9 Tips Rahasia Merancang User Experience (UX) yang Inovatif

0

Seorang user tentunya ingin menggunakan aplikasi atau program yang mudah digunakan maupun dipelajari.

User Experience (UX) adalah elemen yang mampu membuat desain User interface yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga didasarkan pada pengalaman penggunanya.

Proses UX meliputi menganalisa hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi kenyamanan pengguna dalam menggunakan suatu aplikasi mobile, website, maupun program.

Semakin keras persaingan industri teknologi menuntu seorang desain harus mampu membuat User Experience yang bisa menarik lebih banyak pelanggan potensial bagi suatu perusahaan. Namun apa saja yang desainer butuhkan untuk mencapai hal itu ?

Baca Juga :

Berikut ini kami sajikan 9 tips rahasia agar desain User Experience kamu dapat mengikuti perkembangan teknologi.

1. Pengalaman User adalah Poin Utama

Desain UX yang buruk pada suatu aplikasi android bisa menyebabkan dihapus nya aplikasi tersebut oleh usernya. Seorang User tentunya tidak ingin menggunakan aplikasi dengan desain yang ala kadarnya atau terkesan setengah-setengah dalam pembuatannya.

Mereka pasti ingin aplikasi yang tidak hanya mudah digunakan, melainkan menarik untuk dilihat, dan diinstall.

Maka dari itu, saat proses desain UX, pastikan kamu menganalisa terlebih dahulu desain kamu. Kira-kira bagian mana saja yang mungkin pengguna merasa kesulitan atau bingung, perbaiki bagian tersebut, buat agar lebih mudah digunakan.

Seorang desainer profesional biasanya memberikan Pop up notif pada setiap menu, icon, atau tombol agar seorang pengguna dapat mengetahui fungsinya.

Baca Juga : Tugas dan Tanggung Jawab UX Researcher Yang Wajib Kamu Tahu!

2. Minta pendapat Pengguna akan Desain kamu

Kalo kamu beruntung, mungkin kamu akan bertemu sesorang yang menginstall, atau mencoba aplikasi yang kamu buat. Jika hal ini terjadi, jangan ragu-ragu bertanya kepada mereka bagaimana rasanya menggunakan aplikasi kamu.

Apakah mereka mengalami kesulitan saat menggunakan fiturnya ? apakah desain kamu terlihat menari ? Analisa masalah yang mereka alami, perbaiki, dan Desain User experience kamu akan terlihat jauh lebih optimal.

Dalam dunia program atau aplikasi, ada yang namanya Beta Testing. Beta testing adalah proses uji coba suatu program, aplikasi, maupun game sebelum di rilis secara resmi. Dalam proses ini, kamu bisa mengajak beberapa orang untuk menggunakan aplikasi atau game kamu sebagai beta tester.  

Mereka nantinya akan mencoba semua fitur yang ada dan melaporkan kepada kamu jika terjadi kesalahan atau bug pada sistemnya. Beta Testing merupakan hal penting dalam membangun Desain UX yang baik bahkan sebelum jadwal rilisnya tiba.

Baca Juga : Belajar Information Architect, Agar Kamu Makin Jago Desain UX

3. Perfoma Sama pentingnya dengan Fungsi dan Desain UX

Menurut pakar UX Todd DeCapua “Perfoma dalam desain dapat mempengaruhi kesuksesan suatu bisnis”. Kalo semisal desain website kamu membutuhkan waktu lama saat proses loadnya, Pasti pengunjung tidak akan merasa senang. Mereka tidak hanya ingin informasi yang akurat namun juga cepat.

Kehilangan seorang pengunjung sama saja kehilangan calon pelanggan di website kamu. Hal ini sangat vital kalo website kamu bergerak dalam bidang E-commerce atau toko Online.

Usahakan menggunakan menu, atau gambar yang sudah di compress ukurannya atau di optimalkan. Karena biasanya gambar dengan kualitas tinggi membutuhkan waktu lama dalam proses loadnya. Kamu bisa menggunakan Tools seperti Google Pagespeed Insight untuk mengetahui seberapa cepat website kamu.

4. Gunakan Sistem Navigasi Yang Simpel dan Jelas

Bantu pengguna mengorientasikan diri mereka sendiri, dan membuatnya mudah untuk maju dan mundur dengan mudah dalam aplikasi kamu. Tidak hanya saat Scrolling ke atas maupun kebawah tetapi juga setelah refresh halaman. Pengguna harus tahu di mana mereka berada dalam aplikasi pada waktu tertentu, terlepas dari tindakan yang telah mereka lakukan.

Baca Juga : Proses Desain User Experience (UX)

5. Hindari Penggunaan Link Clickbait

Meskipun dikenal jitu dalam menarik pengunjung, clickbait memiliki kesan yang tidak baik pada hasilnya. Karena biasanya suatu website yang menggunakan trik ini cenderung menyajikan informasi yang tidak informatif atau tidak berkualitas.

Kalo kamu ingin menyisipkan Link pada website kamu, pastikan link tersebut memberikan informasi yang jelas dan halaman arahan yang relevan.

6. Hindari Double Scrolling

Double Scrolling terjadi ketika desain kamu memiliki dua scroll dengan arah yang sama, dengan salah satunya dalam frame.. Ini sangat membingungkan bagi pengguna dan sering menyebabkan error. Hal Ini juga membuatnya hampir tidak mungkin untuk menggunakan aplikasi pada perangkat dengan antarmuka pengguna touch and swipe atau sentuh dan geser.

Baca Juga :

7. Gunakan Icon yang Jelas, Konsisten, dan Mudah dipahami

Saat kamu menyisipkan suatu icon dalam desain kamu. Pastikan icon tersebut merepresentasikan fungsinya. Sebagai contoh Icon “Print” untuk mencetak suatu dokumen, Icon “X” untuk menghapus elemen tertentu, dan sejenisnya. Suatu icon haruslah memiliki fungsi yang jelas dan mudah dipahami.

Jika desain kamu mengalami pembaruan, pastikan pula agar tetap konsisten pada layout maupun elemen yang ada didalamnya. Seorang User akan bingung kalo kamu memberikan pembaruan atau update dengan tampilan serta elemen yang jauh berbeda. Mereka akan membutuhkan waktu ekstra agar terbiasa kembali dengan desain kamu, yang mana hal ini dapat mempengaruhi User Experience desain kamu.

8. Sesuaikan Jenis Font untuk Versi Mobile

Pengguna mengakses sebagian besar halaman website atau aplikasi dari ponsel serta tablet, laptop, dan komputer desktop, sehingga halaman kamu akan terlihat bagus dan mudah digunakan pada platform apa pun dan pada resolusi apa pun yang mungkin diperlukan oleh pengguna kamu. Pastikan font dan gambar pada desain kamu responsif.

Ada banyak video tutorial yang tersebar di internet yang bisa kamu lihat agar desain kamu responsif.

9. Tampilkan Pesan Error Yang Informatif

Suatu aplikasi atau website tentunya tidak luput dari kesalahan atau error layaknya penggunanya. Pastikan desain kamu memberikan pesan error yang informatif dimana didalamnya terdapat penjelasan dan cara mengatasinya agar pengguna atau pengunjung tidak lagi bingung. Desain yang Informatif merupakan Komponen Vital dalam membangun Desain UX yang baik.

Berikutnya Baca : Ingin Desain UX Aplikasi Androidmu Optimal ? Simak 4 Point Penting Berikut!

Sumber : techbeacon.com

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply