IOT

Pasar IoT Indonesia, Diestimasi Bakal Tembus 1.620 Trilliun Rupiah Tahun 2025

Pasar IoT
Written by Techfor Id

Pasar IoT Indonesia Diestimasi Bakal Tembus 1.620 Trilliun Rupiah tahun 2025, Apa Penyebabnya ?

Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Perindustrian telah menyiapkan sejumlah regulasi yang akan membuat IoT (Internet of Things) semakin marak di Indonesia.

Pada tahun 2022, pasar IoT di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 444 triliun.

Baca Juga :

Cara IOT & Blockchain Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Founder Indotelko Forum Doni Ismanto Darwin mengatakan penerapan Industry 4.0 di bidang manufaktur sangat erat kaitannya dengan penyediaan infrastruktur dan teknologi informasi dan komunikasi

Seperti internet of things (IoT), big data, cloud computing, kecerdasan buatan, mobilitas, realitas virtual dan augmented, sistem sensor dan otomatisasi.

IoT mengacu pada jaringan perangkat fisik, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan item lain yang ditanam dengan perangkat elektronik,

perangkat lunak, sensor, aktuator, dan konektivitas yang memungkinkan koneksi ke jaringan internet serta mengumpulkan dan bertukar data.

Teguh Prasetya, Founder IoT Forum, memprediksikan pada tahun 2025 sekitar 70% APBN akan ditopang oleh industri berbasis IoT.

Ia juga memprediksi pasar IoT Indonesia pada 2022 mencapai Rp 444 triliun, dan Rp 1.620 triliun pada 2025.

Sampai saat ini sudah ada 250 perusahaan ekosistem IoT di Indonesia yang tumbuh dan berinvestasi di sana. Kita tertinggal di 2G hingga 4G, jangan sampai ketinggalan di IoT karena pasarnya masih luas,” ujar Pak Prasetya.

Direktur Jenderal Pos dan Sumber Daya Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengatakan, pihaknya siap mendukung para pelaku industri untuk menciptakan ekosistem IoT dengan payung hukum yang kuat.

Terkait regulasi, harus ada payung hukum dalam pengembangan IoT ini. Pemerintah akan mengambil model IoT dan inisiatif pengembangan bisnis di Indonesia, tambahnya.

Menurut Pak Ismail, IoT tidak cukup hanya konektivitas tetapi juga ekosistem dan model bisnis, sehingga dapat menciptakan efisiensi dan pendapatan bagi lebih banyak lagi pelaku industri yang ingin melakukan digitalisasi.

Sigfox Resmi Luncurkan Operasinya di Indonesia

Perkembangan IoT di Indonesia didorong oleh banyak sekali investor yang mulai tertarik bermain di pasar Indonesia.

Baca Artikel Lainnya :

Salah satunya yaitu Sigfox, Sigfox adalah pemrakarsa jaringan 0G dan penyedia layanan IoT (Internet of Things) terkemuka di dunia.

Jaringan globalnya memungkinkan miliaran perangkat terhubung ke Internet, dengan cara yang langsung, sambil mengonsumsi energi sesedikit mungkin.

Pendekatan unik Sigfox terhadap komunikasi perangkat-ke-cloud mengatasi tiga hambatan terbesar untuk adopsi IoT global: biaya, konsumsi energi, dan skalabilitas global.

Pada tanggal 20 Februari 2020 Sigfox Indonesia resmi meluncurkan jaringan 0G untuk pengoperasian IoT di Indonesia.

Pada tahap pertama, jaringan Sigfox baru tersedia di Jabodetabek dan Bandung saja.

Peluncuran jaringan Sigfox 0G ini merupakan bagian dari dukungan dalam memajukan penggunaan IoT di Indonesia untuk semakin meningkatkan kesiapan Indonesia dalam merangkul teknologi dan memasuki Revolusi Industri 4.0.

Baca Juga : AI Bisa Membuat Gambar Melalui Deskripsi Tertulis?

CEO Sigfox Indonesia, Johnny Swandi Sjam mengatakan bahwa :

IoT adalah teknologi yang dapat merevolusi dan menjawab banyak masalah manusia di setiap sektor untuk kualitas hidup yang lebih baik. Hari ini adalah langkah pertama kami untuk mewujudkannya dalam fokus untuk memberikan pengalaman teknologi terbaik bagi pelanggan dan mitra kami. ”

Sigfox Indonesia pada awalnya akan menawarkan dua perangkat penginderaan, Personal Tracker,

yang sebagian besar bermanfaat untuk melacak kendaraan untuk kendaraan pribadi dan keberadaannya; dan Wallet Tracker yang dapat digunakan sebagai ID karyawan yang dapat dipantau melalui aplikasi.

Untuk itu, Sigfox Indonesia menggagas kolaborasi untuk mengembangkan perangkat dan aplikasi penginderaan yang dikembangkan oleh para profesional IT lokal

tidak hanya untuk industri manufaktur dan bisnis pada umumnya tetapi juga memanfaatkan IoT untuk pengembang properti, pertanian, perikanan dan masih banyak lagi.

Sigfox membuat ekosistem IoT melalui kerja sama dan MoU dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Berfokus mendukung pengembangan talent pool Indonesia yang berkualitas melalui edukasi tentang teknologi IoT dan memaksimalkan potensinya untuk menciptakan perangkat penginderaan yang canggih dan dapat dipasarkan di dalam negeri dan internasional.

Melalui pasar aplikasi Sigfox yang tersedia di lebih dari 70 negara.

Baca Artikel Berikutnya,

10 Jenis Sensor Canggih Bertenaga IoT!

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Open chat