Teknologi Futuristik

Bagaimana Pandemi covid-19 Mendorong Inovasi Baru di Berbagai Sektor Industri?

Techfor Id
Written by Techfor Id

Meski banyak Negara di dunia yang mengalami korban, memberlakukan Lockdown, bekerja dari rumah, dan masih banyak lagi.

Uniknya, Pandemi Covid-19 justru juga ikut menjadi faktor utama yang mendorong banyak sektor industri melahirkan inovasi yang bisa membuat perusahaan tetap berjalan meski saat pandemi melanda.

Misalnya saja, Kendaraan Otonom (tanpa pengemudi) untuk mengirim bahan makanan atau yang lainnya :

mobil

Maupun menggunakan Drone untuk tujuan yang sama :

Dari pandemi ini justru malah mendorong dunia lebih cepat ke masa depan yang modern.  

Baca Juga ; 7 Perusahaan Blockchain Inovatif di Tahun 2021!

Inovasi Sektor Pekerja & Pendidikan (Bekerja & Kelas Online)

Banyaknya teknologi baru yang muncul selama pandemik membuatnya sampai dijuluki “Tech-celeration” atau elemen yang mempercepat pertumbuhan teknologi.

Tidak hanya disatu Negara saja, melainkan hampir dibanyak Negara di berbagai benua.

Sebagai contoh, lahirnya inovasi untuk mengadakan meeting rapat atau mengadakan kelas secara online melalui perangkat aplikasi seperti Zoom :

Dilansir dari data Zoom, ada lebih dari 300 juta partisipan mengadakan meeting atau tujuan serupa lainnya di aplikasi tersebut setiap harinya di bulan april 2020.

Angka tersebut diramalkan terus meningkat karena dibutuhkan juga di sector pendidikan, misalnya belajar atau mengadakan kelas online dari rumah.

Menurut Statista, nilai pasar dari edukasi berbasis online secara global diramal mencapai angka setidaknya US$370 Milliar dollar ditahun 2026, naik lebih dari 3x lipatnya dibanding tahun 2019 sbelum pandemik.

Baca Artikel Lainnya :

Belajar dari sejarah, memang selama masa krisis, inovasi-inovasi baru kerap akan selalu muncul guna mencari jalan keluar dari krisis tersebut.

Contoh serupa pandemik lainnya yaitu krisis finansial tahun 2008 yang justru malah melahirkan teknologi Cloud Computing.

Walau sudah ada sejak awal, namun krisis finansial memberikan teknologi ini pijakan baru yang lebih kuat dan perkembangan yang massif.

Yang awalnya banyak perusahaan yang ragu menggunakan teknologi Cloud, justru menjadi sadar bahwa teknologi tersebut malah memakan sedikit biaya dan lebih aman.

Inovasi di Sektor Pengiriman Berbasis Drone

Zipline merupakan perusahaan manufaktur Drone yang sejak awal pandemic melanda, perusahaan ini malah kebanjiran pelanggan.

Walau teknologi drone sudah ada sebelumnya, akibat pandemik fungsinya menjadi lebih luas lagi sampai menyentuh sector pengiriman barang.

Guna mencegah penyebaran virus, berbagai sector industry mulai melirik drone sebagai media pengiriman yang aman dan tidak menimbulkan penyebaran virus yang lebih luas.

Zipline juga kabarnya sudah mengirim lebih dari 100.000 produk medis ke berbagai rumah sakit. Angka ini setara dengan 3 tahun masa beroperasi mereka sebelum pandemik.

Kini mereka menjalin kerjasama dengan perusahaan retail raksasa Walmart untuk pengiriman produk melalui layanan Drone-nya.

Inovasi Layanan Antar-Jemput di Sektor Makanan

David Moore selaku pemilik restoran Pied a Terre yang berbasis di London mengaku bahwa ia kehilangan sampai 90% profit selama pandemik.

Bukan angka yang mengherankan karena memang restoran kerap penuh dengan banyak orang yang berpotensi menyebarkan virus. Alhasil membuatnya sepi pengunjung

Baca Juga : Argo dan DMG Blockchain Sepakat Luncurkan “Terra Pool”!

Namun lagi, Krisis pandemik justru mendorong pria tersebut melahirkan  inovasi baru dengan memberikan layanan antar makanan (atau kerennya Takeaway) siap santap langsung kerumah pelanggan mereka.

Cara ini membuat mereka terkenal dan menjadikan dirinya sebagai pelopor layanan antar makanan di Negara Inggris.

Tidak hanya di Inggris, hal ini pun sebenarnya terjadi dibanyak restoran di berbagai Negara didunia.

Sebab dilansir dari data statista, kejadian ini membuat industry layanan antar makanan secara global diprediksi naik.

Yang semula di tahun 2020 dihitung sebesar US$136 Milliar, diramalkan akan naik menjadi US$182 di tahun 2024 kelak.

Baca Artikel Berikutnya,

Tools AI ini Bisa Merevolusi Dunia Mikroskopi?

About the author

Techfor Id

Techfor Id

Add Comment

Leave a Comment