cryptocurrency

Rusia Anggap Para Penambang Kripto Layaknya Pengusaha

Rusia Anggap Para Penambang Kripto Layaknya Pengusaha
Written by Techfor Id

Meski tidak secara terang-terangan menyatakan dukungan terhadap Cryptocurrency, namun nyatanya Negara Rusia dengan serius ingin meregulasi sektor tersebut.

Walau sudah membuat UU tentang Aset Keuangan Digital dan mulai berlaku pada Januari 2022. Sayangnya didalamnya tidak menyinggung masalah penambangan kripto.

Meski begitu, Mentri Pembangunan Ekonomi Rusia Izvestia, menganggap kalau kegiatan pertambangan kripto harus diatur secara tepat sebagai kegiatan wirausaha. Karena sesuai dengan definisi hukum yang diberikan dalam KUH Perdata.

Dalam wawancaranya dengan Russian Today, Wakil Mentrinya Alexey Minaev juga menyatakan pendapat yang sama.

Kegiatan tersebut memungkinkan pemerintah untuk mengenakan pajak pendapatan penambang dan meningkatkan penerimaan anggaran Negaranya.

Sektor ini merupakan sektor dimana Negara bisa mengambil keuntungan dalam bentuk pajak dan para pelakunya bisa mengesahkan pendapatan mereka. Ini juga bisa jadi daya tarik agar pebisnis besar mau terjun ke dalam bidang tersebut” ungkapnya dalam wawancara tersebut.

Valery Petrov, wakil presiden untuk pengembangan dan regulasi pasar di Asosiasi Kriptoekonomi, Kecerdasan Buatan (AI), dan Blockchain Rusia (Racib), mencatat bahwa penambang jarang mengembalikan hasil dari mata uang kripto yang dicetak ke Rusia karena mereka merasa sulit untuk membuktikan bahwa dana tersebut telah diperoleh secara legal. .

Pendapatan tahunan dari penambangan bitcoin  saja diperkirakan mencapai $19,7 miliar, dengan Rusia menyumbang sekitar 12% dari jumlah total, atau $2,4 miliar.

Petrov mengklaim Federasi Rusia sudah kehilangan jutaan dolar dalam beberapa tahun terakhir karena kegagalan pemerintah untuk mengatur dan mengenakan pajak atas bisnis tersebut.

Gagasan dibalik Diakuinya Para Penambang Crypto di Rusia

Ide agar mengakui para penambang Crypto layaknya pengusaha lain sebenarnya sudah didukung oleh Kementrian Energi Rusia.

Ia berpendapat kalau hal tersebut memungkinkan pihak berwenang bisa membedakan antara konsumsi listrik pribadi dan level perusahaan. Gagasan ini juga mendapat dukungan di State Duma, yakni majelis bawah parlemen Rusia.

Walau aktifitasnya tidak dilarang, namun saat ini sistem perpajakan dari penambang kripto masih belum jelas.

Lagipula sekarang ini para penambang masih dikenakan tariff listrik yang sama seperti halnya tarif regular. Padahal penambangan Crypto dikenal sangat memakan daya listrik yang besar dan bisa merusak lingkungan.

Meski didukung para pejabat, Cryptocurrency masih dianggap sebagai pengganggu sistem moneter oleh Bank Sentral Rusia. Dan mereka sudah komitmen tidak akan mendukung inisiatif apapun yang mempromosikannya.

Bank sentral Rusia menentang legalisasi mereka di negara itu dan menyatakan bahwa rubel adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah menurut hukum Rusia.

Kementerian Keuangan bersikeras, bagaimanapun, bahwa status hukum penambangan kripto harus ditentukan sebagai bagian dari aturan yang berkaitan dengan peredaran mata uang digital.

Baca Juga :

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Click to ask
Hai, Tanya-Tanya Aja
Hi ini Windy, dari techfor

Windy bisa membantu kamu memahami layanan Techfor
Seperti

1. Kursus Online By Expert
2. Partnership Event dan Konten
3. Layanan liputan multimedia
4. Dan hal lain yg ingin kamu tau

Kirim saja pesan ini serta berikan salah satu nomor diatas atau beritahukan windy lebih jelas agar dapat membantu Kamu