Android Information Technology

Rusak Generasi Muda, Taliban di Afghanistan Blokir Game PUBG dan Aplikasi TikTok

Rusak Generasi Muda, Taliban di Afghanistan Blokir Game PUBG dan Aplikasi TikTok
Written by Techfor Id

TechforID – Sebagai penguasa yang sah, kepemerintahan Taliban di Afghanistan melarang keras permainan PUBG dan aplikasi TikTok dikarenakan merusak generasi muda mereka.

Tak hanya itu, sejak kembali berkuasanya mereka sejak Agustus 2021 lalu, bahkan untuk musik, film, dan sinetron sekalipun dilarang beredar di negara ini.

Alhasil para warga di Afghanistan hanya memiliki sedikit pilihan serta akses untuk hiburan.

Mengutip laporan ANI, Taliban juga memerintahkan agar beberapa stasiun tv berhenti menayangkan tayangan tidak bermoral, padahal nyatanya hanya berita dan program keagamaan saja yang disiarkan selama ini.

Taliban menjanjikan pendekatan yang lebih lembut kepada pemerintah ketika mengambil alih kekuasaan tahun lalu, tetapi semakin membatasi kebebasan terutama bagi perempuan.

Kelompok ini dikenal karena versi keras dari aturan Islam yang menandai tugas pertama mereka di pemerintahan antara tahun 1996 dan 2001.

Juru bicara Taliban Inamullah Samangani mengatakan bahwa larangan terbaru diperlukan untuk “mencegah generasi muda disesatkan“.

Menurut hasil survey Gallup pada Februari lalu, hampir sekitar 94 persen warga Afghanistan menilai hidup mereka cukup buruk bahkan menderita sejak Taliban mengambil alih negara itu.

Baca juga : Paus Fransiskus Jual Karpet Hadiah UEA Untuk Warga Afghanistan

Tak hanya untuk Afghanistan, persentase ini bahkan memecahkan rekor tingkat penderitaan tertinggi yang pernah diukur instansi Gallup di negara manapun sejak 2005.

Berdasarkan hasil survey mereka, setiap individu diklasifikasikan sebagai berkembang, berjuang, atau menderita berdasarkan bagaimana mereka menilai kehidupan mereka saat ini dan kedepannya dengan skala nol sampai sepuluh.

Baik game PUBG maupun TikTok selama ini mendapatkan popularitas di kalangan pria muda yang suka merekam klip video pendek dan lucu dan mempostingnya di platform itu.

Diblokirnya kedua media hiburan ini tentunya akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang mereka. Sebab generasi muda ini mayoritas memerlukan hiburan dalam jumlah besar pada usia mereka.

Jumlah pengguna internet sendiri di Afghanistan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan populasi kaum mudanya, dengan sekitar sembilan juta pengguna saat ini.

Baca artikel selanjutnya :

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu