Langkah Membuat User Research yang Baik!

0

Kurangnya pemahaman yang jelas tentang target audiens suatu proyek dapat mencegah tim desain dari mengembangkan produk yang memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna.

Sebelum memulai suatu proyek, banyak pertanyaan muncul di benak saya termasuk “Apa segmen pasar target?”, “Apa masalah pengguna yang bisa kita atasi?” Dan “Bagaimana kita bisa mengatasinya?” Semua pertanyaan ini dapat dijawab dengan melakukan penelitian User experience yang tepat.

Penelitian UX cenderung membangun desain yang berpusat pada pengguna melalui memahami kebutuhan, kesan, dan harapan pengguna tentang suatu produk.

Meskipun banyak perusahaan memahami pentingnya penelitian UX, hanya sedikit yang melakukannya dengan benar, yang menempatkan mereka pada risiko mengumpulkan informasi yang menyesatkan. Misalnya, pemahaman yang tidak jelas tentang target audiens dapat menyebabkan pengumpulan informasi tentang segmen populasi yang sama sekali berbeda yang berada di luar cakupan produk.

Selain itu, penelitian UX berkontribusi pada inovasi, karena produk yang baru dikembangkan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna berdasarkan feedback atau umpan balik yang dikumpulkan dari pengguna nyata. Selain itu, ini dapat membantu meningkatkan produk yang ada, menjadikannya lebih bermanfaat dan kompetitif di pasar.

Baca Juga :

Langkah-Langkah UX Research

Banyak perusahaan yang terjun langsung untuk mengumpulkan data untuk penelitian tanpa perencanaan yang jelas untuk proses tersebut. Ini dapat menyebabkan data yang dihasilkan tidak akurat.

Untuk melaksanakan penelitian UX yang solid dan dapat diandalkan, berikut ini adalima langkah penelitian UX yang harus diikuti. Langkah-langkah ini meliputi:

  1. Objectives : langkah ini cenderung mengidentifikasi apa target penelitian UX.
  2. Hypothesis : langkah ini cenderung mengidentifikasi apa yang sudah kita ketahui tentang pengguna.
  3. Method : langkah ini menentukan metode yang akan digunakan dalam penelitian UX.
  4. Conduct : dalam langkah ini tim memulai penelitian dan mengumpulkan informasi.
  5. Syntesis : langkah ini menganalisis data yang dikumpulkan dan membangun pemahaman yang jelas tentang pengalaman pengguna.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil penelitian akurat dan memenuhi tujuan yang akan kita bahas di bawah ini:

Baca Juga : Ingin Desain UX Aplikasi Androidmu Optimal ? Simak 4 Point Penting Berikut!

1. Mendefinisikan Tujuan / Objectives

Untuk setiap proses, harus ada tujuan yang jelas. Penelitian UX digunakan untuk mencapai tiga manfaat utama. Tiga manfaat ini dapat membentuk tujuan dari proses penelitian UX. Manfaat-manfaat ini termasuk:

  • Product Benefits : penelitian UX bertujuan untuk memahami kesan pengguna terhadap produk untuk meningkatkan produk atau memahami masalah yang diharapkan dapat diselesaikan oleh produk.
  • Business Benefits : penelitian UX bertujuan untuk menambah nilai bagi bisnis dengan menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang pengguna.
  • User Benefits  : ini dianggap sebagai nilai inti dari penelitian UX karena menempatkan pengguna di jantung prosesnya.

Fase tujuan harus menentukan tujuan utama penelitian UX dan memberikan nilai tambah pada penelitian yang dilakukan.

Tujuan harus dibentuk dan ditulis dengan jelas karena akan mempengaruhi tim dalam langkah-langkahnya, dan mencapai tujuan ini akan menentukan kegagalan atau keberhasilan proses penelitian UX. Pada tahap ini tidak ada alat yang diperlukan; ide-ide dapat dihubungkan bersama menggunakan peta pikiran yang membantu tim untuk memvisualisasikan koneksi antara tujuan yang perlu dipenuhi.

Baca Juga : Belajar Information Architect, Agar Kamu Makin Jago Desain UX

2. Hypotesis

Pada tahap ini, kita biasanya tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang pengguna atau hubungan antara pengguna dan produk kita. Namun, kita harus mulai dengan sejumlah ide umum yang perlu diuji selama penelitian. Pendekatan penalaran induktif dapat diadopsi pada tahap ini untuk membentuk hipotesis umum yang dapat bertindak sebagai panduan saat melakukan penelitian.

Sebelum memulai penelitian, kita perlu memberikan asumsi tentang masalah penelitian. Secara umum, ada tiga jenis hipotesis utama yaitu :

  1. Attitude-related Hypotesis fokus pada sikap pengguna. Misalnya, “pengguna aplikasi suka berbagi video dengan teman-teman mereka.”
  2. Behavior-related Hypotesis fokus pada perilaku pengguna. Misalnya, “pengguna aplikasi berbagi video terbaru dengan teman-teman mereka.”
  3. Feature-related Hypotesis berfokus pada fitur produk. Misalnya, “pengguna aplikasi berbagi konten dari area Daftar Top dengan teman-teman mereka.”

Hipotesis ini digunakan sebagai panduan dan dapat benar atau salah, mereka harus didefinisikan seakurat mungkin untuk mengurangi opsi yang tidak relevan dan bias tim terhadap opsi spesifik yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Methods / Metode

Setelah mendefinisikan tujuan dan hipotesis, langkah ini bertujuan untuk menentukan metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian UX. Secara umum, metode penelitian dikategorikan dalam dua bagian utama: penelitian sekunder (Secondary Research) dan metode penelitian primer (Primary Research) yang mengumpulkan data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif fokus pada angka dan pengukuran yang akurat sedangkan data kualitatif fokus pada pendapat, pengalaman, dan informasi yang tidak dapat diukur.

Baca Juga : Kuasai 8 Software Desain UI/UX Ini Dijamin Gampang Cari Pekerjaan!

Penelitian Sekunder (Secondary Research)

Jenis data ini tergantung pada informasi yang sebelumnya dikumpulkan untuk penelitian serupa. Misalnya, penelitian UX dilakukan untuk proyek sebelumnya, data dikumpulkan dari pusat informasi pemerintah, perpustakaan setempat, jurnal atau buku.

Meskipun jenis penelitian ini lebih mudah ditemukan, serta waktu dan biaya efektif (karena hasil penelitian sudah dilakukan sebelumnya), ini tidak sebanding dengan penelitian primer. Karena data dikumpulkan pada proyek sebelumnya, karakteristik data dapat bervariasi dari kebutuhan penelitian yang ada.

Penelitian sekunder dapat digunakan dalam penelitian UX dengan anggaran rendah atau jangka waktu terbatas. Ini biasanya diadopsi dalam penelitian pemasaran gerilya di mana ada keterbatasan dalam anggaran, tim, atau waktu proyek.

Penelitian Primer (Primary Research)

Penelitian primer lebih akurat daripada penelitian sekunder karena peneliti mengumpulkan data sendiri dan menyesuaikan pertanyaan penelitian untuk memenuhi tujuan proyek.

Di sisi lain, penelitian primer dianggap lebih mahal dan membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha dibandingkan dengan penelitian sekunder, karena tim perlu mengumpulkan data sendiri. Ada banyak metode yang dapat digunakan dalam penelitian primer, seperti berikut :

  • Survey Offline& Online
  • Interview
  • Focus Group
  • Observasi

Antarmuka untuk aplikasi berbasis web Survei Pelanggan Google

Memilih metode penelitian yang tepat tergantung pada tujuan dan data yang perlu dikumpulkan. Jika tim perlu mempelajari angka absolut, maka metode kuantitatif seperti survei dapat diadopsi. Timeline proyek, biaya penelitian UX, dan tim yang tersedia juga memengaruhi pilihan antara metode penelitian sekunder atau primer dan metode utama mana yang akan digunakan.

Baca Juga : Proses Desain User Experience (UX)

4. Conduct / Uji Coba

Setelah tim yang bertanggung jawab untuk menggunakan metode penelitian UX yang dijelaskan di atas disiapkan, tahap ini dimulai dengan mengumpulkan data dari segmen yang ditargetkan.

Pada tahap ini, data yang dikumpulkan adalah bahan mentah dan bagian informasi yang terpisah yang perlu diatur dan dianalisis pada langkah berikutnya. Pada tahap ini, pengumpul data dan fasilitator memainkan peran penting dalam memastikan bahwa data yang dikumpulkan akurat dan tidak bias oleh faktor eksternal apa pun.

Dalam Interview dan Focus Group, fasilitator perlu memastikan bahwa pengguna hanya dipengaruhi oleh pengalaman mereka dan menghindari gangguan atau bias dari pengguna lain atau fasilitator itu sendiri.

Jika tidak, data tidak akan benar-benar mewakili pengalaman pengguna. Waktu dan tempat penyebaran survei penelitian dan pertanyaan perlu dipilih dengan hati-hati, karena dapat mempengaruhi keputusan atau jawaban pengguna.

Baca Juga : Ingin Jago Desain ? Simak Pengertian Desain User Interface (UI)!

5. Synthesis

Langkah ini termasuk mengatur dan menganalisis data yang dikumpulkan dan menggunakannya untuk merencanakan tahap selanjutnya pada proses pengembangan.

Pada tahap ini, baik data kualitatif maupun kuantitatif dikumpulkan bersama dan tim berupaya mendapatkan gambaran umum pengguna dari data tersebut.

Data ini dapat disusun dalam bentuk peta empati persona yang menggambarkan apa yang disukai dan dibenci pengguna tentang produk, untuk memahami hubungan emosional pengguna dengan produk. Banyak perusahaan secara keliru berhenti pada titik ini.

Namun, data yang dianalisis dalam proses ini dapat digunakan sebagai sumber penelitian sekunder di proyek masa depan.

Baca Juga : 9 Tips Rahasia Merancang User Experience (UX) yang Inovatif

Contoh Mapping Hasil UX Research koresponden Pengguna

Proses penelitian UX dianggap sebagai salah satu tahap paling penting dari proses pengembangan produk. Ini bukan hanya karena dilakukan pada tahap awal proses pengembangan produk, tetapi juga karena itu adalah proses yang memungkinkan tim desain untuk memahami perilaku pengguna mereka, dan mengembangkan atau meningkatkan produk mereka berdasarkan kebutuhan pengguna.

Ini memberikan pemahaman yang mengarah pada membangun produk yang berpusat pada pengguna yang dapat mencapai kesuksesan di pasar.

Proses ini cenderung mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang pengalaman pengguna target dari produk atau layanan.

Lima langkah UX Research diatas tidak boleh diabaikan. Jika tidak, data penelitian tidak akan akurat atau mewakili segmen target di pasar. Oleh karena itu, perusahaan harus mengikuti lima langkah diatas untuk membuat data rata-rata yang akurat tentang pengguna mereka.

Data ini nantinya juga bisa digunakan kembali di proyek UX selanjutnya di masa mendatang.

Berikutnya Baca : Tugas dan Tanggung Jawab UX Researcher Yang Wajib Kamu Tahu!

Sumber : designorate.com

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply