Kenali Jenis-Jenis Fintech Sesuai Dengan Kebutuhanmu!

8

Di jaman teknologi seperti sekarang ini, mengubah gaya hidup masyarakat yang inginnya serba cepat, merupakan faktor penting penggiat pasar salah satunya pada sektor finansial. Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin banyak, maka muncul berbagai usaha menawarkan jasa keuangan menggunakan teknologi, atau lebih dikenal dengan Teknologi Finansial (Fintech).

Baca Juga Artikel Terkait : Pengertian Fintech dan Contoh Pemanfaatannya untuk Kehidupan

Dengan adanya fintech, transaksi jual beli serta urusan pembayaran akan menjadi lebih mudah, cepat, efektif serta efisien. Meski sebagian besar orang sudah terbiasa memakai dompet atau pembayaran elektronik, berikut ini mari kita kenalkan lagi jenis-jenis fintech yang mungkin belum kamu ketahui.

Ini dia beberapa usaha fintech yang ada di Indonesia. Mana yang sesuai kebutuhanmu?

Badan internasional pengawas dan rekomendasi stabilitas keuangan global atau Financial Stability Board (FSB) membagi jenis Fintech ke dalam beberapa kategori yaitu:

1. Crowdfunding dan Peer To Peer Lending

Perusahaan fintech crowdfunding dan peer to peer lending di sini sama-sama menawarkan jasa untuk mempertemukan antar pemilik dana dengan pengusaha startup atau UMKM yang sedang membutuhkan dana.

Bedanya, peer to peer lending yaitu kegiatan di mana kreditur dan debitur melakukan praktik pinjam meminjam tanpa perlu bertemu muka. Sementara pada situs crowdfunding, sejumlah pemilik dana akan membiayai proyek atau bisnis seseorang secara bersama-sama dengan pemilik dana lainnya seperti halnya patungan.

Dengan adanya jasa tersebut, pemilik dana mempunyai pilihan alternatif untuk berinvestasi. Sementara pengusaha juga punya alternatif sumber pendanaan di luar perbankan bukan? salah satu contoh situs fintech crowdfunding antara lain Kickstarter, Kitabisa dan Indiegogo. Sementara situs peer to peer lending seperti Modalku, Koinworks, Amartha, dan Investree.

Tempat Kursus Komputer Terbaik | Digital Marketing, Programming, SEO, Dll.

2. Payment, Clearing dan Settlement

Fintech jenis ini bergerak di bidang pembayaran, baik yang diselenggarakan oleh perbankan ataupun dilakukan Bank Indonesia. Keberadaan fintech ini jelas sangat memudahkan para pengguna untuk melakukan transaksi pembayaran yang praktis, cepat, aman dan nyaman. Fintech payment gateway contohnya seperti Doku dan Midtrans sangat berguna untuk mendukung para pebisnis e-commerce. Payment gateway menghubungkan bisnis e-commerce dengan berbagai bank sehingga penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi dengan cepat dan mudah.

Sementara layanan fintech e-wallet (dompet elektronik) seperti GoPay, OVO, T-Cash, LinkAja memungkinkan pengguna menyimpan uangnya di aplikasi tersebut untuk dapat digunakan bertransaksi kapanpun dimanapun. Pemakaian e-wallet sangat mudah sehingga pengguna tidak perlu repot menggunakan alat pembayaran tunai dan berurusan dengan uang kembalian.

3. Market Aggregator/Provisioning

Fintech market aggregator memiliki simpanan bank data tentang berbagai produk keuangan yang tersedia di pasaran. Portal market agregator akan sangat membantu anda untuk menentukan pilihan pada suatu produk keuangan tertentu. Mereka menyajikan data tentang berbagai aspek produk keuangan seperti harga, fitur, dan manfaatnya.

Contohnya, ketika seseorang ingin membuat kartu kredit atau mengajukan KTA (Kredit Tanpa Agunan), maka anda bisa mengunjungi situs Cekaja, KreditGogo, atau Cermati. Kemudian, market aggregator tersebut akan menampilkan seluruh penyedia layanan kartu kredit serta memberikan data aspek dan keunggulan dari setiap bank penerbit kartu kredit. Dengan begitu, pengguna bisa menimbang dan memilih produk yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

4. Manajemen Risiko dan Investasi

Fintech manajemen risiko dan investasi juga membantu anda dalam mengambil keputusan terkait langkah finansial tertentu. Layanan yang ditawarkan fintech ini seperti perencanaan keuangan dalam bentuk perangkat digital.

Dengan memanfaatkan layanan fintech ini, seseorang yang memiliki dana dapat mengatur keuangan dan menaruhya di instrumen investasi atau asuransi yang tepat. Beberapa contoh fintech manajemen risiko dan investasi adalah Bareksa, Bibit, Cekpremi, Rajapremi, dan Pasarpolis.

5. Deposito, Pinjaman dan Penambahan Modal

Inovasi fintech yang paling umum di bidang ini adalah platform P2P lending dan payday loan. Fintech jenis P2P lending seperti yang telah kita bahas sebelumnya merupakan penghubung antara pemberi pinjaman (investor) dengan para pencari pinjaman dalam satu platform.

Satu peminjam dapat didanai oleh dana yang telah terkumpul dari beberapa investor atau dengan satu investor saja. Nantinya investor akan mendapatkan bagian keuntungan dari dana yang ia pinjamkan. Beberapa contoh fintech jenis ini adalah Akseleran, Uangteman, dan Kreditpintar

Layanan yang ditawarkan berbagai perusahaan fintech memang bisa memudahkan kehidupan kita sehari-hari, mulai dari pembayaran, hingga investasi. Namun jika ingin memanfaatkan jasa tersebut, anda harus memastikan bahwa perusahaan telah terdaftar resmi di Bank Indonesia atau OJK.

6. Daya Tarik Fintech

Fintech memiliki struktur organisasi yang lebih ramping dan daya penetrasinya yang dinamis membuatnya bergerak lebih cepat dan lincah disbanding bank konvensional. Fintech menawarkan produk-produk baru yang dibutuhkan masyarakat sejalan dengan gaya hidup digitalisasai ini.

Head of Digital Banking Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto memprediksi, setidaknya 30% jenis pekerjaan di sektor perbankan akan menghilang dalam 5 tahun ke depan. Oleh sebab itu, mau tak mau perbankan konvensional harus mulai menyesuaikan diri dengan tren fintech ini. Jadi, sudah ada beberapa korporasi finansial yang mulai berinvestasi dan bekerjasama dengan perusahaan fintech untuk meningkatkan kemampuan teknologi digital mereka.

Kolaborasi dengan fintech merupakan jalan terbaik bagi bank untuk mempertahankan pertumbuhan bisnisnya. Karena kecenderungan masyarakat menginginkan bentuk layanan yang cepat, mudah, dan praktis dalam aktivitasnya sehari-hari.

Baca Juga : Apa Itu Fintech Syariah?

Berbelanja misalnya, yang tadinya melalui toko di mall sekarang dapat dilakukan dengan sekali klik di depan komputer atau ponsel. Begitu pula dengan transaksi perbankan, berbagai jenis pembayaran dan investasi dapat dilakukan melalui aplikasi dalam ponsel pintar dengan sekali klik.

Nah itu dia beberapa jenis fintech yang perlu kamu ketahui, jadi yang manakah yang cocok dengan anda?

Sumber: Mengenal Jenis-jenis Finansial Teknologi dan okezone

Share.

About Author

Techfor Id

8 Komentar

  1. Pingback: Jangan Salah Pilih! Ini Daftar Fintech Legal Yang Terdaftar Di OJK |

  2. Pingback: Manfaat Fintech Bagi Masyarakat | TechForID TechForID

  3. Pingback: Fintech Lebih Digemari Daripada Perbankan? Simak Keunggulannya di Sini! | TechForID |

  4. Pingback: Ini Dia Manfaat Fintech Syariah Untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat |

  5. Pingback: Ini Dia 6 Dampak Negatif Fintech! | TechForID TechForID

  6. Pingback: Ini Dia Klasifikasi Fintech! | TechForID TechForID %

  7. twenty oktavia on

    Bisnis masa kini berkembang begitu pesat. Tak ayal, banyak pemuda berbondong-bondong merintis macam-macam usaha. Namun, tak sedikit orang mengaku terkendala secara finansial, terutama masalah modal sebagai langkah memulai bisnis. Hadirnya layanan crowdfunding bisa jadi langkah potensial bagi masyarakat Indonesia. Untuk lebih jelasnya mengenai crowdfunding, bisa klik link berikut ya : http://news.unair.ac.id/2018/12/26/selisik-lebih-dalam-tentang-layanan-crowdfunding/

  8. Pingback: Contoh Usaha Rintisan Yang Berkembang | TechForID

Leave A Reply