Panduan Teknologi Blockchain Untuk Pemula!

4

Daftar isi :

1. Penjelasan tentang Blockchain

2. Cara Kerja Blockchain

3. 3 Pilar teknologi Blockchain

4. Cara Mengelola Blockchain – Network, dan Nodes

5. Siapa yang akan menggunakan Blockchain ?

6. Sesi Tanya Jawab

1. Penjelasan Tentang Blockchain

Blockchain merupakan cara sederhana namun terbilang cerdik dalam menyampaikan informasi dari A ke B dengan cara yang sepenuhnya otomatis dan aman. Salah satu pihak dalam suatu transaksi memuat proses dengan membuat suatu block. Block tersebut diverifikasi oleh ribuan bahkan jutaan komputer yang didistribusikan di internet.

Baca Juga : Apa sih Blockchain itu? Yuk Mengenal Definisi Blockchain dari sekarang!

Block yang telah terverifikasi ditempelkan pada suatu Chain yang tersimpan diseluruh jaringan interne dengan record dan riwayat yang unik. Memalsukan suatu record berarti memalsukan jutaan Chain yang terhubung, yang mana secara virtual sangat mustahil. Inilah mengapa alasan bitcoin menggunakan Blockchain dalam transaksinya, namun dapat digunakan pada banyak cara yang lainnya.

Coba bayangkan suatu perusahaan kereta api. Kita membeli tiket mereka di aplikasi atau via website mereka. Perusahaan kartu kredit melakukan pemotongan untuk memproses transaksi. Dengan Blockchain, bukan hanya operator kereta api menghemat biaya pemrosesan kartu kredit, mereka juga dapat memindahkan seluruh proses ticketing ke dalam blockchain. Dalam contoh ini ada 2 pihak yang melakukan transaksi perusahaan kereta api dan penumpang kereta.

Anggaplah tiketnya adalah Block, yang mana nantinya akan ditambahkan ke blockchain tiket. Sama halnya keunikan yang ada pada jenis transaksi moneter, secara independen dapat di verifikasi dan recordnya tidak dapat dipalsukan, begitu pula tiket yang anda beli dari mereka. Blockchain tiket juga merekam semua transaksi contohnya rute kereta tertentu, mencatat semua tiket yang pernah terjual, dan setiap perjalanan yang ditempuh

Kesimpulan yang ada pada contoh diatas yakni Blockchain bersifat free atau tanpa biaya. Blockchain tidak hanya mengtranfer dan menyimpan uang namun menggantikan seluruh proses dan model bisnis yang membutuhkan biaya pemotongan (Fee Charge) untuk suatu transaksi. Transaksi via blockchain tidak membutuhkan biaya transaksi. Anda dapat mengenakan biaya apa pun dalam jumlah berapa pun tanpa khawatir pihak ketiga memotong keuntungan Anda.

2. Bagaimana Cara Kerja Blockchain ?

Bayangkan spreadsheet yang diduplikasi ribuan kali di seluruh jaringan komputer. Lalu bayangkan bahwa jaringan ini dirancang untuk secara teratur memperbarui spreadsheet tersebut dan Selamat, Anda memiliki pemahaman dasar tentang blockchain.

Baca Juga : Penerapan Blockchain di Indonesia

Informasi yang disimpan pada blockchain ada sebagai Shared Database dan direkonsiliasi secara terus menerus. Cara menggunakan jaringan seperti ini jelas sangat menguntungkan. Database Blockchain tidak disimpan pada satu lokasi manapun, yang artinya record data yang ada bersifat public dan dapat dengan mudah diverifikasi, sulit di hacking karena tidak adanya Data pusat (Centralized Data), serta mudah diakses siapa saja dan pada komputer manapun di internet.

Alasan mengapa blockchain memiliki banyak keuntungan adalah:

  • Tidak dimiliki satu entitas manapun, maka dari itu bersifat Decentralized
  • Data tersimpan secara kryptografis di dalam Blockchain
  • Blockchain tidak dapat diubah, sehingga tidak ada yang dapat merusak data yang ada di dalam blockchain
  • Blockchain bersifat transparan sehingga seseorang dapat melacak data jika mereka mau

3. 3 Pillar Teknologi Blockchain

Tiga pillar Teknologi Blockchain yang telah membantunya mendapatkan pengakuan secara luas adalah sebagai berikut:

  • Decentralization
  • Transparency
  • Immutability

Decentralization

Sebelum Bitcoin dan BitTorrent ada, kita lebih terbiasa dengan layanan terpusat. Idenya sangat sederhana. Anda memiliki entitas terpusat yang menyimpan semua data dan Anda harus berinteraksi hanya dengan entitas ini untuk mendapatkan informasi apa pun yang Anda butuhkan.

Contoh lain dari sistem terpusat adalah bank. Mereka menyimpan semua uang Anda, dan satu-satunya cara Anda dapat membayar seseorang adalah dengan melalui bank.

Model client-server tradisional adalah contoh yang sempurna untuk hal ini:

Sumber : Blockgeeks.com

Ketika Anda mencari sesuatu di google, Anda mengirim pertanyaan ke server yang kemudian membalasnya dengan informasi yang relevan. Itu adalah contoh client-server yang sederhana.

Kini, Sistem terpusat telah memperlakukan kita dengan baik selama bertahun-tahun. Namun, mereka memiliki beberapa kelemahan :

Baca Juga : 7 Fungsi dan Kegunaan Blockchain pada Aplikasi Bisnis!

  • Pertama, karena tersentralisasi, semua data disimpan dalam satu tempat. Hal Ini menjadikannya sasaran empuk bagi peretas potensial.
  • Jika sistem terpusat harus melalui upgrade atau update software, hal itu akan menghentikan atau mengganggu seluruh system
  • Bagaimana jika entitas terpusat entah bagaimana mati karena alasan apa pun? Dengan begitu, tidak ada yang dapat mengakses informasi yang dimilikinya
  • Dalam scenario terburuk, bagaimana jika entitas ini rusak dan bersifat jahat? Jika itu terjadi maka semua data yang ada di dalam blockchain akan dikompromikan.

Apa yang terjadi jika kita berhenti menggunakan entitas terpusat seperti ini ?

Dalam sistem desentralisasi, informasi tidak disimpan oleh satu entitas tunggal. Faktanya, semua orang di jaringan memiliki informasi.

Dalam jaringan yang terdesentralisasi, jika Anda ingin berinteraksi dengan teman Anda maka Anda dapat melakukannya secara langsung tanpa melalui pihak ketiga. Itulah ideologi utama di balik Bitcoin. Hanya Anda sendiri yang bertanggung jawab atas uang Anda. Anda dapat mengirim uang Anda kepada siapa pun yang Anda inginkan tanpa harus melalui bank.

Sumber : Blockgeeks

Transparency

Salah satu konsep yang paling menarik dan disalahpahami dalam teknologi blockchain adalah “Transparency” atau transparansi. Beberapa orang mengatakan bahwa blockchain memberi Anda privasi sementara beberapa orang lainnya mengatakan itu transparan. Menurut Anda mengapa itu terjadi ?

Baca Juga : Ini Dia Manfaat Blockchain Demi Keberlangsunan Bisnis Anda Di Masa Depan!

Well, identitas seseorang disembunyikan melalui kriptografi yang kompleks dan hanya diwakili oleh Public Address mereka. Jadi, jika Anda ingin mencari riwayat transaksi seseorang, Anda tidak akan melihat “Bob mengirim 1 BTC” sebagai gantinya Anda akan melihat “1MF1bhsFLkBzzz9vpFYEmvwT2TbyCt7NZJ mengirim 1 BTC”.

Snapshoot transaksi Ethereum berikut ini akan menunjukkan kepada Anda apa yang di maksud:

Jadi, sementara identitas asli orang tersebut aman, Anda masih akan melihat semua transaksi yang dilakukan oleh Public Address mereka.

Tempat Kursus Komputer Terbaik | Digital Marketing, Programming, SEO, Dll.

Berbicara murni dari sudut pandang cryptocurrency, jika Anda mengetahui Public Address dari salah satu perusahaan besar, Anda bisa memasukkannya ke dalam mesin pencari dan melihat semua transaksi yang telah mereka lakukan. Hal Ini memaksa mereka untuk jujur, dan merupakan sesuatu yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya.

Baca Juga : Menuju Revolusi Industri 4.0, Inilah Perusahaan Berbasis Blockchain di Indonesia

Namun, itu bukan contoh kasus penggunaan terbaik. Cukup diyakinkan bahwa sebagian besar perusahaan tidak akan bertransaksi menggunakan cryptocurrency, dan meskipun mereka melakukannya, mereka tidak akan melakukan semua transaksi mereka menggunakan cryptocurrency. Namun, bagaimana jika teknologi blockchain terintegrasi penuh diperusahaan tersebut ? Jelas akan sangat membantu industri Financial / keunganan tentunya J

Immutability

Immutability pada konteks Blockchain ialah begitu sesuatu masuk ke dalam Blockchain, tidak akan bisa dirusak atau diretas.

Bisa anda bayangkan betapa beharganya hal seperti ini bagi Institut Finansial ?

Bayangkan berapa banyak kasus korupsi atau penggelapan dana yang bisa dihilangkan jika orang tahu bahwa mereka tidak dapat “mengakali laporan keuangan” dan bermain-main dengan akun perusahaan.

Alasan mengapa blockchain bisa seperti ini adalah karena Function Hash Cryptographic.

Secara sederhana, hashing berarti mengambil string input dengan panjang berapa pun dan memberikan output dengan panjang yang tetap (fixed Length). Dalam konteks cryptocurrency seperti bitcoin, transaksi diambil sebagai input dan dijalankan melalui algoritma hashing (Bitcoin menggunakan SHA-256) yang memberikan output dengan Fixed Length atau panjang yang sama.

Baca Juga : Berbagai Sektor Dapat Menikmati Pemanfaatan Teknologi Blockchain

Mari kita lihat bagaimana proses hashing bekerja. Saya akan memasukkan input tertentu. Untuk latihan ini, kita akan menggunakan SHA-256 (Secure Hashing Algorithm 256).

Seperti yang Anda lihat, dalam kasus SHA-256, tidak peduli seberapa besar atau kecil input Anda, output akan selalu memiliki panjang 256-bit tetap. Ini menjadi penting ketika Anda berurusan dengan sejumlah besar data dan transaksi. Jadi pada dasarnya, darpida mengingat input data yang bisa jadi besar, Anda hanya perlu mengingat hash dan terus melacak.

Fungsi Hash Cryptography adalah Special class fungsi hash yang memiliki berbagai properti sehingga ideal untuk kriptografi. Ada sifat-sifat tertentu yang harus dimiliki oleh fungsi hash kriptografis agar dianggap aman.

Hanya ada satu hal yang saya ingin Anda fokuskan hari ini. Hal Ini disebut “Avalanche Effect.”

Apa artinya?

Bahkan jika Anda membuat perubahan kecil pada input Anda, perubahan yang akan tercermin dalam hash akan sangat besar. Mari kita mengujinya menggunakan SHA-256:

Bisa anda lihat meskipun hanya  mengubah huruf alfabet pertama pada input, lihat seberapa besar hal tersebut mempengaruhi output Hash.

Blockchain adalah Linked List yang berisi data dan pointer hash yang merujuk ke block sebelumnya, sehingga menciptakan Chain (rantai). Lalu apa itu hash pointer ? Hash pointer mirip dengan sebuah pointer, tetapi bukan hanya berisi alamat dari blok sebelumnya tetapi juga berisi hash dari data di dalam blok sebelumnya. Titik kecil inilah yang membuat blockchains sangat luar biasa diandalkan.

Coba bayangkan hal ini, seorang hacker menyerang blok 3 dan mencoba mengubah data. Karena sifat Function Hash, sedikit perubahan dalam data akan mengubah hash secara drastis. Ini berarti bahwa setiap perubahan kecil yang dibuat di block 3, akan mengubah hash yang disimpan di block 2, Jika hacker tersebut akan mengubah data dan hash pada block 2 yang akan menghasilkan perubahan di block 1 dan seterusnya dan seterusnya.

Hal Ini sepenuhnya akan mengubah Chain, yang mana menjadi alasan mengapa Chainblock memiliki pilar Immutability atau tidak bisa diganggu gugat.

4. Cara Mengelola Blockchain – Network, dan Nodes

Blockchain dikelola oleh jaringan peer-to-peer. Jaringan adalah kumpulan node yang saling berhubungan satu sama lain. Node adalah komputer individual yang menerima input dan melakukan fungsi pada input tersebut lalu memberikan output.

Blockchain menggunakan jenis jaringan khusus yang disebut “jaringan peer-to-peer” yang mem-partisi seluruh beban kerja di antara para partisipan, yang semuanya sama-sama memiliki hak istimewa, yang disebut “Peers”. Tidak ada lagi satu server pusat, kini hanya ada Peers yang terdistribusi dan terdesentralisasi.

  • Mengapa orang-orang menggunakan jaringan peer-to-peer ?

Salah satu kegunaan utama dari jaringan peer-to-peer adalah File Sharing, juga disebut torrenting. Jika Anda ingin menggunakan model klien-server untuk mendownload, maka biasanya sangat bergantung pada servernya. Jika servernya lambat, maka proses download anda pun akan ikut lambat.

Baca Juga Artiket tentang Cryptocurrency :

Namun, dalam sistem peer-to-peer, tidak ada otoritas pusat, dan karenanya jika salah satu peers dalam jaringan mengalami gangguan, Anda masih memiliki peers lainnya yang masih bisa digunakan.

Jika kita membandingkan keduanya:

Sumber : Quora

Sifat desentralisasi dari sistem peer-to-peer menjadi kritis ketika kita beralih ke bagian selanjutnya. Seberapa kritis ? Sederhananya untuk menggabungkan jaringan peer-to-peer ini dengan sistem pembayaran yang telah merevolusi dunia industri keuangan sepenuhnya dengan melahirkan cryptocurrency.

  • Fungsi Network dan Nodes pada Cryptocurrency

Struktur jaringan peer-to-peer dalam cryptocurrency disusun berdasarkan mekanisme konsensus yang mereka gunakan. Untuk crypto seperti Bitcoin dan Ethereum yang menggunakan mekanisme konsensus kerja normal, semua node memiliki hak istimewa yang sama. Idenya adalah untuk menciptakan jaringan egaliter. Node tidak diberikan hak khusus, namun fungsi dan tingkat partisipasinya mungkin berbeda. Tidak ada server / entitas terpusat juga tidak ada hierarki, hanya topologi datar.

Sekarang, jika tidak ada sistem pusat, bagaimana semua orang di sistem mengetahui bahwa transaksi tertentu telah terjadi? Network mengikuti protokol gossip. Pikirkan bagaimana gosip menyebar. Misalkan Alice mengirim 3 ETH ke Bob. Node yang terdekat dengannya akan mengetahui hal ini, dan kemudian mereka akan memberi tahu node yang lainnya yang dekat dengan mereka, dan kemudian mereka akan memberi tahu tetangga mereka, dan ini akan terus menyebar sampai semua orang tahu. Node pada dasarnya adalah hal yang bisa jadi usil dan mengganggu.

Jadi, apa yang dimaksud Nodes dalam konteks Ethereum? Node hanyalah sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan Ethereum. Partisipasi ini bisa dalam tiga cara, yaitu :

  • Light Client – Dengan menyimpan salinan dasar blockchain
  • Full node – Dengan menyimpan salinan penuh blockchain
  • Mining – Dengan memverifikasi transaksi

Namun, masalah pada desain ini adalah bahwa desain tersebut tidak benar-benar dapat diukur. Itulah sebabnya banyak cryptocurrency generasi baru mengadopsi mekanisme konsensus berbasis pemimpin. Dalam EOS, Cardano, Neo, dll. Node memilih leadernya sendiri atau biasa disebut “supernodes” yang bertanggung jawab atas konsensus dan kondisi network secara keseluruhan. Cryptos jenis seperti ini jauh lebih cepat tetapi bukan sistem yang paling terdesentralisasi.

Baca Juga Tentang Fintech :

5. Siapa yang akan menggunakan Blockchain ?

Sebagai infrastruktur web, Anda tidak perlu berguna atau tidaknya dalam hidup anda

Bank Dunia memperkirakan bahwa lebih dari $ 430 miliar US  pengiriman uang yang dikirim pada tahun 2015. Dan pada saat itu ada banyak permintaan yang tinggi untuk developer blockchain.

Blockchain berpotensi memotong perantara untuk jenis seperti transaksi ini. Komputasi pribadi menjadi dapat diakses oleh masyarakat umum dengan penemuan Graphical User Interface (GUI), yang mengambil bentuk “desktop”. Demikian pula, GUI yang paling umum dirancang untuk blockchain adalah biasa yang disebut Aplikasi Wallet (dompet), yang digunakan seseorang untuk membeli sesuatu dengan Bitcoin, dan menyimpannya bersama dengan cryptocurrency lainnya.

Transaksi online berkaitan erat dengan proses verifikasi identitas. Sangat mudah untuk membayangkan bahwa aplikasi wallet akan berubah di tahun-tahun mendatang untuk memasukkan jenis manajemen identitas lainnya.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dalam Tentang Blockchain

6. Q&A seputar Blockchain

1.) Apa yang dimaksud dengan Blockchain ?

Jawab : Blockchain adalah record data berbasis time stamped yang tidak dapat diubah yang didistribusikan dan dikelola oleh beberapa cluster komputer.

2.) Siapa Yang mengendalikan Blockchain ?

Jawab : Jaringan blockchain yang terbuka tidak memiliki otoritas pusat – Hal ini adalah definisi utama dari sistem demokratis. Karena ini merupakan buku besar yang dibagikan dan tidak berubah, informasi di dalamnya terbuka untuk siapa saja dan semua orang untuk melihatnya.

3.) Apa 3 pillar pendukung teknologi Blockchain ?

Jawab :

  • Decentralization
  • Transparency
  • Immutability

4.) Apa kegunaan dari Blockchain ?

Jawab : Awalnya, digunakan untuk Bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Namun Blockchain kini digunakan di beberapa industri termasuk Finansial, real estate, dan kesehatan.

Berikutnya Baca : Perbedaan antara Bitcoin dan Blockchain

Sumber : https://blockgeeks.com/guides/what-is-blockchain-technology/

Share.

About Author

Techfor Id

4 Komentar

  1. Pingback: Startup Terbaik Indonesia | TechForID Startup Terbaik Indonesia

  2. Pingback: Tugas dan Tanggung Jawab UX Researcher Yang Wajib Kamu Tahu! |

  3. Pingback: Mengenal Command Line Interface (CLI) dan Kelebihannya! | TechForID

Leave A Reply