cryptocurrency LIBRARY (BELAJAR CRYPTO)

Mengenal Cold Storage, Pilihan Aman Bagi Kamu Para Investor!

Avatar photo
Written by Techfor Id

Panggilan untuk kamu para investor mata uang digital. Di masa sekarang, dunia investasi semakin berkembang pesat.

Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin banyak pula jenis investasi yang bisa kamu pilih.

Salah satu yang sedang digemari banyak orang saat ini adalah investasi cryptocrency, yang bergerak di bidang mata uang digital. Di mana, kamu bisa melakukan transaksi mata uang kripto menggunakan bitcoin.

Untuk mengamankan bitcoin, kamu tentu harus mengambil pilihan teraman.

Salah satu yang menjadi favorit para penggiat cryptocurency  adalah Cold Storage. Lantas, apa sebenarnya cold storage itu?

Berikut adalah penjelasan mengenai Cold Storage yang harus kamu tahu.


Ilustasi Investasi Foto: Parapuan

Apa Itu Cold Storage?

Apa yang terlintas dibenakmu saat membaca kalimat di atas?

Apakah kamu memikirkan sesuatu yang dingin seperti kulkas atau es? Tapi sayangnya, cold storage dalam hal ini tidak berhubungan dengan dua hal tersebut.

Melainkan, Cold storage adalah dompet offline yang digunakan untuk menyimpan bitcoinmu tetap aman.

Diketahui, sebagian besar dompet cryptocurrency berbentuk digital. Namun, hal itu seolah menjadi jalan bagi para peretas untuk melakukan pencurian.

Oleh karena itu cold storage diperuntukkan sebagai sarana menyimpan token cryptocurrency secara offline.

Dengan cold storage, dompet akan disimpan di platform yang tidak terhubung ke internet, sehingga melindungimu dari akses tidak sah, peretasan dunia maya, dan hal-hal riskan lainnya yang bisa terjadi rentan terhadap sesuatu yang terhubung ke internet.

Baca Artikel Cryptocurrency dari Awal :

Memahami Cold Storage

Jika kita mengalami peristiwa tidak menyenangkan seperti pembobolan rekening cek, tabungan atau kartu kredit di bank konvensional, pihak bank memiliki kuasa untuk mengembalikan uang yang hilang atau dicuri kepada pemegang rekening.

Namun, beda halnya jika akun atau dompet cryptocurrencymu telah disusupi, dan bitcoin berhasil dicuri!

Pemiliknya tidak akan dapat memulihkan koinnya kembali. Bukan tanpa alasan, itu disebabkan karena sebagian besar mata uang digital terdesentralisasi dan tidak mendapat dukungan dari bank sentral atau pemerintah.

Kamu tentu tidak mau hal mengerikan itu terjadi bukan? Maka, diperlukan media penyimpanan yang aman dan terjamin untuk bitcoin.

Ilustrasi Cold Storage Foto: Scaled Biometric

Dompet bitcoin dikaitkan dengan kunci publik dan pribadi dari pemilik bitcoin.

Kunci pribadi yang diberikan kepada setiap pengguna bitcoin adalah rangkaian karakter alfanumerik unik yang diperlukan untuk mengakses kepemilikan pengguna bitcoin untuk tujuan pengeluaran.

Sedangkan, kunci publik bisa dikatakan mirip dengan nama akun pemilik, yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi tujuan koin yang dikirim ke dompet.

Saat melakukan transaksi, satu bertindak sebagai penjual, dan yang lainnya sebagai pembeli. Keduanya harus berbagi kunci publik mereka satu sama lain untuk menyelesaikan transaksi.

Pembeli komoditas atau layanan akan mengirimkan jumlah bitcoin yang diperlukan ke alamat penjual, diikuti blockchain yang memverifikasi validitas transaksi dan mengonfirmasi bahwa pembeli atau pengirim benar-benar memiliki dana tersebut untuk dikirim.

Setelah pembayaran dikirim ke alamat, penjual atau penerima hanya dapat mengakses dana melalui kunci pribadinya.

Oleh karena itu, kunci pribadi sangat penting untuk dijaga keamanannya karena jika dicuri, bitcoin atau altcoin pengguna dapat dibuka dan diakses dari alamat yang tertera tanpa diketahui.

Perlindungan Dari Pencurian

Cara kerja Cold Storage adalah, setiap transaksi yang dimulai secara online akan ditransfer sementara ke dompet offline yang disimpan di perangkat seperti USB, CD, hard drive, kertas, atau komputer offline,

yang kemudian ditandatangani secara digital sebelum dikirim ke jaringan online.

Karena kunci pribadi tidak bersentuhan dengan server yang terhubung secara online selama proses penandatanganan, peretas tidak akan dapat mengakses kunci pribadi pengguna.

Baca Artikel Cryptocurrency lainnya :

Bentuk paling dasar dari cold storage  adalah dompet kertas. Dompet kertas merupakan dokumen yang memiliki kunci publik dan pribadi tertulis di atasnya. Dokumen tersebut kemudian dicetak dan disimpan para penggunanya.

Dompet kertas biasanya memiliki QR code di dalamnya, sehingga dapat dengan mudah dipindai dan ditandatangani untuk melakukan transaksi.

Namun, kamu perlu hati-hati jika kertas hilang atau hancur. Jika terjadi hal demikian, pengguna tidak akan pernah bisa mengakses alamat di mana dananya berada.

Ilustrasi Cold Storage Foto: Observer

Bentuk lain dari cold storage adalah hardware wallet  yang menggunakan perangkat offline atau kartu pintar untuk menghasilkan kunci pribadi secara offline.

Dompet USB Ledger adalah contoh dompet perangkat keras yang menggunakan kartu pintar untuk mengamankan kunci pribadi.

Perangkat tersebut terlihat dan berfungsi seperti layaknya USB, dengan komputer serta aplikasi berbasis Chrome diperlukan untuk menyimpan kunci pribadi secara offline.

Sama halnya dengan dompet kertas, penting untuk menyimpan perangkat USB dan kartu pintar ini di tempat yang aman, untuk meminimalisir risiko kerusakan atau kehilangan.

Terakhir, pengguna yang mencari opsi Cold Storage juga dapat memilih software wallet, yang sangat mirip dengan hardware wallet, namun dengan proses yang lebih kompleks.

Software wallet membagi dompet menjadi dua platform, yaitu dompet offline yang berisi kunci pribadi dan dompet online yang menyimpan kunci publik.

Dompet online menghasilkan transaksi baru yang tidak ditandatangani dan mengirimkan alamat pengguna ke penerima atau pengirim transaksi.

Transaksi yang tidak ditandatangani akan dipindahkan ke dompet offline dan ditandatangani dengan kunci pribadi.

Transaksi yang ditandatangani kemudian dipindahkan kembali ke dompet online yang menyiarkannya ke jaringan. Karena dompet offline tidak pernah terhubung ke internet, kunci pribadi yang disimpan tetap aman.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, pengguna Cryptocurrency harus memastikan bahwa dompet pilihan yang mereka pilih, memiliki kecocokkan dengan koin yang digunakan untuk bertransaksi, karena tidak semua dompet mendukung semua cryptocurrency.

Baca Techformation Sebelumnya,

Psstt…. Segini Jumlah Bitcoin Yang Beredar di Dunia!

About the author

Avatar photo

Techfor Id

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu