Startupmu Ingin Didanai Oleh Indigo Creative Nation? Nih Syaratnya!

0

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki banyak permasalahan unik.

Untungnya, banyak manusia yang memiliki ide untuk menjadi solusi agar masalah-masalah itu bisa teratasi. Inilah yang disebut penggagas alias founder startup.

Bukan hanya bergengsi, ternyata menjadi seorang founder startup memiliki beban tanggung jawab yang sangat besar.

Selain mematangkan idenya untuk menjadi solusi bagi permasalahan hidup banyak orang, founder juga harus membentuk tim, hingga mencari pendanaan untuk bisa mengembangkan idenya.

Baca Juga : Tren dan Peluang Bisnis Startup di Indonesia Tahun 2020 Mendatang!

Apakah kamu sedang merasakan hal tersebut?

Jangan khawatir, ya!

Banyak kok program inkubator atau akselerator yang ada di Indonesia untuk membantu startup kamu memiliki pendanaan.

Salah satunya adalah Indigo Creative Nation.

Anak perusahaan Telkom grup ini memiliki program binaan untuk para startup baru di Indonesia. Nggak tanggung-tanggung, sejauh ini ada 146 startup yang sudah dibina, lho!

Mau ikut ambil bagian dalam program ini? Simak penjelasan bagaimana cara mendaftarnya hingga apa saja yang akan kamu dapatkan saat sudah bergabung ke program ini dari Bayu Hartoko, Head of Marketing and International Channel Indigo.id.

Baca Juga :

Cara Startup yang Ingin Bergabung?

Pertama masuk ke www.indigo.id. di situ ada klik daftar, register sekarang.

Rule of the game-nya, kita kan the most complete program in the region. Programnya Telkom Indonesia untuk mendukung pemerintah Indonesia untuk digitalizing Indonesia. Sehingga foundernya atau C-level nya harus ada orang Indonesianya. Kita kemarin shopping di event paling besar akhir tahun ini yang di Senayan itu. Terus kami ketemu dengan banyak startup bagus tapi nggak punya founder atau C-level orang Indonesia ya nggak bisa gabung di Indigo.

Yang ketiga harus punya komitmen untuk dedicated full time. Kita menggelontorkan duit kok, harus dipakai full time, jalanin bisnis jangan main-main.

Yang keempat harus align dengan visi misi Telkom, strategisnya Telkom dan arah bisnisnya Telkom seperti IoI, big data. Pelanggannya Telkom butuh apa, misinya Telkom seperti apa, startup akan menyesuaikan. Kita yang akan cari startup nya.

Selanjutnya adalah visi misi startup, future development-nya seperti apa. Yang keenam dan paling penting, pendanaan yang diberikan Indigo Creative Nation tidak boleh buat bayar utang, bener-bener buat development. Jadi ada tim yang akan ngecek juga

Baca Juga : Keuntungan Startup yang Bisa Kamu Dapatkan

Bagaimana Bentuk Pembinaannya?

Startup yang kita bina harus kita kawinkan ke segala resource yang ada di Telkom group. Selama ini kita udah membina 146 startup.

Semuanya kita usahakan untuk beroperasi ke pasar dengan pelanggan-pelanggan seperti Telkomsel yang punya 170 juta pelanggan.

IndiHome sekitar 70 juta pelanggan, kita juga mendorong startup-startup kita untuk bisa berkolaborasi dengan pelanggan-pelanggannya Telkom by corporate customer yang terdiri dari banyak segmen maupun government, terus abis itu swasta-swasta yang terdiri dari bank-bank besar, terus manufacturing, logistik, you name it ya, all of Telkom’s customers. Dan juga kita bergerak di samaall media enterprises.

Pertanyaan selanjutnya, dengan segudang pelanggannya Telkom, startup jualannya gimana, tenang kita punya pasukan 1200 account manager yang ngebantu dan megang account-account penting dalam korporat di Indonesia.

Itu dari segi bisnis dalam negeri ya. Di luar negri pun, kita juga mengupayakan startup kita, kita dorong di Telkom internasional. Telkom internasional itu ada di 11 negara representatif.

Kita mendorong startup kita agar laku di pasaran karena masing-masing negara juga punya local wisdom, kayak Telin Hong Kong jualannya apa, Timor Leste cocoknya apa, terus sekarang ada MENA Middle East and Africa. Ada juga Telko Australia, ada Telin USA.

Kita juga mengupayakan startup-startup kita untuk dapat menggunakan layanan-layanan secara gratis yang ada di Telkom Indonesia, misalnya server, cloud, dan kita koneksikan ke layanan-layanan kita yang kita kerja sama dengan eksternal, misalnya AWS. Asal itu startupunyaa Indigo, langsung dapet free AWS, equivalent dengan 20000 USD.

Itu kalau kita bicara integrasi, sinergi. Di satu sisi kita ngomongin community engagement. Di dunia startup belum ada yang saya paling unggul, saya paling ini paling itu, itu nggak ada. Karena sekarang kita semua belajar bersama. Bukan getting the last cake on the table, nggak. Karena kuenya masih banyak. Kita kayak fighting fires.

Kebakaran itu membutuhkan banyak pemadam yang harus kerja sama. Saya rasa semua setuju kalau program-program inkubator atau akselerator yang ada sekarang juga dianggap pesaing tapi saling melengkapi maka kita harus kerja sama.

Baca Juga :

Bentuk kerjasamanya seperti apa?

Indigo bekerja sama di bidang ABCGM.

A itu akademik, artinya kita bekerja sama dengan kampus-kampus, di mana kampus-kampus itu boleh berkunjung ke 17 digital lounge yang kita kelola dan tersebar di seluruh Indonesia. Itu gunanya untuk nurturing startup.

Jadi startup-startup kita nurture di sana dan kampus-kampus boleh berkunjung. Sampai saat ini ada 24 ribuan member. Jika ada MoU dengan kampus, kita bisa juga jadi dosen tamu, pengisi mata kuliah tertentu atau seminar-seminar tertentu. Alhamdulillah tiap bulan ada di 1-2 lokasi, yang terdekat di binus.

Intern-intern kita juga berasal dari kampus Binus, karena mahasiswa kan harus dilatih biar siap bekerja dan siap dipakai, bukan hanya pintar dan nilai tinggi tapi kampus-kampus banyak yang ngasih kerja praktek. Contohnya setahun nih. Kalau cuma 3 bulan, baru kenal udah pergi. Kita sebagai employer juga nggak ngerasain dampaknya kalau cuma 3 bulan.

Banyak intern-intern kita dari kampus itu setahun, jadi kita banyak dapat fresh blood dan fresh idea yang sangat membantu, mereka juga dapat pembelajaran. Kita sama-sama belajar.

Abis itu ada B, dari businesses. Kita juga kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain, baik perusahaan dalam maupun luar negeri. Misalnya mereka mau buat inkubator atau akselerator, bisa konsultasi dengan kita.

Bahkan ada beberapa perusahaan besar yang kita bantu untuk buat kurikulum mirip Indigo dan bisa beroperasi di perusahaan tersebut secara sukses. Sinergi yang saya bilang tadi di awal, juga bagian dari businesses karena kita menghubungkan startup-startup dengan perusahaan-perusahaan besar.

Terus C, dari community karena kalau kita ingin maju, kita harus menggandeng community. Maka dari itu mottonya Indigo Creative Nation, biasanya ada di slide presentasi bagian akhir, “Let’s work together, let’s grow together“.

Karena kita sama-sama belajar dan berkembang. Kebetulan di bidang community, hire professional dari luar untuk bantu kami. Kebetulan dia udah cukup terkenal di bidang community. Bayangkan di Indonesia ada berapa banyak community digital startup. Yang di Bandung, Malang, Surabaya.

Sebagai engagement kita ke community, kami setiap bulan itu mengadakan event meet up di Telkomland Tower lantai 38 yang punya 2 ruangan besar dan bisa kita ubah suasananya jadi tempat nongkrong. Kita hadirkan speaker-spekaer yang expert.

Kita undang juga komunitas-komunitas yang ada pake sosmed, pake milis yang udah jadi member, kita undang startup-startup bikinan kita, kita juga undang amuba (startup yang dikerjakan oleh karyawan Telkom yang berstandar tinggi dikasih kesempatan bikin startup). Tema di tiap event itu beda-beda, ditentukan oleh audiens.

Karena tiap abis acara kita tanya ke peserta tadi gimana talkshownya, masalah apa yang ingin diketahui lagi. Setelah kita tau temuan-temuan itu, kita buat calendar of event kayak contoh kayak dulu gimana kita cara bawakan diri, kita cari yang expert soal hal itu. Nggak tanggung-tanggung yang dateng bisa langsung presiden direktur.

Misalnya lagi tentang startup yang mengalami masalah. Kalau masalah di startup, itu inkubator atau akselerator ikut campur nggak dan tanggung jawab hukumnya seperti apa, kita hadirkan legal expert. Waktu bulan ramadhan apa aja startup sukses yang membuat aplikasi-aplikasi untuk muslim kita hadirkan di event itu.

Baca Juga : Mengenal Karakter Startup Sebelum Yakin Akan Merintis Usaha Ini!

Banyak cara yang kita lakukan untuk meng-engage dengan komunitas atau stakeholder yang berkepentingan di dunia yang digeluti oleh Indigo Creative Nation. G itu government. Tentunya Indigo Creative Nation sebagai program inisiatif Telkom Indonesia, dimana Telkom juga BUMN dan kita mendukung pemerintah dalam semua gerakan-gerakannya sehingga kita juga sering kerja sama dengan Bekraf dan juga Kominfo.

Terakhir itu kami baru pulang dari Budapest, Hungaria. Itu kita hadir di event internasional namanya ITU World Telkom. Dan setiap tahun event itu berpindah-pindah. Indigo Creative Nation menjadi salah satu eksibitor yang dibawa oleh Kominfo.

Jadi kita sebagai delegasi Indonesia di ajang itu. Di situ selain ber ekshibit, kita juga memberikan pencerahan dengan ada talkshow, sesi presentasi, terhadap semua tamu-tamu dari seluruh dunia. Kita berikan update Indonesia seperti apa dan kendala-kendala yang udah dibantu pemerintah, kita sebarkan kabar baik ini ke dunia.

Sembari menjalankan ITU World Telkom, Indigo Creative Nation melakukan MoU dengan sejenis Indigo tapi di Hungary itu langsung di bawah pemerintah tepatnya di bawah kementerian teknologi dan inovasi. Langsung tanda tangan MoU di sana supaya sama-sama sharing knowledge dan akses tentang bagaimana cara kita masuk ke pasar Eropa Timur dan Kanada serta bagaimana mereka bisa masuk pasar kita.

Kita nggak membantu mereka masuk akses pasar tapi kita memberikan akses informasi aja dan kalau bisa kolaborasi. Indigo Creative Nation itu punya hashtag #DigitalizingIndonesia kita build dan fill digital ecosystem in Indonesia.

Terkahir M, ya ini media. Tentunya media itu juga bertumbuh kembang ke arah digital teknologi termasuk startup . Medianya belajar, kita juga belajar dari media. Jadi semua media khususnya yang fokus di digital startup, kami sangat mendukung dan anytime kami siap bekerja sama dan sharing.

Berikutnya Baca : Dampak Startup di Indonesia Terhadap Industri Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM)

Share.

About Author

Techfor Id

Leave A Reply