ring, sudah ada iT ring untuk Indonesia itu yang dari pojok Papua, Maluku, mau pun di Aceh itu bisa melakukan bisnis dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Jadi persaingan akan luar biasa so, be prepare for that tapi harus difikirkan juga bahwa satu kita adalah negara terbesar di kawasan jadi kita harus berfikir untuk, keluar dari Indonesia juga.

Bagaimana, dengan pemahan terhadap teknologi dengan kemampuan kita, itu kita tidak hanya di Indonesia tapi kita harus mampu juga keluar dari Indonesia. Dan, saya sangat yakin dengan hal itu, karena sekarang banyak anak-anak muda Indonesia yang sudah keluar dan berkarya, di luar dari Indonesia tetapi then of the day akan berkontribusi akan pembangunan Indonesia.

Jadi bisa berfikir, out of the box dan bisa berkontribusi kembali ke Indonesia. Seperti misalnya Go-jek sekarang, sudah di Vietnam, sudah ada di beberapa kota lainnya, traveloka, tokopedia, dan lain-lain. Jadi ya, saya termasuk yang optimistik.”

kan polanyakan, sudah berubah semua bisa melakukan pekerjaan dari tempat dimana yang tidak terfikirkan saat ini, tentunya dengan melalui konektivitas melalui gadget bisa, melalui konektivitas dari pada informasi teknologi.

Apa lagi, kalau nanti kita mempunyai ring, sudah ada iT ring untuk Indonesia itu yang dari pojok Papua, Maluku, mau pun di Aceh itu bisa melakukan bisnis dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Jadi persaingan akan luar biasa so, be prepare for that tapi harus difikirkan juga bahwa satu kita adalah negara terbesar di kawasan jadi kita harus berfikir untuk, keluar dari Indonesia juga.

Bagaimana, dengan pemahan terhadap teknologi dengan kemampuan kita, itu kita tidak hanya di Indonesia tapi kita harus mampu juga keluar dari Indonesia. Dan, saya sangat yakin dengan hal itu, karena sekarang banyak anak-anak muda Indonesia yang sudah keluar dan berkarya, di luar dari Indonesia tetapi then of the day akan berkontribusi akan pembangunan Indonesia.

Jadi bisa berfikir, out of the box dan bisa berkontribusi kembali ke Indonesia. Seperti misalnya Go-jek sekarang, sudah di Vietnam, sudah ada di beberapa kota lainnya, traveloka, tokopedia, dan lain-lain. Jadi ya, saya termasuk yang optimistik.”

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply