7 Komponen Utama Membangun Desain UX yang Optimal

0

Dalam membangun desain User Experience (UX) yang optimal. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan .

Dalam membangun desain untuk produk seperti barang secara fisik, website, software, hardware, maupun perangkat mobile perlu memperhatikan kepuasan dari pengguna, baik dari tingkat kesukaan pengguna, pemahaman pengguna akan produk, dan kegunaan dari produk itu sendiri.

Berikut ini adalah 7 komponen utama yang harus kamu pertimbangkan dalam desain User Experience kamu.

1. Focus On Content

Konten yang disajikan dengan baik dan terorganisir adalah kunci untuk membuat website dan aplikasi seluler terlihat menarik bagi pengguna yang diharapkan. Tren baru-baru ini berkonsentrasi pada menghilangkan gangguan yang tidak perlu dan sebagai gantinya, menyoroti apa yang benar-benar relevan yaitu konten.

Menciptakan user experience yang berpusat pada konten melibatkan penggunaan desain yang menyoroti konten atau membuat konten itu sendiri layaknya bingkai pada desain. Tujuan utama kamu adalah memastikan tidak ada yang mengganggu pengguna ke website atau konten aplikasi kamu.

Baca Juga :

2. Information Architecture (IA)

Komponen UX pertama yang harus diperhatikan dan dipenuhi adalah Information Architecture (IA). Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan user dengan konten yang ada pada website dan mampu memahaminya.

Information Architecture menciptakan hirarki konten pada sebuah halaman dan penggunaan elemen-elemen berbeda seperti navigasi yang memudahkan pengguna.

Misalnya, untuk memahami tujuan mereka membuka website tersebut, apa saja yang mereka temukan, informasi apa yang mereka dapat dan juga informasi seperti apa yang mereka harapkan.

Baca Juga : Kuasai 8 Software Desain UI/UX Ini Dijamin Gampang Cari Pekerjaan!

3. Interaction Design

Sesuai dengan namanya, Interaction Design berhubungan dengan interaksi spesifik antara user dan layar. Konten visual dalam hal ini mendukung website untuk berkomunikasi dengan pengguna melalui grafik, gambar, font, icon, warna dan sebagainya.

Komponen Interaction Design juga menggunakan prototipe untuk menentukan perilaku dan fungsi secara spesifik untuk setiap komponen yang berbeda. Misalnya, desain aplikasi mobile, tentukan apakah pengguna harus meng-klik atau menggeser tombol untuk Login.

Kamu harus melakukan tes dan evaluasi terhadap transisi seperti ini dalam konsep yang interaktif. Dengan demikian produk akhir yang dihasilkan dapat diimplementasikan sesuai dengan tujuan pemilik website/aplikasi dan kenyamanan pengguna.

Baca Juga : Belajar Information Architect, Agar Kamu Makin Jago Desain UX

4. Usability

Komponen UX selanjutnya yang sangat penting untuk diperhatikan adalah usability atau penggunaan (website/aplikasi). Pada dasarnya, usability berhubungan dengan pemanfaatan data untuk menentukan validitas keputusan desain yang dipilih.

UX desainer di sini berperan untuk memperjuangkan kenyamanan pengguna dalam mengakses dan menggunakan website. UX desainer harus menjamin bahwa pengguna tidak bingung dengan kegunaan dan fungsi website yang sedang mereka akses.

Dengan kata lain, kamu wajib mengetahui apa kebutuhan dan keinginan pengguna terhadap suatu website. Data yang dibutuhkan bisa diperoleh dengan berbagai cara, seperti survei, data penelitian terbaru, wawancara, pengujian, telemetri dan sebagainya.

Pengujian usability dapat membantu kamu untuk semakin memahami produk sambil melihat perilaku serta kebutuhan pengguna.

Selain itu, pengujian usability juga merupakan praktik yang baik untuk memvalidasi hipotesis dengan user, serta mengukur dan memvalidasi perubahan produk untuk memastikan bahwa produk website kamu memenuhi kebutuhan pengguna.

Baca Juga :

5. Prototype

Sebuah prototipe dapat didefinisikan sebagai versi awal dimana bentuk aslinya nanti bisa dikembangkan. Sebagai desainer, prototyping menawarkan cara yang murah dan fleksibel untuk menguji apa yang tampak sesuai dan cocok dengan desain kamu, baik itu untuk aplikasi seluler, produk fisik, atau website.

Proses uji coba menggunakan prototype memungkinkan kamu untuk melihat tingkat fungsionalitas desain dan setiap perubahan yang harus dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal.

Tidak hanya itu, komponen ini juga sekaligus memberikan Anda wawasan mengenai kendala atau konflik apa saja terkait dengan penggunaan website oleh pengguna.

Baca Juga : 5 Prinsip Dasar yang Baik Dalam Membangun Desain UX

6. Desain Visual

Komponen UX selanjutnya adalah desain visual yang merupakan penggunaan aspek visual dari sebuah produk untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Desain visual membantu kamu untuk mengkomunikasikan banyak informasi mengenai produk yang kamu tawarkan.

Desainer UX dan visual harus saling bekerja sama untuk menghasilkan penampilan website yang fungsional dan menarik. Jangan sampai pengguna malah menemukan masalah penggunaan karena elemen ini.

Baca Juga : 5 Prinsip Dasar yang Baik Dalam Membangun Desain UX

7. Simplicity

Pangkal dari kecepatan adalah kesederhanaan. Kembali kepada psikologi dasar manusia yang menyukai kecepatan, jangan membuat website atau aplikasi online yang bertele-tele.

Kurangi basa-basi, dan langsung to the point menuju fungsi utama dari website atau aplikasi online kamu. Desain UX yang terlalu banyak animasi dan efek visual  justru membuat sebagian besar pengguna merasa risih dan tidak nyaman.

Penggunaan animasi dan efek visual pada desain kamu juga dapat mempengaruhi kinerja baik website kamu maupun pada aplikasi seluler. Buat desain User experience yang tidak hanya berfokus pada desain yang mewah saja melainkan pada kecepatan nya juga.

Berikutnya Baca : Ingin Desain UX Aplikasi Androidmu Optimal ? Simak 4 Point Penting Berikut!

Sumber : webdesign.tutplus.com

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply