Renewable Energy

Bisnis Mobil Elektrik Naik?

amerika
Written by Techfor Id

Bisnis Mobil Elektrik Naik, Amerika Justru Alami Krisis Baterai Lithium-Ion

Di samping kekurangan perangkat semikonduktor untuk produksi mobil, rumornya Amerika saat ini juga sedang dilanda krisis rantai pasokan baterai Lithium-ion untuk kendaraan tersebut.

Tidak mengherankan, sebab perusahaan seperti General Motor (GM), Ford, Tesla, dan yang lainnya meningkatkan ambisi kendaraan listrik mereka.

Baca Juga :

Harga Bitcoin Terus Naik?

Sehingga produksi baterai saat ini di Negara tersebut tidak bisa memenuhi permintaan pasar.

Walau di Amerika terdapat beberapa fasilitas manufaktur baterai berskala besar misalnya seperti Tesla Gigafactory, namun pada nyatanya produk baterai mereka masih dianggap belum mencukupi permintaan pasar kendaraan listrik

Saat ini Amerika hanya mempunyai 4 perusahaan manufaktur baterai dinegaranya, sedangkan rivalnya China memiliki sekitarn 90an pabrik.

Dari sini bisa dilihat bahwa Amerika memang sepertinya harus mengimport dari China perihal baterai Lithium Ion.

Namun beberapa pakar menilai hal ini memakan biaya dan berpotensi menimbulkan resiko keamanan.

Sebagai info, baterai tersebut dibuat dengan bahan dasar utama Lithium yang mana hanya ada 4 negara saja yang memproduksinya :

  1. Australia sebesar 42.000 metrik ton
  2. Chili sebesar 18.000 metrik ton
  3. China sebesar 7.500 metrik ton
  4. Argentina sebesar 6,400 metrik ton.

Elemen kunci baterai lainnya termasuk :

  • Graphite
  • Nickel
  • Manganese
  • Cobalt

Yang mana sebagian besar ditemukan pada lokasi penambangan di kawasan Negara Cina, Indonesia, Afrika Selatan, dan Kongo.

Baca Artikel Lainnya :

Kebanyakan dari material mentah tersebut nantinya dikirim ke China dan di proses melalui tehnik Refining.

China menangani sekitar 80% material mentah, 60% manufaktur sel baterai, dan 60% komponen baterai untuk seluruh dunia.

Sebenarnya di Amerika sendiri bukan berarti tidak ada tambangnya, hanya saja sekarang ini belum dibangun.

Dulunya industry otomotif belum fokus ke kendaraan listrik, dan tidak adanya kebijakan yang mendukung hal tersebut di 1 dekade belakangan.

Beda jauh dengan Rivalnya, China, yang sudah merencanakan semua hal tersebut sejak 1 dekade lalu.

Menjadikannnya sebagai Negara subsidi terbesar untuk kendaraan mobil elektrik, maupun komponen pendukung lainnya seperti baterai Lithium Ion.

Baca Artikel Berikutnya,

Amazon Music Rilis “Fitur Car Mode” Lebih Mudah Saat Mengemudi

About the author

Techfor Id

Leave a Comment

Open chat