Aulia Halimatussadiah, Wanita di Balik Suksesnya Storial.co

3

Kamu percaya nggak, kalau semua orang bisa menulis? Tapi tidak semua orang bisa konsisten dalam menulis. Apakah kamu termasuk ke dalam yang bisa menulis dan konsisten? Atau malah sebaliknya, nih? Hehehe.

Buat kamu yang senang menulis tapi belum berani membuat sebuah buku, kamu bisa “tes pasar” dulu, lho!

Daripada sayang ide kamu itu, mending kamu tulis aja di Storial.co dan lihat seberapa banyak orang yang menyukai tulisan kamu. Kalau banyak yang baca dan suka, pasti kamu jadi semangat buat nulis dan syukur-syukur sampai nerbitin buku!

Ngomong-ngomong, udah tahu kan Storial.co itu apa? Kalau belum, yuk kita kenalan dulu! Simak perbincangan techforID bersama Aulia Halimatussadiah, Co-founder & CMO Storial.co di bawah ini.

Apa Itu Storial.co?

Storial.co adalah social story-telling platform. Jadi kita mempertemukan penulis yang ingin mengekspresikan karyanya dengan pembaca. Storial di sini membantu penulis yang punya ide kreatif, bisa langsung nulis di platform kita. Kita ada di web dan juga ada di Android, sebentar lagi di iOS.

Di situ penulis bisa langsung nulis bab pertama. Setelah bab 1 selesai tulisan mereka bisa dibaca orang dan dikomentarin. Jika bener-bener bagus dan mereka terus nulis, mereka bisa ngajuin untuk dibuatkan buku premium, mereka bisa charge per-bab nya untuk pembaca. Jadi mereka bisa monetize dan making money bahkan sebelum bukunya selesai,

Awal Mula Ide Untuk Bikin Storial.co?

Saya background-nya computer engineering. Dulu bekerja jadi programmer, saya punya kesukaan menulis dan membaca. Jadi saya udah nulis 30 buku sampai saat ini dan ini membuat saya paham ada masalah dengan penerbitan di Indonesia dan masalah yang dialami para penulisnya.

Apa masalahnya dengan dunia penerbitan Indonesia?

Diawali dari masalah kita punya 100 juta anak muda di Indonesia under 35 years old yang punya banyak sekali ide tapi kita punya penerbit cuma 100 yang aktif. Jadi itu nggak match. 100 penerbit ini punya keinginannya sendiri untuk buku yang akan diterbitkan, sedangkan yang 100 juta anak muda punya ide sendiri yang idealis.

Storial pengen berada di tengah-tengahnya, pengen semua anak muda di Indonesia bisa mengekspresikan diri dengan cara apapun, dengan ide seperti apapun, dimulai dari satu bab walaupun idenya baru 1 bab. Jadi step by step. Di penerbit pun, setelah buku kamu diterima, butuh 3 bulan sampai setahun untuk memprosesnya dan di launching. Di Storial kamu bikin sekarang, kamu nulis sekarang, langsung terbit.

Jadi kita cut a lot of time supaya penulis menemukan pembacanya.

Tempat Kursus Komputer Terbaik | Digital Marketing, Programming, SEO, Dll.

Sebanyak Apa Pengguna Aktif di Storial.co Saat Ini?

Ya impact nya kita punya 130 ribu pembaca dan penulis. Kita punya 38 ribu judul buku dan 138 ribu chapter bab dan diantaranya itu premium chapters, yaitu chapter-chapter yang bisa menghasilkan penghasilan untuk penulis. Tentu aja efeknya sekarang, nggak cuma penulis baru bisa dapat pembaca, mereka bisa juga dapat penghasilan dari karya-karyanya.

Selain bisa menulis dan membaca, ada apa lagi di Storial.co?

Mungkin aku ceritain dikit ya. Jadi kita selalu pengen berinovasi dengan membuat sesuatu yang baru. Jadi kita baru aja launching audio story. Kalau buku biasanya kita baca aja teksnya, sekarang ada semacam sandiwara radionya di dalam buku itu.

Jadi buku itu nggak sekadar dibaca tapi ada juga background suaranya dan lain-lain sehingga orang-orang bisa mendengarkan dan menikmati dengan format berbeda, bukan cuma teks aja.

Bagaimana cara supaya penulis muda ini bisa konsisten menulis selain dari kesempatan mendapatkan uang dari Storial.co?

Kalau penulis itu harus tau apa sih tujuannya menulis, apa yang mau diomongin. Kalau misalnya tujuan kamu jelas untuk menulis, pasti selesai tulisannya atau bakal lanjutin proyeknya. Karena banyak penulis yang nggak selesain bukunya itu karena nggak tau ‘Gue kenapa nulis, ya yang penting gue nulis’. Kalau tau ‘why’ nya itu, pasti dia akan terus menulis.

Saran untuk penulis muda bisa menemukan alasan menulis?

Ya perhatiin aja sekeliling kamu kira-kira apa sih cerita yang membuat kamu tertarik, terpanggil untuk menuliskannya. Apa sih yang mau kamu sampaikan ke orang lain, itu harus tau. Dan kalau nggak ada, nggak usah nulis, gapapa. Tapi kalau merasa ada panggilan, terus harus ngomong ke orang tentang masalah ini, misal putus tuh menyakitkan tapi tau gimana caranya untuk nggak terlalu sakit atau sedih, ya udah tuliskan.

Kalau mau nulis novel tentang beda agama karena kemarin putusnya karena beda agama, yaudah tulis karena ada yang pengen disampaikan. Setelah itu agar terjaga semangatnya untuk nulis, harus pilih accountability partner.

Jadi kayak temen-temen atau mentor atau siapapun yang bisa ngingetin kamu kayak coach. Aku juga writing coach btw, jadi tugas aku juga ngingetin, ‘Eh udah tanggal segini kamu udah nulis berapa kata? Bentar lagi mau launching udah selesai belum? Udah dibaca lagi belum?’.

Wah, ternyata topik menulis tidak perlu yang sulit-sulit, ya! Bisa membahas seperti putus cinta, pasti banyak nih yang jagoan, hehehe. Semoga kamu jadi semakin terinspirasi untuk menulis.

Share.

About Author

Aulia Halimatussadiah

Co-Founder & Chief Marketing Officer Storial.co

3 Komentar

  1. Pingback: Buku Kertas VS Buku Digital | TechForID

  2. Pingback: Apa Itu "Writing for Healing"? | TechForID TechForID

Leave A Reply