Ini Adalah Salah Satu Skill Kerja Yang Sangat Dicari Di 2019

3

UX design merupakan sebuah pekerjaan yang biasanya berkaitan seputar Pekerjaan UX design itu biasanya seputar build product, research, pembuatan fitur-fitur inovatif, bekerja sama dengan UI designer bersama front-end developer, yang menghasilkan output berupa wireframe.

Baca Artikel Terkait : Ketika Siska Felicia berbicara soal UI/UX dan Teori Hooked dalam Digital Mind Transformation. Wow, Ajaib!


Kamu bisa dengarkan wawancara tim Techfor.id dengan Ahmad Gifari,
Senior UX Designer at Tiket.com dengan klik tombol play di bawah ini.

Hal ini dipaparkan oleh seorang senior UX design, Ahmad Ghifari, yang telah berpengalaman di bidang UX design sejak lama.

UX designer menjadi peluang yang sangat bagus dan diperkirakan akan semakin banyak yang membutuhkan tenaga ahli di bidang ini.

Terlebih lagi, di era digital seperti sekarang maka akan semakin terbuka lebar peluang untuk berkarir di bidang ini.

Output-nya bukan hanya untuk mobile atau website, berkarir di bidang ini juga sangat flexible, sehingga dapat masuk ke industri mana saja yang diinginkan.

Tempat Kursus Komputer Terbaik | Digital Marketing, Programming, SEO, Dll.

Untuk menjadi seorang UX designer, tidak perlu mahir bahasa pemograman seperti programmer umumnya. Namun akan menjadi nilai plus bagi seorang UX designer.

ux designer, us design, skill kerja yang di cari pada tahun 2019

Menurut Ahmad, seorang UX designer harus memiliki sisi yang kreatif, sementara developer harus bisa menuangkan ide ke dalam bahasa pemrograman.

Jika seorang UX designer mengerti pemrograman maka hal ini akan sangat membantu programmer yang kesulitan mewujudkan ide.

Selain itu, syarat menjadi UX designer tidak diharuskan juga dari jurusan tertentu. Yang terpenting adalah kepahaman terhadap apa keinginan user dan tahu cara pembuatan user experience yang baik.

Sistem bekerja yang dijalankan tergantung pada kebutuhan. Untuk waktu bekerja, Ahmad lebih memilih bekerja mengikuti jam kerja kantor yaitu di waktu siang hari.

Bisa jadi pekerjaan dapat diremote, ataupun jika harus maka pekerjaan dilakukan secara full time di kantor, tergantung kebijakan perusahaan. Selain itu, memungkinkan juga dengan langsung berkunjung ke tempat klien/user.

Pekerjaan ini juga tentunya melibatkan tim dengan harapan adanya keahlian design thinking, basic research, dan analisis masalah yang dimiliki anggota tim.

Tools yang digunakan oleh UX designer cukup beragam, namun tak perlu menggunakannya semua. Contoh tools yang ada yaitu, Sketch, InVision, Zeplin, dan masih banyak lagi. Untuk Ahmad sendiri ia cenderung menggunakan tools Sketch karena bersifat opensource.

Biasanya, Ahmad membaca beragam artikel terlebih dulu, juga melakukan diskusi pekerjaan sebelum mulai bekerja.

Meski demikian, di setiap pekerjaan, tentu menghadapi kesulitan dan tantangan masing-masing. Begitu pula Ahmad, yang menganggap kesulitan UX designer semua relatif tergantung dengan beban pekerjaan.

Hal ini pada dasarnya dapat diatasi dengan komunikasi langsung ke user. Sebagai contoh, Ahmad sedikit menceritakan kesulitan yang dihadapi langsung dalam pekerjaan ketika ia masih bekerja di Tokopedia.

Ia diminta untuk membuat bagaimana cara agar pembeli bisa membeli produk sesuai varian yang ia mau sementara teller bisa mengelola varian tersebut dengan mudah.

Hal ini menurutnya kompleks dikarenakan ia harus terjun langsung ke Mangga Dua, untuk berdiskusi dengan teller, dan lain-lain.

Kemudian ada juga tantangan yang menurutnya berat untuk dihadapi, adalah ketika harus bekerja sama dengan para ahli di posisi yang lain, lalu juga harus berkomunikasi dengan stakeholder untuk mencari solusi bersama.

Peluang posisi UX design di Indonesia ini sebenarnya cukup luas. Seperti mobile apps yang sedang naik daun, dimana kondisi sekarang semua orang telah memiliki smartphone, dan juga biaya internet yang semakin terjangkau.

Dan juga seperti industri FinTech yang sedang berkembang. Jadi dapat dilihat ada cukup banyak industri, khususnya digital, yang membuka peluang untuk posisi ini.

Jika kembali ke masa kuliah, keahlian yang ingin lebih dikuasai oleh Ahmad adalah bidang Research. Menurutnya, dengan riset dapat diketahui kebutuhan user sehingga bisa mengeluarkan ide lebih baik.

Sedangkan mata pelajaran yang perlu diterapkan untuk kampus terkait bidang UX, perlu ditekankan goals  yang jelas di perkuliahan untuk memulai sebuah desain, sehingga diketahui kebutuhan user.

Senior UX design yang memiliki hobi untuk bergabung dalam komunitas desain di Bandung  dan Jakarta ini, memiliki keinginan kuat agar dapat meningkatkan ilmu dalam bidang manage dan pengetahuan tentang membaca data.

Saran dari Ahmad untuk para teman seprofesinya tersebut adalah agar dapat beristirahat sejenak jika sedang kekosongan ide, kemudian lanjut bekerja kembali setelah fresh.

Kemudian Ahmad juga sangat menanti feedback dari siapa saja terkait bidang UX design ini karena desain merupakan pekerjaan kolektif dan menampung saran adalah penting baginya. Artikel ini di tulis berdasarkan hasil wawancara eksklusif dengan Ahmad Ghifari, UX designer.

Jika anda ingin bertanya ke Ahmad Ghifari. Bisa input pertanyaan anda pada kolom di bawah .


Dan ayo nikmati materi kursus terlengkap yang hanya ada di Babastudio (Bekerja sama dengan Techfor,id). cukup klik link di bawah ini :

https://academy.babastudio.com

Share.

About Author

Ahmad Ghifari

Senior UX Designer at Tiket.com. Senior UX Designer Tokopedia (2017 - 2018)

3 Komentar

  1. Pingback: Ingin Jago Desain ? Simak Pengertian Desain User Interface (UI)! |

  2. Pingback: Belajar Information Architect, Agar Kamu Makin Jago Desain UX |

Leave A Reply