AI & Data Science

Tools AI ini Bisa Merevolusi Dunia Mikroskopi?

Written by Techfor Id

Tools AI yang dikembangkan di University of Gothenburg menawarkan peluang baru untuk menganalisis gambar yang diambil dengan mikroskop.

Sebuah studi yang sudah diakui secara internasional menunjukkan bahwa tools tersebut dapat mengubah mikroskop secara mendasar dan membuka jalan bagi penemuan baru serta area penggunaannya,

baik dalam ruang lingkup penelitian ataupun industrial.

Fokus studi ini adalah system Deep Learning, sejenis kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (Machine Learning) dimana kita semua pernah berinteraksi dengannya tapi tidak menyadari hal tersebut

Baca Juga :

Kompetisi Adu Teknologi Blockchain, IBM Kalahkan Microsoft

Misalnya saja, saat ada lagu baru di Spotify yang muncul dan mirip dengan lagu yang pernah didengarkan sebelumnya, atau kamera ponsel yang secara otomatis menemukan pengaturan terbaik dan mengoreksi warna pada foto.

Pembelajaran mendalam telah menggemparkan dunia dan berdampak besar pada banyak industri, sektor, dan bidang ilmiah.

Kami sekarang telah mengembangkan alat yang memungkinkan untuk memanfaatkan potensi pembelajaran mendalam yang luar biasa, dengan fokus pada gambar yang diambil dengan mikroskop , “

kata Benjamin Midtvedt, seorang mahasiswa doktoral dalam fisika dan penulis utama studi tersebut.

Pembelajaran mendalam (Deep Learning) dapat digambarkan sebagai model matematika yang digunakan untuk memecahkan masalah yang sulit ditangani menggunakan metode algoritmik tradisional.

Dalam mikroskop, tantangan terbesarnya adalah mendapatkan informasi sebanyak mungkin dari gambar yang dikemas data, dan di sinilah pembelajaran mendalam terbukti sangat efektif.

Tool atau Alat yang dikembangkan oleh Midtvedt dan rekan penelitiannya melibatkan pembelajaran jaringan saraf untuk mengambil secara tepat

informasi yang diinginkan peneliti dari suatu gambar dengan melihat melalui sejumlah besar gambar, yang dikenal sebagai data pelatihan (Training Data).

Baca Artikel Lainnya :

Alat tersebut menyederhanakan proses pembuatan data pelatihan dibandingkan dengan harus melakukannya secara manual, sehingga puluhan ribu gambar dapat dibuat dalam satu jam.

“Ini memungkinkan untuk mengekstrak lebih banyak detail dengan cepat dari gambar mikroskop tanpa perlu membuat analisis yang rumit dengan metode tradisional.

Selain itu, hasilnya dapat direproduksi, dan disesuaikan, informasi spesifik dapat diambil untuk tujuan tertentu.”

Misalnya, alat ini memungkinkan seorang pengguna untuk menentukan ukuran dan karakteristik material untuk partikel yang sangat kecil dan dengan mudah menghitung dan mengklasifikasikan selnya.

Para peneliti telah menunjukkan bahwa alat tersebut dapat digunakan oleh industri yang perlu memurnikan emisi mereka karena mereka dapat melihat secara real time atau waktu nyata apakah semua partikel yang tidak diinginkan telah disaring.

Sel Kanker (kiri) yang dilihat via AI yang ditingkatkan (Kanan)

Para peneliti berharap bahwa di masa depan alat ini dapat digunakan untuk mengikuti infeksi dalam sel dan memetakan mekanisme pertahanan seluler, yang akan membuka kemungkinan besar untuk metode pengobatan dan jenis obat baru.

Misalnya untuk penyakit kanker.

Kami telah melihat minat internasional yang besar terhadap alat tersebut. Terlepas dari tantangan mikroskopis, para peneliti sekarang dapat lebih mudah melakukan analisis, membuat penemuan baru, menerapkan ide dan membuat terobosan baru dalam bidang mereka.”

Sumber : www.sciencedaily.com

Baca Artikel Berikutnya,

Badan Hak Cipta Italia Membuat Lebih dari 4Juta NFT !

About the author

Techfor Id

Add Comment

Leave a Comment

Open chat