Web Designer Ternama berbicara soal UI/UX

5

Siska Felicia alumni dari sekolah pemrograman website ternama www.babastudio.com dengan banyak prestasi termasuk diantaranya adalah menjadi UI& UX desainer www.tiket.com 2.0 adalah seorang pekerja kreatif yang sangat menyukai ilustrasi, design UI dan UX. Dia tinggal di Jakarta dengan segudang hobi menawan seperti membuat sketsa, lukisan dinding. Pencinta film dan kopi ini berharap suatu hari nanti bisa berkeliling dunia.

Well, kali ini dia akan membagi pengalamannya kepada techfor.id. tentang bagaimana dia mulai masuk ke UI dan UX dan menemukan dunianya disana.

Baca juga artikel terkait : Bagaimana Peran UI & UX Membuat Pengunjung Nyaman

 “Dulu startup dan yang online online belum sebanyak sekarang ” katanya mengenang masa masa awal dia masuk ke UI dan UX. Secara tak sengaja ia direkrut oleh salah satu perusahaan besar yang berniat untuk membangun perusahaan games. Dalam perjalanannya, muncul harapan ketika tiba tiba dalam tiga bulan perusahaan tersebut menempatkannya untuk terjun langsung ke UI dan UX. Kesulitannya, pada saat itu dunia online masih belum banyak seperti sekarang apalagi UI dan UX masih digabung jadi satu karena belum dipisah-pisah seperti sekarang. Dia belajar dari developer bahkan sempat belajar di Baba Studio pada tahun 2012.

Pertanyaannya adalah how to create user product habits, atau bahasa gampangnya bagaimana membuat produk kita menjadi kebutuhan wajib bagi pembeli” ucapnya. Sungguh sangat keren ketika para user mengikuti kita dan update pada apa yang ingin kita lakukan. Bahkan saat pertama mereka bangun pagi, mereka membuka situs kita. Di toilet, sambil santai di coffeshop mereka masih penasaran hal hal baru apa yang kita tawarkan.

Tips tips untuk membuat startup produk menjadi besar seperti Facebook atau Instagram. Kita tidak perlu memancing users lagi tapi mereka yang secara otomatis langsung membuka situsnya. “Startup adalah pancingannya dan user itu ikannya” demikian dia mengilustrasikannya.

Dibawah ini deretan pertanyaan penting hasil wawancara techfor.id kepada Siska Felicia.

Seberapa penting UI dan UX menurut mu?

Gini, perumpamaanya seperti saat kita mau makan steak dan tambah saos. UI itu botol saosnya. Gimana cara memakainya? tentu harus membuka botolnya? Bagaimana cara membukanya? Apa bisa langsung dibuka? Atau jangan – jangan tutupnya macet dan harus di congkel dulu. Ketika udah terbuka malah luber kemana-mana. Nah UI itu yang indah indah tapi harus sesuai dengan kebutuhan usernya.

UX anggap saja isi saosnya , saos ini  butuh branding atau packaging yang bagus. Botol itu adalah UI-nya sementara isi yang enak adalah UX.  Botolnya bagus dan isinya terjamin atau bukan saos abal-abal. UI penting untuk UX dan UX juga butuh UI. Tidak bisa dipisahin.

Tempat Kursus Komputer Terbaik | Digital Marketing, Programming, SEO, Dll.

Bagaimana tips membuat design yang bagus? Dan apakah ada software khusus yang kamu gunakan?

Tips yang mudah itu gak usah pusingin software-software yang penting adalah pikirannya. Tidak perlu dulu software apa yang kita gunakan atau kita mau jago di software yang mana. Ide itu adalah intinya, mau sketch berwarna atau hitam putih itu tidak masalah,  asalkan pikirannya yang bener. Tujuannya mau dibawah kemana ide ini? Inti-sarinya adalah otak yang benar dalam memahami ide kita sendiri.

Apakah UI dan UX bisa membuat produk kita jadi ciri khas yang membedakan dengan produk lain?

Ini ada beberapa contoh yang pernah saya buat. Misalnya di opini. Ini media loh. Jelas makanan utamanya adalah medianya itu sendiri atau beritanya itu sendiri. UI dan UX itu lebih membuat gimana sih cara menjual produk kita ini agar bisa bersaing dengan produk lain. Cara dibedain dari produk lain bisa dengan UI dan UX yang oke. Waktu di tiket.com misalnya. Semua tahu saingan-saingannya. Jadi, gimana sih UI dan UX nya menjadi pembeda produk kita dengan yang lain. Artinya orang lihat produk kita langsung kenal. Oh ini produknya kita? Ini jualan tiket yang otomatis kembali pada persaingan harga. Ujung-ujungnya adalah harga yang bersaing. Kita sudah buat UI dan UX sebagus mungkin tapi kalo toko sebelah memberi harga murah, yaa tetap saja konsumen lari ke toko sebelah.

Oke, pengalaman khusus apa yang kira kira bisa dibagikan bagi orang yang ingin memulai startup?

Yang paling utama bagaimana menciptakan habit. Saya punya pengalaman. Gini ya, sekarang saya kerja di PT Djarum. Orang orang sudah tahu ini perusahaan rokok.  Kami membangun sebuah aplikasi corporate internal khusus karyawan Djarum. Aplikasi tersebut seperti sharing internal sites untuk menjembatani karyawan millenials dan karyawan senior. Di PT Djarum kan banyak pegawai pegawai yang sudah 40-50 tahun kerja disana, yang mungkin jarang bertemu dengan pegawai pegawai baru yang milenial. Ada gap yang besar. Nah aplikasi tersebut membuat ruang bagi kami untuk sharing tapi bukan sharing status pribadi melainkan sharing knowledge. Disana kami saling membagi pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan tapi dalam bentuk tulisan bukan foto demi memudahkan report. Nah inilah kebiasaan. Challenge yang menciptakan habit yang bagus.

Misalnya, orang yang harus minum kopi tiap pagi, jika sehari tidak minum rasanya otak tidak bisa mikir, kebiasaan tersebut tercipta dengan sendirinya. nah gimana tuh caranya biar kita bisa jualan seperti itu ke user? Bagaimana kita membuat user kita ketagihan pada produk yang akan kita jual.

Dalam develop product  biasanya kita inginkan design sprint. Kalo kamu sendiri gimana sih tekniknya? Prosesnya?

Kalo untuk start up, design sprint ini bagus banget malah kalo saya sendiri wajib. Design Sprint akan membantu seluruh tim untuk mendapatkan tujuan dan arah yang jelas. Penggunaan metode ini sangat membantu dalam membuat produk baru, penambahan fitur produk, seperti membuat website profesional atau membuat fitur untuk website professional. Design sprint akan membantu kita fokus pada apa yang akan kita kerjakan. Sebelumnya, kita akan mengerjakan misalnya dari A sampai Z tapi dengan design sprint kita jadi tahu bahwa produk kita tidak harus sampai ke Z. Kita butuhnya hanya dari A sampai ke F. Ada keterarahan. Hanya saja pada fase fase tertentu kita bisa mereview lagi. Saya menggunakan design sprint waktu di tiket.com. Kalo sekarang di Djarum beda sih.

Kamu sendiri expertnya dimana? UI atau UX?

Kalo saya sih harapannya UI dan UX jangan dipisahin. Saya sendiri tidak berusaha untuk memisahkan itu. Saya dulu belajar di Baba Studio, bukan berarti saya harus expert banget IT. Semakin banyak kita paham maka saya yakin akan semakin bagus. Kita expert pada sesuatu bukan berarti kita tidak harus belajar yang lain tapi karena perusahaan-perusahaan sekarang sudah besar yaa saat ini mulai ada pemisahan. UI sendiri dan UX sendiri. Saran saya kita harus banyak belajar banyak hal sih, jangan hanya terpaku oleh satu tempat saja. Kita expert di UI maka kita juga harus paham pada UX meski gak harus expert banget. Karena zaman saya dulu tidak ada pemisahan makanya saya dulu kerja dengan melakukan kedua-duanya. UI maupun UX. Dulu saya tidak diarahkan hanya satu tapi kedua-keduanya. Barangkali karena dulu belum sebesar sekarang.  

Biasanya kan kita harus dekat dengan pemegang data, yang UX misalnya harus tahu datanya. Seperti, oh ini lakunya dimana? Atau UI harus dekat dengan pihak developer karena saat kita melakukan testing kita bisa dibantu developer untuk menjawab persoalan persoalan apakah buatan kita bekerja dengan baik atau user kesulitan untuk mengklik. Hal hal seperti itu penting untuk diingat. Saya tetap percaya bahwa kita harus belajar banyak hal tanpa terkotak-kotak-an. Karena apa yang kita kuasai akan berhubungan dengan apa yang orang lain pahami. Tentu sangat bagus, jika kita juga memahami demi untuk memperkuat kinerja dan skil kita. UI dan UX merupakan rangkaian yang saling berhubungan. Point plus jika kita expert pada kedua hal tesebut.

Nikmati kursus gratis ui ux yang ada di http://academy.techfor.id .

Jika anda ingin bertanya kepada Siska Felicia. Anda bisa input pertanyaannya pada kolom di bawah .

Share.

About Author

Siska Felicia

Corporate Development at PT. Djarum Head of Creative (UI / UX) at Tiket.com