Mengenal Command Line Interface (CLI) dan Kelebihannya!

3

Apa itu CLI ?

CLI adalah singkatan dari Command Line Interface.

CLI adalah program yang memungkinkan pengguna mengetik perintah teks yang memerintahkan komputer untuk melakukan tugas tertentu.

Meskipun begitu kuat, penggunaan CLI tidak selalu diterima dengan baik. Pemula enggan menggunakannya, berpikir bahwa CLI hanya untuk pengguna tingkat lanjut. Sebenarnya tidak demikian.

Saat ini penerapan CLI (command line interface) di komputer personal sudah sangat jarang. Alasannya karena banyak pengguna yang memilih untuk menggunakan GUI (graphic user interface) sebagai penghubung ia dengan sistem komputer.

GUI diklaim lebih mudah digunakan karena antarmukanya berupa grafis. Berbeda dengan CLI, sebagai mana yang kita tahu ia hanya mengusung tampilan antarmuka baris perintah dengan desain hanya menampilkan baris teks code dengan background gelap

Meskipun jarang digunakan, namun jangan menganggap komputer dengan antarmuka CLI tidak berguna.

Karena komputer dengan Interface CLI sebenarnya sering digunakan oleh pengguna profesional untuk melakukan tugas komputer tertentu tertentu misalnya untuk mengelola & mengurus server jaringan, hosting web, administrasi, keamanan dan sebagainya. Bahkan CLI merupakan sistem andalan milik hacker

Baca Juga Artikel Fintech :

Sejarah CLI

Pada 1960-an, CLI digunakan secara intensif. Saat itu, orang hanya menggunakan keyboard sebagai perangkat input dan layar komputer hanya dapat menampilkan informasi teks. Sistem operasi seperti MS-DOS menggunakan CLI sebagai standar interface untuk penggunanya.

Pada dasarnya, pengguna harus mengetikkan perintah pada CLI untuk melakukan tugas komputer, karena ini adalah satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan komputer.

Setelah mengetik perintah, hasil yang didapat pengguna akan berupa informasi teks atau tindakan spesifik yang dilakukan oleh komputer.

Jika pengguna mengetikkan perintah yang salah, kemungkinan mereka akan menghapus file yang salah atau secara tidak sengaja menutup program sebelum menyimpan pekerjaan mereka. Inilah yang orang anggap sebagai kelemahan utama penggunaan CLI.

Kemudian, setelah bertahun-tahun hanya menggunakan keyboard dan berisiko menyalahgunakan baris perintah, mouse ditemukan.

Penemuan mouse yang ditandai awal dari metode point-and-click sebagai cara baru untuk berinteraksi dengan komputer. Metode ini terbukti jauh lebih aman bagi rata-rata pengguna, sehingga mengusir keberadaan CLI.

Terlepas dari itu, sistem operasi mulai mengembangkan cara komputasi yang menarik, menggunakan GUI (Graphic User Interface). GUI sendiri sangat fenomenal karena penggunaan tombol dan menu untuk mewakili perintah tertentu. Pendekatan ini telah terbukti sangat intuitif dikalangan User.

Baca Juga : Belajar Information Architect, Agar Kamu Makin Jago Desain UX

Saat ini, GUI telah menjadi cara komputasi yang umum. Namun, sebagian besar sistem operasi masih menawarkan kombinasi CLI dan GUI. Sebagai contoh, pengguna Mac dapat mengetik “cal” di Terminal atau mengklik aplikasi Kalender untuk mendapatkan hasil yang sama..

Keunggulan CLI Vs GUI

Seperti yang disebutkan sebelumnya, GUI dikembangkan dalam sistem operasi segera setelah mouse menjadi perangkat input baru untuk mengoperasikan komputer.

Kita harus mengakui bahwa GUI secara visual menarik dan mudah dipahami. Tetapi, untuk beberapa tugas yang vital, CLI jauh lebih unggul.

Berikut ini alasan mengapa kamu harus menggunakan CLI :

Sumber Daya Minim

Bukan rahasia bahwa program berbasis teks membutuhkan sangat sedikit sumber daya di komputer kamu. Penggunaan CLI sangat ringan digunakan sehingga tidak mengharuskan komputer untuk memiliki spesifikasi tinggi bila ingin menginstal CLI.

Tingkat Presisi tinggi

Kamu dapat menggunakan perintah khusus untuk menargetkan tujuan tertentu dengan mudah. Selama kamu tidak menulis perintah yang salah, hal tersebut bekerja layaknya sulap. Setelah kamu mempelajari dasar-dasarnya, menulis sintaks pada CLI tidak sesulit yang orang-orang bayangkan.

Baca Juga : Proses Desain User Experience (UX)

Ramah Repetitive Task / tugas berulang

GUI telah berkembang dengan baik selama bertahun-tahun. Tetapi, sistem operasi mungkin tidak memberi kamu semua menu dan tombol untuk melakukan semua tugas. Salah satu alasannya adalah keamanan. Ini membuat kamu kewalahan jika harus melakukan tugas yang berulang.

Misalnya, ketika kamu harus menangani ratusan file di dalam folder, CLI memungkinkan kamu untuk menggunakan satu perintah untuk melakukan otomatisasi pengulangan dengan mudah.

Powerfull

Sebagian besar sistem operasi saat ini mencegah kamu mengutak-atik proses inti sistem. Windows memiliki perlindungan sistem dan MacOS memiliki SIP (System Integrity Protection). Kamu tidak akan dapat melakukan tugas-tugas tertentu yang dilindungi sistem. Namun, dengan CLI, kamu akan memiliki kontrol penuh atas sistem kamu sendiri.

Contoh ilustrasinya, ada metode yang disebut PSD to HTML dalam pengembangan situs web.

Dalam PSD ke HTML, prosesnya dimulai dengan membuat mockup di Photoshop. Dokumen Photoshop (PSD) kemudian dikonversi ke HTML.

Mengubah PSD ke HTML melibatkan coding. Developer web akan memastikan bahwa kode yang digunakan dalam konversi itu bersih dan rapih. Ini penting untuk lulus seleksi W3C.

Seleksi atau Compilance W3C akan memastikan bahwa situs web memiliki kode yang baik untuk membuatnya kompatibel dengan semua jenis browser.

Jadi, memahami kode sangat penting untuk memahami proses inti.

Hal yang sama berlaku untuk CLI di sistem operasi. Sementara GUI mungkin tampak menarik, CLI ringan, kuat dan mudah.

Baca Juga : Ingin Jago Desain ? Simak Pengertian Desain User Interface (UI)!

Contoh Penerapan CLI pada Sistem Operasi

1. Windows MS-DOS (MS-DOS sekarang berubah jadi CMD)

Sekarang ini sistem operasi Windows hampir semuanya menganut antarmuka GUI. Sebenarnya sebelum mengimplementasikan GUI, pihak Microsoft selaku pemilik Windows telah lebih dulu mengimplementasikan CLI. Contohnya adalah sistem operasi MS-DOS yang kini masih ada, hanya berubah nama menjadi CMD (command prompt).

Pada sistem operasi GUI (Windows XP, 7, 8, 8.1, 10) fitur CMD ini selalu ada. Kamu pun bisa membukanya dengan mengetik kata “cmd” atau “command prompt” pada menu pencarian menu start. Bila ketemu klik dan nantinya akan keluar jendela baru yang menampilkan antarmuka CMD yang terlihat gelap.

2. Linux

Linux adalah sistem operasi open source yang ditulis dan dikembangkan oleh seorang programmer, Linus Tolvalds. Sistem operasi ini banyak digunakan untuk urusan pengelolaan server jaringan administrasi. Linux juga dikenal sangat khas dengan tampilan antarmukanya yang berbasis perintah (CLI). Salah satu shell yang dikembangkan GNU dan banyak digunakan pada varian linux adalah Bash.

3. Debian

Debian merupakan sistem operasi turunan linux. Hal ini karena Linux merupakan sistem operasi open source yang dimana ia bisa dikembangkan oleh siapa pun.

Dan sekarang salah satu dari banyak sistem operasi turunan Linux adalah debian. Sistem operasi ini memiliki dua pilihan antarmuka yaitu GUI dan TUI. Opsi tampilan ini bisa dipilih sesuai dengan kehendak sewaktu pertama kali penginstalan debian.

Baca Juga : Tugas dan Tanggung Jawab UX Researcher Yang Wajib Kamu Tahu!

Sumber : hostinger.com

Share.

About Author

Techfor Id

3 Komentar

  1. Pingback: Kelebihan dan Kekurangan Sistem Graphic User Interface (GUI)! |

  2. Pingback: Ini yang Harus Kamu Ketahui Tentang Open Source! | TechForID

  3. Pingback: CLI VS GUI : Mana yang Lebih Baik Menurutmu ? | TechForID

Leave A Reply