Blockchain cryptocurrency

Penyebab Revolusi Bitcoin, Cryptocurrency, Dan Blockchain

Written by Techfor Id

Apa Itu Bitcon ?

Bitcoin adalah nama mata uang kripto (Cryptocurrency) terbaik dan terpopuler saat ini sama halnya seperti Euro untuk Negara-negara di Eropa, dan Rupiah untuk Indonesia.

Kredit Foto: Unsplash/Aleksi Raisa

Tapi beda dengan Euro maupun Rupiah yang berwujud uang kertas / koin, Bitcoin bersifat digital (tanpa wujud fisik) dan terdesentralisasi (tidak terkait pihak ketiga mis.bank).

Ia hanya eksis di dunia digital dan berupa kode komputer saja,  

Apa itu Cryptocurrency ?

Dalam artian sederhana, Cryptocurrency bisa diartikan sebagai Mata uang kripto. Namun ia juga bisa di definisikan sebagai media pertukaran untuk Bitcoin.

Sama halnya seperti kertas atau koin untuk mata uang fiat (Euro / Rupiah).

Crypto itu sendiri memiliki arti sebagai Data Encryption (Data yang dienskripsikan).

Memastikan jalannya transaksi mata uang kripto tetap aman dengan mengkodekan secara khusus data didalamnya.

Baca Juga :

Mata Uang Kripto yang Sedang Naik Daun

Sama halnya seperti Bitcoin, Cryptocurrency juga tidak memiliki wujud fisik.

Apa itu Blockchain ?

Blockchain adalah nama sebutan untuk teknologi yang mendukung eksistensi dari Cryptocurrency maupun jenisnya seperti Bitcoin.

Blockchain menjadi wadah untuk mengoperasikan mata uang kripto melalui jaringan komputer yang sangat luas.

Mengenal ketiga hal ini memang bisa jadi sangat memusingkan.

Tidak sedikit orang yang bingung bagaimana cara kerja mata uang kripto (Cryptocurrency), dan bagaimana ketiga hal ini bisa sangat populer selama 5 tahun belakangan ini.

Misalnya saja Bitcoin, selain muncul dan bersirkulasi sejak tahun 2009, tapi identitas atau pencipta sebenarnya masih tidak diketahui sampai sekarang.

Informasi yang diketahui hanya  Bitcoin dikembangkan oleh nama samaran Satoshi Nakamoto.

Yang jadi landasan Satoshi Nakamoto ini hanya mencoba mencari solusi atas potensi kecacatan yang ada di industri perbankan digital yakni Double Spending.

Definisi Double Spending Dalam Kripto

Double Spending atau pengeluaran ganda merupakan potensi kelemahan yang terjadi dalam skema kas digital, di mana token digital tunggal yang sama bisa digunakan lebih dari sekali.

Semisal dianalogikan dalam uang tunai fisik, pengeluaran ganda ini bisa di ibaratkan sebagai penggunaan uang palsu,

di mana pembelanjaannya berisiko menyebabkan inflasi karena menciptakan dan meningkatkan jumlah uang yang beredar.

Foto : hackernoon.com

Dengan masuknya Bitcoin diyakini memecahkan masalah Double Spending tersebut.

Karena memang sifatnya yang terdesentralisasi atau tidak memiliki campur tangan pihak ketiga.

Bitcoin di regulasi oleh sebuah komunitas yang terdiri dari pengguna / pemiliknya. Komunitas ini merekam semua data riwayat transaksi disaat yang bersamaan.

Tindakan apapun dengan tujuan memanipulasi komunitas Bitcoin ini akan segera terlacak dan pembayaran yang terjadi didalamnya akan secara otomatis ditolak.

Tidak ada seorang pengguna, pihak pemerintah, bank, atau perusahaan kartu kredit pun yang memegang kendali atas alur Bitcoin

Permasalahan Seputar Dunia Bitcoin Dan Cryptocurrency

Meski terdesentralisasi dan hampir dikatakan pengganti yang pas untuk celah di dunia perbankan.

Namun seperti yang dikatakan sebelumnya, bitcoin tidaklah sempurna dan punya masalahnya sendiri.

Bitcoin dikenal sangat mudah berubah nilainya dan bersifat fluktuatif  (Bisa naik / turun dalam waktu singkat).

Foto : youtube / WION

Contohnya saja, harga Bitcoin di tanggal 14 April 2021 bernilai sekitar US$64.000 / kepng.

Namun kurang lebih seminggu setelah itu, tepatnya 23 April harga Bitcoin tiba-tiba anjlok sampai sekitar US$50.000.

Yang jadi penyebab hal ini tidak lain karena Bitcoin menganut sistem Demand & Supply. Atau bisa dikatakan harganya ditentukan berdasarkan stok yang ada dipasar.

Jika permintaan pasar tinggi dan stoknya menipis, maka harganya akan naik. Kalau permintaan pasar sedang rendah namun stoknya banyak, maka harganya akan turun.

Fluktuasi hanya masalah pertamanya saja, adapun masalah kedua yang kian mengikut Bitcoin yaitu permasalahan seputar kemanannya yang ada pada dompet digital (Wallet).

Dompet Digital (Wallet) tempat menyimpan Bitcoin. Foto : token.im

Bitcoin atau jenis mata uang kripto lainnya yang ada di dompet digital, seperti yang kita tahu datanya tersimpan di perangkat Smartphone atau komputer.

Dengan demikian data tersebut akan sangat rentan di hack atau terkena jenis kejahatan cyber lainnya.

Penyebab Terkenalnya Cryptocurrency

Bukan hanya Bitcoin, di dunia digital saat ini terdapat lebih dari 4000 jenis mata uang kripto (Cryptocurrency) yang tersebar di seluruh dunia.

Masing-masing kripto ini punya cerita naik-turunnya sendiri sama halnya seperti Bitcoin.

Misalnya saja Ripple, Ethereum, Litecoin, Gridcoin, Binance Coin, dan masih banyak lagi.

Belum lagi berkat naiknya Dogecoin akibat cuitan Elon Musk, yaitu pendiri Tesla serta Space X.

Membuat kripto berlambang anjing jenis Shiba Inu ini meroket dan membuat kripto semakin populer.

Meski populer, tidak semua Negara di dunia yang setuju atas penggunaan Bitcoin. Ada yang setuju seperti Negara Inggris yang membuat kriptonya sendiri yakni Britcoin.

Dan adapula yang menolaknya seperti Amerika dengan menaikan pajak asset bagi pemilik asset digital.

Singkat kata, bermain-main di dunia kripto sama halnya seperti berjudi. Dimana para investor harus siap-siap menang banyak atau kalah telak

Baca Artikel Berikutnya,

Ragu Bakal Tekor Saat Invest di Bitcoin ? Berikut Tips Mengurangi Resiko Kerugiannya

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Open chat
Tanya Sekarang Aja 🤩
Hi ini Windy, dari Techforid🤩

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techforid
Seperti :

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor di atas atau beritahukan Windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu [Klik Open Chat]