7 Fungsi dan Kegunaan Blockchain pada Aplikasi Bisnis!

5

Apa yang dimaksud dengan Blockchain ?

Ide di balik blockchain sudah ada sejak tahun 1991, akan tetapi teknologi tersebut tidak mendapatkan banyak perhatian sampai pada saat Bitcoin mulai dikembangkan pada tahun 2009. Bitcoin diciptakan oleh seseorang atau grup yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Walaupun sampai pada saat ini tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto, inovasi teknologi yang ditawarkan olehnya membuat sebuah dampak yang sangat besar pada cara dunia menggunakan dan menciptakan uang.

Baca Juga : Apa sih Blockchain itu? Yuk Mengenal Definisi Blockchain dari sekarang!

Manfaat Blockchain!

Kebanyakan blockchain berfungsi sebagai sebuah Ledger (buku kas) terdistribusi yang merekam dan melindungi data digital melalui penggunaan cryptography. Teknologi ini seringkali diaplikasikan kepada jaringan mata uang digital (cryptocurrency), akan tetapi sifat terdesentralisasi dan keamanannya juga membuatnya menjadi sebuah alat yang sangat hebat untuk banyak industri lainnya.

Blockchain memberi pengguna internet kemampuan untuk menciptakan nilai dan mengotentikasi informasi digital.

Baca Juga : Ini Dia Manfaat Blockchain Demi Keberlangsunan Bisnis Anda Di Masa Depan!

Aplikasi bisnis baru apa yang akan dihasilkan dari Block Chain ? Berikut ini adalah hasilnya :

1. Smart Contract

Buku besar (Ledger) yang dibagikan Blockchain memungkinkan coding dari kontrak simpel yang mana akan dieksekusi apabila kondisi yang ditentukan terpenuhi. Ethereum adalah proyek open source blockchain yang dibangun khusus untuk mewujudkan kemungkinan tersebut. Smart contract dapat menjalankan transaksi komersial dan melakukan persetujuan secara otomatis dan juga dapat menegakan  kewajiban semua pihak dalam sebuah kontrak tanpa perantara.

Pada tingkat perkembangan teknologi saat ini, Smart Contract dapat diprogram untuk melakukan fungsi-fungsi sederhana. Misalnya, derivatif dapat dibayarkan ketika instrumen keuangan memenuhi tolak ukur tertentu, Dengan menggunakan teknologi blockchain dan Bitcoin memungkinkan pembayaran untuk diotomatisasi.

Tempat Kursus Komputer Terbaik | Digital Marketing, Programming, SEO, Dll.

2. Sharing Economy

Dengan berkembangnya perusahaan seperti Uber dan Airbnb, Sharing economy atau ekonomi berbagi sudah terbukti sukses. Namun, saat ini, pengguna yang ingin menggunakan layanan ride-sharing atau ojek  harus bergantung pada perantara seperti Uber. Dengan mengaktifkan pembayaran peer-to-peer, blockchain membuka pintu untuk interaksi langsung antara pihak tersebut – hasil Sharing economy yang benar-benar terdesentralisasi.

Baca Juga Artikel Blockchain Lainnya ;

Contoh lainnya, OpenBazaar menggunakan blockchain untuk membuat jaringan peer-to-peer dengan Ebay. Dengan mengunduh aplikasi ke perangkat Anda,  Anda dapat bertransaksi dengan vendor OpenBazzar tanpa membayar biaya transaksi. Etos “No rules” dari protokol eBay beranggapan bahwa reputasi pribadi lebih penting dalam hal interasi bisnis.

3. Crownfunding (Amal)

Banyak organisasi sosial di seluruh dunia berjuang untuk mengatasi tantangan dalam manajemen sumber daya, transparansi operasional, dan pengelolaan yang efektif. Teknologi blockchain secara pasti dapat membantu organisasi untuk mengoptimalkan proses penerimaan dan pengaturan dana.

Berikut ini adalah contoh untuk pengintegrasian teknologi blockchain ke dalam industri crownfunding. Blockchain Charity Foundation (BCF) adalah sebuah organisasi non-profit yang bekerja melawan kemiskinan dan ketidaksamarataan, berkeinginan untuk melakukan kegiatan filantropi yang ditenagai oleh blockchain di dunia.

4. Governance

Governance atau segala sesuatu yang berhubungan dengan kemeperintahan. Teknologi blockchain memiliki potensi untuk meningkatkan kepemerintahan dalam berbagai sektor secara besar. Dengan mengatur jaringan dan operasi dengan lebih demokratis, adil, dan aman, sistem berbasis blockchain dapat diimplementasikan sebagai sebuah cara untuk menghilangkan penipuan dalam pemilu dan meningkatkan kepercayaan pada saat pemungutan suara atau proses konstitusi lainnya.

Mereka juga dapat digunakan sebagai sebuah senjata yang kuat melawan korupsi, meningkatkan integritas data dan pelacakan dalam berbagai skenario, dari pemungutan pajak sampai pada pendistribusian bantuan finansial.

5. File Storage

Desentralisasi File storage atau penyimpanan file di internet membawa manfaat yang jelas. Mendistribusikan data ke seluruh jaringan melindungi file agar tidak diretas atau hilang.

InterPlanetary File System (IPFS) memudahkan untuk membuat konsep bagaimana web terdistribusi dapat beroperasi. Mirip dengan cara BitTorrent memindahkan data di internet, IPFS menghilangkan kebutuhan akan hubungan klien-server yang terpusat. Internet yang terdiri dari website yang sepenuhnya terdesentralisasi memiliki potensi untuk mempercepat waktu transfer dan streaming file.

Jenis peningkatan seperti itu tidak hanya membuat pengguna nyaman. Juga diperlukan untuk sistem pengiriman konten web yang saat ini kelebihan muatan atau overloaded.

6. Internet of Things (IoT)

Apa itu IOT ? Manajemen yang dikendalikan jaringan dari beberapa jenis perangkat elektronik – misalnya, pemantauan suhu udara di fasilitas penyimpanan. Smart Contract memungkinkan otomatisasi manajemen system kendali jarak jauh menjadi hal yang memungkinkan. Kombinasi antara software, sensor, dan jaringan yang memfasilitasi pertukaran data antara objek dan mekanisme. Hasilnya meningkatkan efisiensi sistem dan meningkatkan perfoma Monitoring biaya.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dalam Tentang Blockchain

Para perusahaan besar di bidang manufaktur, teknologi, dan telekomunikasi saling bersaing untuk mendominasi IoT. Contohnya Samsung, Iphone, IBM, dan AT&T. Natural Extension dari infrastruktur yang ada dikendalikan oleh para pemain lama, dan aplikasi IoT memungkinkan untuk memanajemen sistem secara otomatis berskala besar.

7. Perlindungan Properti Intelektual

Seperti yang banyak orang ketahui, informasi digital dapat diperbanyak tanpa batas -dan didistribusikan secara luas berkat internet.Secara global, hal Inilah yang menjadi penyebab banyaknya konten gratis yang tersebar diinternet. Kejadian tersebut memberikan kerugian yang besar terhadap para pemilik hak cipta suatu konten.

Smart Contract dapat melindungi hak cipta dan mengotomatiskan penjualan karya kreatif secara online, dan menghilangkan resiko penyalinan file dan redistribusi.

Mycelia menggunakan blockchain untuk membuat sistem distribusi musik peer-to-peer. Didirikan oleh penyanyi dan penulis lagu Inggris Imogen Heap, Mycelia memungkinkan musisi untuk menjual sendiri lagu mereka langsung kepada audiens mereka, serta sampel lisensi untuk produser dan membagi royalti kepada penulis lagu dan musisi.

Semua fungsi ini diotomatisasi oleh Smart Contract. Kapasitas blockchains untuk mengeluarkan pembayaran dalam jumlah cryptocurrency fractional (pembayaran mikro) menunjukkan bahwa dengan blockchain anda memiliki peluang sukses yang besar.

Berikutnya Baca : Menuju Revolusi Industri 4.0, Inilah Perusahaan Berbasis Blockchain di Indonesia

Sumber : https://blockgeeks.com/guides/what-is-blockchain-technology/

Share.

About Author

Techfor Id

5 Komentar

  1. Pingback: Startup Terbaik Indonesia | TechForID Startup Terbaik Indonesia

  2. Pingback: Panduan Teknologi Blockchain Untuk Pemula! |

  3. Pingback: Mengenal Command Line Interface (CLI) dan Kelebihannya! | TechForID

Leave A Reply