cryptocurrency Cyber Security

Sita Ratusan Bitcoin, Pasar Dark Web Terbesar Dunia Ditutup

Sita Ratusan Bitcoin, Pasar Dark Web Terbesar Dunia Ditutup
Written by Techfor Id

TechforID – Pasar Dark Web terbesar dan paling lama didunia, Hydra Market, ditutup oleh pihak otoritas Jerman dan Amerika Serikat karena diduga terjadi transaksi bitcoin illegal didalamnya.

Pada hari Selasa (5/04/2022), Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman mengumumkan penutupan situs dark web Hydra, dan mengungkapkan beberapa hal dalam siaran persnya.

Pihak berwenang berhasil menyita banyak infrastruktur situs server terkait web itu, dan  543 keping bitcoin yang setara Rp.356 miliar.

Hydra telah menjadi salah satu sumber terbesar perdagangan gelap online selama beberapa tahun sekarang.

Situs tersebut, yang telah ada setidaknya sejak 2015, memiliki sekitar 17 juta pelanggan dan sekitar 19.000 penjual terdaftar sebelum ditutup.

Selama masa pemerintahannya, Hydra dikenal sebagai pusat perdagangan narkoba dan mengaburkan asal-usul uang tunai, dan pelanggannya sebagian besar berbasis di negara-negara Eropa timur seperti Rusia, Belarusia, Ukraina, dan Kazakhstan.

Menurut perusahaan analisis blockchain Elliptic, sejak diluncurkan Hydra telah melihat transaksi Bitcoin hingga lebih dari $5 miliar dolar.

Baca juga : Lewat Toko Berlian, Sindikat Hacker Beberkan Data Pribadi Tokoh Dunia Ke Dark Web

Situs Dark Web memang sudah dikenal sebagai tempat para penjahat berkumpul atau menjual barang-barang illegal.

Hydra Market sendiri diketahui banyak digunakan di negara-negara berbahasa Rusia. Diyakini ada sekitar 80% transaksi kripto dari seluruh darknet yang ada di Hydra Market.

Disini juga mendukung vendor berbagai macam obat-obatan terlarang untuk terhubung dengan pelanggannya. Mulai dari heroin, kokain, opioid, metamfetamin, hingga LSD.

Mengutip dari CNBC, Departemen Kehakiman AS (DOJ) juga mendakwa salah satu terduga operator Dark Web Hydra Market dengan korupsi untuk mengedarkan narkoba dan korupsi untuk melakukan pencucian uang.

Sementara itu, Polisi Kriminal Federal Jerman menyimpan dompet kripto yang berisi US$ 25 juta atau sekitar Rp 357 miliar  dalam bentuk Bitcoin dari pasar itu.

Baca artikel selanjutnya :

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu